Mommy, My Angel

Mommy, My Angel
bab 72



Sandra kini menemani putrinya bermain di sebuah taman kota. Wanita itu mengawasi dengan lekat putrinya yang sejak tadi bermain bersama saudaranya — Lewis.


Sandra ikut tersenyum bahagia melihat keceriaan putrinya, apalagi semenjak Lewis datang di kehidupan baru Aurora. Putrinya itu semakin terlihat bahagia dan ceria.


"Ini minumlah." Cindy yang datang dari arah belakang, menawari Sandra sebotol minuman dingin. Disusul Gracia dari arah belakang yang membawa begitu banyak cemilan.


"Terimakasih," ucap Sandra sambil menerima pemberian Cindy.


Sandra juga tersenyum saat melihat Gracia dengan cemilan yang begitu banyak.


Hari ini Sandra kehilangan sosok pria yang selalu menemaninya. Austin sedang melakukan perjalanan bisnis di negara lain untuk, beberapa hari kedepannya.


Namun pria itu sudah memberikan pengawal bayangan untuk melindungi wanitanya dan putrinya.


Sedangkan Erland kini sudah berangkat ke sebuah negara untuk melanjutkan pendidikan di sekolah militer.


Sama yang dilakukan Austin, Erland menempatkan beberapa pengawal bayangan untuk melindungi gadis kecilnya.


Ketiga wanita dewasa itu saling bercengkrama di atas tikar yang dibawa dari rumah. Mereka sedang melakukan piknik keluarga di taman kota. Yang letaknya tidak jauh dari perkotaan.


Canda tawa terdengar renyah juga keceriaan kedua anak kecil itu begitu terlihat bahagia.


Membuat sosok pria dan wanita setengah baya di dalam mobil mewah, mengetatkan rahang mereka. Keduanya begitu geram melihat kebahagiaan kedua wanita di sana juga kedua anak kecil itu.


Di mana cucu kesayangan mereka sedang berjuang untuk hidup. Nyonya Louis begitu tidak terima dengan apa yang dilihatnya.


Ia tidak percaya, kedua wanita itu begitu berbahagia di atas penderitaan mereka.


"Ini tidak boleh dibiarkan. Mereka begitu keterlaluan, merayakan kesenangan dan kebahagiaan di atas duka dan penderitaan cucu kita," ungkap nyonya Louis yang sangat emosional saat ini.


"Tenanglah, jangan ceroboh. Kita kesini untuk membawa gadis kecil itu, jadi jagalah sikap anda," terang tuan Winston.


Ia menatap lekat wajah cantik Sandra dan cucu perempuannya. Secara fisik, Sandra sangat mirip dengan ayah biologis nya itu. Hanya warna rambut yang membedakan mereka.


"Sudah lah, terlalu lama melihat mereka membuatku muak," sela nyonya Louis.


Wanita itu segera turun dari mobil dan berjalan dengan angkuh ke arah ketiga wanita dan juga kedua anak kecil.


Nyonya Louis begitu pongah berjalan menuju ke arah mereka yang sedang tertawa bahagia melihat tingkah kedua anak kecil yang sedang bermain.


Wanita setengah baya itu mendekat, dengan tampilan mewah dan berkelas. Ia ingin menunjukkan jati dirinya yang memiliki kekuasaan dan agar Sandra tidak berkutik di hadapannya.


"Wah, wah, wah. Kalian begitu berbahagia!" Nyonya Louis bertepuk tangan saat berada dekat dengan, Sandra dan yang lain.


Wanita itu berjalan dengan wajah sombong berkuasanya. Membuat Sandra dan Cindy terdiam dan membeku, melihat keberadaan nyonya Louis.


Lewis bahkan segera berlari mendekat mommynya. Meninggalkan Aurora yang tidak mengetahui apapun. Tapi, gadis cantik itu bisa tahu sesuatu buruk sedang terjadi.


Sandra masih terdiam dengan wajah schoknya. Ia tidak percaya, wanita yang selama ini ia hindari sekarang berada di hadapannya.


Sandra tersadar dari rasa terkejutnya, saat melihat putrinya berjalan dengan susah ke arahnya.


Cindy begitu membeku dengan wajah pucat, ia segera memeluk putranya dan menatap Aurora penuh kecemasan.


Nyonya Louis yang melihat Aurora berjalan, segera mendekati gadis kecil itu dan meraih pergelangan tangannya dengan kuat.


Tanpa memiliki rasa malu dan takut, nyonya Louis berusaha menarik Aurora berjalan menuju mobil.


"Mommy!" Seru Aurora yang terlihat kesakitan.


"Lepaskan putriku!" Pinta Sandra sekali lagi dan kali ini meremas pundak wanita itu dengan kuat.


Tangan nyonya Louis pun, terlepas dari pergelangan Aurora. Segera Sandra memerintahkan Cindy dan Gracia membawa Aurora dari sana.


"Hey, kembali gadis buta itu!" Pekik nyonya Louis saat Gracia membawa Aurora dan Lewis menuju mobil mewah yang terlihat beberapa bodyguard penjaga di sana.


"Lepaskan!" Bentak nyonya Louis ketika Sandra menahan kembali pundak wanita angkuh itu.


"Apa yang anda inginkan?" Sandra bertanya dengan nada dingin juga tatapan bengis.


Dengan kasar, nyonya Louis menyentak tangan Sandra yang ada di pundaknya dan mengibas pakaian yang terdapat bekas tangan Sandra.


Nyonya Louis memandangi Sandra dengan wajah sinis dan jijik. Ia juga tersenyum remeh kepada Sandra.


"Aku ingin mengambil darah daging putraku," ujar nyonya Louis dengan wajah sombong dan percaya diri.


Sandra menukik alis matanya dengan pandangan heran ia berikan kepada nyonya besar Louis ini.


"Berikan gadis buta itu!" Titah nyonya Louis tidak tahu malunya.


"Dia adalah darah daging putra ku dan kami berhak mengambilnya," lanjut wanita setengah baya itu dengan wajah garang.


Lily terdengar terkekeh berat, ia juga menatap penuh kegerian kepada nyonya Louis.


"Dia putriku nyonya. Tidak ada sangkut pautnya dengan putra juga keturunan anda." Sandra berkata dengan nada tenang, namun tatapan begitu waspada.


"Bohong, dia darah daging putraku jadi dia berhak ikut dengan kami. Aku memiliki hak atas gadis buta itu!" Teriak nyonya Louis.


"Dia putriku, hanya putriku. Apa kalian ingin menjilat ludah kalian sendiri? Atau saya, harus menjelaskan setiap kata yang anda lontarkan kepada putriku dulu nyonya? yang mendapat penolakan dari kalian." Sandra tidak begitu takut menghadapi wanita munafik di depannya.


"Anda benar-benar keluarga munafik dan egois. Kalian jauh datang kesini untuk mengambil putriku?" Sandra berkata dan kembali terkekeh lucu. Melihat watak keluarga mantan kekasihnya.


"Tutup mulutmu, sialan!" Teriak nyonya Louis dan ingin memberikan tamparan keras di wajah Sandra.


Tapi dengan cepat, Sandra mampu menangis telapak tangan wanita angkuh itu dan memelintirnya.


Membuat nyonya Louis begitu kesakitan dan hanya bisa berteriak kesakitan.


"Lepaskan, wanita murahan. Kamu tidak pantas merawat seorang anak dengan sifat kasarmu ini," bentak nyonya Louis.


"Jadi saya harus memberikan kepada kalian yang memiliki perilaku biadab dan sombong," sahut Sandra telak.


"Kau!" Nyonya Louis menunjuk wajah Sandra dengan tatapan tajam juga wajah bengis.


"Saya kenapa? Apa ada ucapan saya yang menyinggung perilaku buruk anda?" Sahut Sandra dengan wajah sinis.


"Aku tidak peduli denganmu, aku akan membawa gadis buta itu!" Teriak nyonya Louis. Wanita setengah baya itu berusaha mendekati mobil Sandra, namun dengan cepat, Sandra menahan wanita sombong itu.


"Lepaskan, wanita buruk. Aku akan membawa anak putraku dan memberikan pelajaran berharga." Nyonya Louis begitu bertahan untuk melepaskan diri dari cekalan tangan Sandra.


"Tidak ada anak putra anda. Seharusnya anda jangan coba-coba menyentuh putriku. Kalian akan hancur, kalau itu terjadi," Sandra berbisik dengan suara berat dan mengancam nyonya angkuh itu.