Mommy, My Angel

Mommy, My Angel
bab 71



Seorang pria setengah baya dengan postur tubuh yang masih terlihat gagah dan atletis, kini menjauh dari seorang wanita yang terbaring lemas di atas ranjang, setelah bergumulan panas penuh gairah itu.


Pria dengan wajah tampan serta rambut yang sudah tampak berubah putih, kini duduk di sofa di dekat ranjang mewah di sebuah kamar suite room di hotel terkenal.


Pria itu yang terlihat perkasa itu menyulut cerutu mahal di mulutnya. Ia menikmati setiap gumpalan asap yang keluar dari mulutnya itu bersamaan dengan hembusan nafas frustasi.


Pandangan menerawang jauh, memikirkan kondisi sang cucu kesayangan yang kini di ambang kematian.


Dirinya juga memikirkan keberadaan cucu biologisnya, yang terlahir dari darah dagingnya yang rela dia buang, hanya demi mempertahankan posisinya sebagai, seorang pewaris.


Pria bergaris wajah tegas itu menoleh ke arah ranjang, saat terdengar pergerakan dan juga lenguhan halus.


Selimut disingkirkan halus dan tampak, kedua kaki jenjang indah turun dari ranjang. Tubuh polos dengan sisa kenikmatan masih terlihat jelas di sekujur tubuh wanita berambut pirang kecoklatan.


Wajah cantik tersenyum ke arah sang pria perkasa nan gagah, ia menggulung tinggi rambutnya, lantas berjalan dengan kondisi polos ke arah pria berkelopak mata tajam itu.


Wanita itu berjalan begitu menggoda dengan kemolekan tubuhnya yang begitu sempurna. Wanita yang jauh lebih muda dari pria tersebut, yang pantas menjadi putrinya.


"Apa kau puas?" Wanita itu duduk di atas pangkuan pria perkasa dan berbisik sensual. Tidak lupa, jari lentik dengan hiasan warna merah darah kini menari-nari di dada bidang sang pria.


Bibir sensualnya tidak tinggal diam, yang terus mengecup bibir seksi pria tersebut.


Mendapatkan serangan menggairahkan dari wanita simpanannya, membuat pria itu terpancing dan darahnya kembali mendidih.


Namun segera ia tepis, karena saat ini tuan Winston sedang mendapatkan panggilan dari putrinya.


"Bagiku, tidak akan puas hanya satu kali. Tapi kali ini aku harus menahannya." Tuan Winston, meremas rambut bagian belakang wanitanya dan berucap di sela ciuman panas mereka.


"Apa kau yakin, honey," wanita itu terus menggoda dan memancing hasrat tuan Winston, dengan mempermainkan area privasinya.


"Berhentilah, atau kau akan berakhir tragis!" Ancam tuan Winston dengan wajah dingin sambil menarik kasar rambut wanita simpanannya.


Dengan kasar,tuan wiston menyingkirkan tubuh molek di atasnya dengan kasar. Membuat wanita itu terhempas di atas lantai.


Sementara tuan Winston berjalan menuju kamar mandi. Ia perlu menjernihkan pikirannya setelah itu menemui sang putri.


Wanita yang kini menatap punggung tuan Winston hanya mendengus kesal dan segera bangkit dengan tubuh polosnya terasa begitu ngilu.


"Dasar pria arogan. Kalau bukan karena uang yang ditawarkan kepadaku? Aku juga tidak mau menerimanya. Tapi aku juga begitu puas dengan permainannya, membuatku ketagihan." Wajahnya terlihat memanas, setiap mengingat percintaan hebat mereka tadi.


Ia pun berjalan kembali ke arah ranjang, meriah baju mandi lantas mengenakannya. Ia juga mengambil sebatang rokok dan menghisap nya dengan begitu nikmat, sambil menyalakan tv berukuran besar di tengah-tengah kamar tersebut.


Wanita itu terus menghisap rokoknya sambil mengganti chanel TV berulangkali. Hingga jarinya berhenti, saat melihat sebuah berita hangat dan penuh kebahagiaan.


Wajah wanita itu seketika berubah merah dan dadanya terlihat bergemuruh dahsyat. Melihat liputan pemberitaan media tv, tentang keberhasilan seorang anak tuna netra yang sedang merayakan hari ulang tahunnya.


Genggaman pada remote tv begitu jelas terlihat, hingga buku-buku jarinya terlihat memutih. Ia bahkan menggenggam api pada batang rokoknya dengan tatapan nyalang ke arah tv.


Wanita itu bahkan tidak menyadari tuan wiston sudah siap untuk meninggalkan kamar mewah itu.


Pria itu bahkan tidak memperdulikan wanita yang sudah menjadi partner ranjangnya beberapa bulan belakangan ini.


Pria bernetra coklat itu terus berjalan menuju pintu kamar, ia sama sekali tidak memperhatikan wanitanya.


Saat ingin membuka pintu, ia kembali berhenti dan menajamkan pendengarannya saat wanita simpanannya menyebutkan nama yang sangat familiar di telinganya.


"Akh! Aku tidak akan memaafkan mu, Sandra Matthew!" Geram wnqita itu dengan wajah penuh dendam. Ternyata ia adalah, nyonya arogan yang selalu berbuat semaunya di sekolah dulu.


Namun karena sudah terbiasa hidup mewah dan berfoya-foya, akhirnya ia bertekad, menjadi seorang sugar mommy dan menjadi simpanan para pria kaya. Salah satunya tuan Winston. Ayah biologis Sandra.


"Aku bersumpah, akan menghancurkan mu juga putri butamu itu!" Pekik wanita tersebut.


Berhasil membuat tuan Winston terkejut dan membeku sejenak di tempatnya. Pria gagah itu membalikkan badannya dan ia bisa melihat jelas di layar tv sebuah acara perayaan meriah dan penuh bahagia.


Tuan Winston menatap lekat tawa wanita bertopeng di dalam layar TV. Ia bisa mengenali tawa itu, yang sama persis dengan wanita yang ia buang dulu.


Dengan langkah panjang, tuan Winston berjalan mendekati wanita itu dan segera menariknya kasar menghadap dengannya.


"Katakan, apa kamu mengenali wanita itu?" Tanya tuan Winston sambil menunjuk tv.


Wanita itu menoleh dan ia mengerutkan keningnya saat melihat wajah Sandra di sana.


"Ada apa dengan wanita sialan itu? Apa dia juga pernah menjadi partner ranjangmu? Kalau iya, berarti selama ini dugaan ku benar. Ia hanya wanita murahan." Wanita itu berkata dengan nada menggebu-gebu.


"Katakan, dimana dia sekarang?" Tuan Winston bertanya dengan intonasi suara berat dan dingin. Tatapannya pun begitu mengerikan.


Membuat wanitanya ketakutan dan berubah pucat. Ia berpikir, mungkin Sandra merupakan salah satu wanita simpanannya.


"Katakan!" Bentak tuan wiston, wajah pria itu semakin menakutkan dan mengerikan.


Wanita itu pun memberitahukan keberadaan Sandra dan putrinya dengan nada ketakutan. Ia juga mengatakan kalau Aurora bersekolah di salah satu sekolah ternama di sana.


Mendengar itu, membuat tuan Winston meradang. Tidak seharusnya mereka berbahagia di atas penderitaan cucu kesayangannya.


Tuan wiston pun, meninggalkan kamar mewah itu dengan wajah mencekam. Ia akan mengambil paksa Aurora dari tangan Sandra.


Pria itu akan melakukan segala cara untuk menyelamatkan cucunya. Sekarang ia bisa bernafas lega, karena sudah menemukan keberadaan, penyelamat cucunya.


"Tunggu kakek, nak. Kamu akan selamat."


"Sayang, aku menemukan mereka."


……..


Di sisi lain, terlihat suasana semakin menegangkan di salah satu kamar pasien.


Saat detak jantung putrinya itu semakin menurut, para tenaga medis yang ada di sana segenap melakukan batuan untuk menetralkan denyut jantung gadis kecil itu.


Stella dan Kendrick hanya bisa saling berpelukan dan memberi semangat. Tampak wajah keduanya begitu kacau.


Tiba-tiba ponsel Kendrick berbunyi dan ia menerima sebuah panggilan dari mertuanya.


Kendrick mengangkat panggilan mertuanya dan wajah pria itu berubah seketika, saat mendengar ucapan mertuanya itu.


"Baiklah, dad." Kendrick berkata dan segera mematikan panggilan.


"Ada apa?" Tanya Stella dan nyonya Louis yang juga ikut penasaran.


Kendrick tampak tersenyum samar dan segera memeluk istrinya itu.


"Kita menemukannya, akhirnya, kita menemukan seorang yang akan menyelamatkan nyawa putri kita," terang Kendrick yang begitu terlihat bahagia.


Wajah Stella dan nyonya Louis begitu terkejutnya dan keduanya pun bisa tersenyum lega.