Mommy, My Angel

Mommy, My Angel
bab 75



Sosok wanita berpakaian seksi khas perawat itu, sedang mengobati luka tembakan di lengan pria gagah di depannya.


Tuan Winston menahan rintihan kesakitan, sambil menggenggam kuat bongkahan padat bagian belakang wanita cantik itu. Salah satu wanita partner ranjangnya. Sosok wanita muda dengan tubuh begitu menggoda, membuat pria dewasa itu tergoda. Padahal mereka baru dua hari bertemu, di mana ia harus dilarikan ke rumah sakit.


"Tuan!" Seru perawat seksi itu dengan sedikit mendesah. Saat pria tampan dengan tubuh kekar itu menggelitik area pribadinya dari arah belakang.


"Ada apa, hum?" Bisik tuan Winston dengan, nada berat yang menuntun.


"Luka anda sudah mulai mengering," jelas sang perawat dengan wajah menggoda.


Tuan Winston terdiam dan terus menelisik penampilan wanita seksi di hadapannya. Pria itu lantas menarik wanita muda itu ke pangkuannya dan segera ******* habis bibir seksi sang wanita dengan rakusnya.


"Tuan!" Seru anak buah tuan Winston. Menghentikan aktivitas hebat pria kekar itu.


"Keluarga!" Perintah tuan Winston kepada wanitanya.


"Katakan!" Setelah melihat perawat seksi itu keluar dari kamar pribadinya, pria pemilik wajah tegas itu bertanya kepada anak buahnya.


"Kami tidak bisa memasukkannya ke penjara, tuan," pungkas anak buahnya.


Wajah pria setengah baya itu terheran dan bingung, mana mungkin dia tidak bisa membuat perhitungan kepada anak biologisnya sendiri.


"Wanita itu dan putrinya di lindungi oleh negara, tuan. Jadi tidak ada yang bisa menyulitkannya," terang pria dengan wajah sangar itu.


Wajah tuan Winston menjadi geram, niat hati ingin memasukkan Sandra ke penjara dan dengan mudah ia bisa membawa — Aurora.


Tapi… apa ini, kenapa Sandra dan putrinya mendapatkan perlakuan istimewa dari pemerintah kota?


Tuan Winston masih berpikir dan bertanya-tanya, siapa yang berada di balik Sandra dan putrinya.


"Kamu tahu? Siapa dibalik ini semua?" Tanyanya lagi sambil menikmati cerutu-nya. Meniupkan gumpalan asap yang keluar dari mulutnya dengan hembusan nafas berat.


Dengan sabar tuan Winston menunggu perkataan anak buahnya yang sedang sibuk mencari informasi mengenai — Sandra.


"Kita kesulitan untuk mencari seseorang di belakang, nyonya Sandra dan putrinya," timpal sang anak buah.


"Seperti, mereka orang-orang yang sangat penting, tuan," lanjut anak buah tuan Winston lagi.


"Nona Sandra dan putrinya, mendapatkan pengawalan ketat," lapor sang pengawal.


Tuan Winston masih terdiam dan memikirkan cara untuk bisa membawa Aurora.


"Besok, putrinya akan melakukan amal di sebuah panti," lapor anak buahnya.


Mendengar itu, tuan Winston terlihat tersenyum miring, pria itu segera mengusir anak buahnya dan memanggil sang perawat pribadinya.


Tuan Winston ingin menghilangkan kejenuhan dengan melakukan kegiatan manis dan panas terlebih dahulu. Kesempatan untuk bisa menikmati tubuh gadis muda di atas pangkuannya.


"Lakukan lah, girl!" Pinta tuan Winston deh deru nafas penuh gairah.


……..


Selama dua hari ini, mereka semua tidak bisa tenang dengan berbagai teror yang datang.


Sandra terlihat diam dengan wajah datar. Wanita itu tak kalah khawatir nya. Sandra bahkan tidak meninggalkan putrinya. Hingga di dalam apartemen pun, Sandra tidak melepaskan pengawasanku.


"Sandra!" Sentak Cindy.


"Mereka tidak akan bisa mengusik anak-anak kita. Kalau itu terjadi, kita akan melawannya," terang Sandra. Ia memandangi putrinya yang sedang berlatih.


"Sebaiknya, kamu bekerja!" Perintah Sandra.


"Aku akan menjaga mereka,"lanjutnya dengan tatapan ke arah Aurora dan Lewis berganti.


"Tidak! Aku tidak bisa tenang. Mereka begitu licik dan melakukan apapun untuk bisa mengambil — Aurora," timpal Cindy.


Wanita itu masih terlihat mondar-mandir, memikirkan keamanan Aurora.


"Bagaimana, kalau kita batalkan konsernya," ucap Cindy.


Sandra menggeleng dan menatap putrinya dengan tatapan lekat, ada kekhawatiran terlihat di kedua kelopak matanya.


"Tidak, ini adalah impian putriku," sahut Sandra.


"Bagaimana kalau mereka mencari kesempatan untuk membawa, Aurora," sela Cindy dengan raut khawatir.


Sandra pun memikirkan hal itu dengan pikiran serius. Bagaimana kalau, mereka datang dan berusaha mencelakai putrinya.


"Aku yang akan melindunginya," jawab Sandra dengan wajah datar dan nada dingin.


"Tapi mereka begitu licik." Cindy berusaha membujuk namun Sandra terlihat enggan menanggapi perkataan Cindy.


"Sandra!" Seru Cindy.


"Tenanglah, semuanya akan berjalan lancar," tutur Sandra dengan wajah tegang.


"Tapi …."


"Tidak akan terjadi apapun," potong Sandra.


Cindy pun terdiam, ia hanya bisa berdoa semoga esok acara Aurora berjalan dengan lancar.


…..


Di sisi lainnya.


"Aku tidak akan memaafkan wanita hina itu. Berani-beraninya dia membuatku terluka." Nyonya Louis berkata sambil mengobati luka di wajahnya.


"Aku berjanji, akan melihatmu mati." Nyonya Louis berkata dengan tatapan tajam.


wanita itu bahkan menaruh dendam begitu besar kepada Sandra yang sudah membuatnya terluka.