
Sandra hanya bisa terdiam melihat, sosok wanita di atas ring pertarungan. Wanita yang terus menatapnya dengan tatapan remeh, senyum sinis dan wajah seakan mengolok-olok dirinya.
Wanita yang memiliki tubuh berotot dan wajah yang keras mengerikan, penampilan yang memperlihatkan tato, di seluruh tubuhnya.
Wanita itu tampak bergerak kesana kemari untuk melakukan pemanasan. Ia juga sesekali menyapa para pengagumnya yang terus bersorak menyebut namanya.
Wanita itu semakin sombong dengan gelar ratu ring dan ratusan pengagumnya malam ini.
Sandra masih terdiam, ia terus memindai pergerakan keseluruhan tubuh wanita tersebut. Seakan mencari kelemahan.
Wajah Sandra sejak tadi hanya terlihat datar, tidak ada ekspresi ketakutan, gugup ataupun tegang. Sandra hanya menanggapi semuanya dengan diam.
"Bersiaplah!" Seru Steven yang terlihat begitu gugup.
"Kamu bisa mundur, sebelum kamu melangkah memasuki ring," lanjut Steven, wajah pria itu terlihat begitu tegang. Ia terus mendorong Sandra untuk mengurungkan niatnya, sebelum menaiki ring yang berada di depan.
"Tidak! Aku tetap ingin melakukannya," sahut Sandra dingin.
Steven hanya bisa menghela nafas panjang dengan mata terpejam. "Baiklah. Ingat, sebelum kamu berada di dalam ring maut itu, kamu masih bisa mundur." Steven kembali mengingat Sandra.
Namun Sandra hanya terdiam dengan wajah terus menatap wanita yang berada di atas ring pertarungan.
"Kamu memiliki putri. Setidaknya kamu memiliki sebuah pesan berharga. Aku berjanji akan menyampaikannya." Steven kembali berucap.
Sandra segera menatap nyalang ke arah Steven. Apa pria ini, meragukan kemampuannya?
"Saya bisa menyampaikannya sendiri," sahut Sandra dan bersiap menuju ring pertarungan yang dikelilingi kawat berduri itu.
Steven tidak bisa berkata-kata lagi, Sandra sudah dibawa untuk menaiki ring dan siap untuk bertarung dengan hidup dan mati.
Teriakkan dan sorak para penikmat pertarungan bebas ini, begitu antusias. Mereka lebih meneriaki nama sang ratu ring.
Dan memandang remeh ke arah Sandra yang terlihat di mata mereka adalah wanita lemah. Itu dikarenakan Sandra tidak memiliki otot keras seperti — Alexis si ratu ring.
Para penikmat juga memasang taruhan dengan nilai fantastik, ada yang memasang taruhan dengan nilai yang tidak sedikit. Ada juga yang rela menjadikan mobil mewah, properti dan bahkan saham mereka.
Di tempat itu semua kalangan pengusaha sukses berkumpul. Bosan dengan kenikmatan lain yang sudah mereka rasakan. Para pengusaha itu mencari kesenangan lain dengan menyaksikan seseorang meregut nyawa di hadapan mereka dengan perlahan.
Dan itu semua membuat para orang kaya itu merasakan kepuasan dan saat melihat seseorang mati di depan mereka, maka yang menang akan bersorak gembira dan tertawa.
Dengan penampilan sederhana, celana training panjang dan kaos hitam yang kini Sandra pakai. Rambut sebahunya ia ikat di atas tengkuk lehernya.
Dengan wajah datar, Sandra kini berhadapan dengan Lawannya malam ini. Lawan yang terus memamerkan wajah mengejek.
"Bagaimana, apa anda bersiap untuk taruhan bersamaku? Sepertinya kali ini, ratu ring akan terkalahkan." Seorang pria yang sejak tadi memperhatikan Sandra, menawarkan sebuah tawaran kepada kliennya.
"Baik. Saya tetap mengandalkan, ratu ring," sahut rekan pria tersebut.
"Pulau pribadi di Hawai," sela pria itu sambil menyesap minumannya.
"Setuju!" Seru rekannya yang begitu antusias.
"Saya yakin, jagoan anda pasti kalah. Lihatlah, dia begitu lemah," tandas pria itu sambil memindai penampilan Sandra.
"Mari kita lihat, akhir dari pertarungan ini." Sosok pria yang memberikan taruhan berkata lirih dan wajah pria itu tampak sangat santai.
"Oke," sahut rekannya dan ikut menyuarakan nama ratu ring.
….
Sandra sudah berada di dalam ring maut. Kenapa disebut maut? Karena hanya dua pilihan yang bisa kita harapkan bisa keluar dari ring mengerikan itu. Keluar dengan kemenangan dan keluar dalam keadaan tidak bernyawa.
Sandra kini sudah berhadapan dengan wanita yang dijuluki ratu ring. Wanita yang berkali-kali memenangkan pertandingan ilegal itu.
Wanita itu tampak menyeringai kepada Sandra, ia berusaha mengintimidasi Sandra dengan gayanya yang memamerkan otot-otot di tubuhnya.
Sandra hanya tersenyum dalam hati, ia sudah mendapatkan kelemahan lawannya ini. Wanita yang hanya mengandalkan otot dan bukan otaknya. Wanita yang selalu membuat lawannya merasa gugup dan tidak percaya diri dengan penampilannya yang sangar.
Seorang pria mendekati kedua wanita itu dan berdiri di tengah-tengah, ia memberikan instruksi sebelum, pertandingan. Namun sang ratu ring mengabaikannya, lantas menyerang Sandra dengan tiba-tiba.
Sandra yang belum bersiap hanya bisa pasrah, ia kini masih dengan posisi tiarap di atas ring dan menatap wanita itu tajam.
Ia segera bangkit, namun belum bersiap berdiri, wanita itu segera menimpa tubuhnya dengan gerakan kuat.
Sandra menahan ringisan, saat ini tubuhnya di kunci oleh wanita yang berada di atasnya.
Lagi-lagi wanita itu memamerkan keberhasilannya menyerang Sandra. Dengan bangga ia menjauh dari tubuh Sandra, lalu menarik rambut Sandra dan menghempaskan di sebuah tiang pagar ring tersebut.
Sandra merasa penglihatannya kabur, tubuhnya terhempas kembali. Cairan merah sudah membasahi sebagian orang wajahnya, deru nafas yang begitu cepat. Ia menatap wanita sombong itu yang semakin meremehkannya.
Para penonton pun kembali bersorak saat melihat kebanggaan mereka kembali unggul. Sedang Steven hanya bisa berdoa dengan tubuh bergetar hebat.
Sandra kembali bangkit, tanpa memperhatikan lawannya yang kini tersenyum licik dan memasang serangan untuknya. Wanita itu akan kembali menimpa tubuh Sandra. Namun dengan gerakan lincah, Sandra mampu menghindari dan ia kembali menyerang lawannya dengan memberikan tendangan tepat di wajah wanita itu.
Sandra kini sudah berdiri dengan pasang kuda-kuda, melihat wajah wanita itu yang terlihat memar dan ujung bibirnya terluka.
Sandra tidak ingin kehilangan kesempatan untuk mengalahkan lawannya, ia segera melompat dan menimpa punggung keras Lawannya, menarik rambut terikat wanita itu dan sebelah tangannya berada di leher wanita tersebut. Sandra mengunci leher wanita itu, hingga lawannya berteriak dengan wajah berubah merah.
Seorang pria datang dan menengahi mereka, membuat para penonton protes.
Sandra ditarik dari atas tubuh wanita itu dan melepaskan paksa gunjian Sandra di leher sang ratu ring.
"Hey, apa yang anda lakukan. Bukankah peraturan permainan ini sampai kehilangan nyawa!" Pekik Steven protes. Ketika Sandra unggul malah di halangi oleh para penyelenggara pertarungan itu.
Sandra hanya bisa mengatur nafasnya yang ngos-ngosan, ia semakin menatap tajam wajah wanita itu. Bukankah ini namanya kecurangan?
Sandra yang tidak terima segera menyerang wanita itu dengan pukulan di wajah dan perut, Sandra juga menyerang pria yang membantu lawannya itu dan melemparkannya keluar dari ring. Sandra mengambil kunci di saku pria itu dan mengunci pagar ring dan melempar kuncinya ke sembarang arah.
Pria itu terlihat kaget dan menatap sang ratu ring yang terlihat kacau.
"Hentikan!" Teriak pria itu dan berusaha memberikan peringatan kepada Sandra.
Steven yang muak, lantas menarik pria tersebut keluar dari area pertarungan.
"Ternyata, hanya sebatas ini kekuatan kalian?" Batin Steven dan pria itu terlihat antusias saat melihat kebrigasan Sandra melumpuhkan lawannya.
Para penonton kembali berteriak antusias, melihat ketangguhan wanita yang mereka anggap lemah, ternyata begitu mengerikan.
Sandra kini kehilangan kendali atas dirinya, ia terus menghajar wanita sombong dengan pukulan bertubi-tubi di wajah dan perut. Ia seakan menjadikan lawannya sebuah samsak tinju.
Sandra menarik rambut wanita itu, meletakkan wajah pongah lawannya di pagar kawat dan menyeretnya. Bisa dibayangkan bagaimana rupa wanita itu sekarang dan kebrigasan Sandra.
Sandra melemparkan lawannya di tengah-tengah ring dan tanpa banyak berkata-kata, Sandra menggunakan gerakan taekwondo yang paling mematikan, ia menggunakan salah satu lutut kakinya menyerang ulu hati lawannya, hingga membuat wanita sombong itu menyemburkan cairan merah dari mulutnya.
Wanita itu terlihat dipenuhi luka dan cairan merah di wajah dan sekujur tubuh berotot nya. Sementara tubuh Sandra sudah dibasahi oleh keringat dan kedua telapak tangannya terlihat lecet.
Satu serangan saja, lawannya pasti akan kalah. Sandra mengatur nafasnya dengan memejamkan mata. Mendengar teriakan orang-orang yang menginginkan kematian ratu ring.
Sandra mendekati wanita itu yang sudah tak berdaya, ia duduk diatas perut wanita tersebut dan mengarahkan, salah satu siku tangannya dan kembali menekan leher lawannya yang terkenal tangguh itu.
Sandra terus menekan leher wanita di bawahnya yang terus mencoba memberontak dengan kedua kaki bergerak-gerak.
Lawannya terlihat tidak bergerak lagi, wajah lawannya terlihat begitu merah kebiru-biruan. Mata terbuka dan mulut menganga.
Sandra berdiri menatap lawannya yang sudah tidak bernyawa dengan nafas ngos-ngosan. Ia tidak ingin membunuhnya, namun peraturan harus seperti itu.
Serokan kemenangan tentang dirinya terdengar di luar ring. mereka menyambut pemenang baru di dunia bawah tanah itu.
Yang memenangkan taruhan begitu bangga dengan Sandra, sang petarung baru yang membawa kemenangan.
Steven tidak kalah senangnya, ia dengan bangga mengatakan, Sandra adalah temannya kepada para penonton.
Ring terbuka, pemilik hiburan bawah tanah itu mendekati Sandra dan mengangkat salah satu tangan Sandra dan mengumumkan kemenangan atas ketangguhan wanita itu, melumpuhkan sang ratu ring.
Sandra hanya terdiam, ia tidak memperdulikan semuanya. Yang terpenting ia bisa mendapatkan uang yang ia inginkan dan bisa membahagiakan putrinya kembali.