Mommy, My Angel

Mommy, My Angel
bab 77



"Kami sudah menyingkirkan semuanya, tuan. Sekarang, kami sedang berusaha melumpuhkan wanita itu." Seorang pria yang merupakan ketua gengster, sewaan tuan Winston kini melaporkan semua hasil pekerjaan mereka dengan mudah.


Tuan Winston dan nyonya Louis, tersenyum puas. Pria itu bahkan kini dengan posisi arogannya sambil menikmati cerutunya. Sedangkan nyonya Louis sedang memasang rencana untuk menghabisi Sandra.


"Ambillah, itu bonus untuk kalian. Segera bawa gadis kecil itu!" Titah tuan Winston. Menyerahkan susunan dollar di dalam koper berwarna hitam.


Pria yang merupakan gangster itu merasa senang bukan main, mendapatkan bayaran plus bonus menggiurkan.


"Senang, bekerjasama dengan anda tuan," sahut pria berwajah mengerikan itu.


Tuan Winston terdiam, dengan nyonya Loius terus tersenyum puas. Akhirnya ia bisa mengalahkan Sandra. Dan membuat Sandra kembali menderita, melalui putrinya.


"Persiapkan, dirimu. Kita akan kembali!" Perintah tuan Winston. Kini tinggal mereka di dalam kamar pribadi tuan Winston.


Pria rupawan dengan tubuh masih terlihat gagah itu, berjalan menuju ruangan ganti. Sejak tadi tuan Winston hanya mengenakan baju mandi berwarna putih, memamerkan dada bidangnya.


Nyonya Louis masih terdiam di posisinya dengan pandangan terus mengikuti langkah besannya itu.


Wanita berwajah cantik dengan tampilan masih terlihat segar itu, menyusul tuan Winston menuju ruangan pribadi pria itu.


Tuan Winston tersentak kaget, saat sepasang tangan melingkar di pinggangnya. Pria itu hanya diam dengan wajah datar.


Memandangi wanita di belakangnya dengan lekat, salah satu wanita yang menjadi partner ranjangnya.


Nyonya Melinda Louis dan tuan Matthew Winston, merupakan partner ranjang di masa muda mereka dulu.


Di mana, tuan Matthew Winston adalah sahabat akrab tuan Louis. Mereka bersahabat sudah lama dan Melinda adalah kekasih tuan Louis.


Melinda dan Matthew melakukan hubungan spesial di belakang tuan Louis. Mereka sering menghabiskan waktu panjang bersama dan tanpa sepengetahuan tuan Louis yang saat itu sudah menjabat sebagai pemimpin di perusahaan keluarga.


Melinda dan Matthew, sama-sama saling membutuhkan. Di mana Melinda begitu kesepian dan jarang mendapatkan sentuhan dari kekasihnya. Hingga ia mengajak Matthew untuk melakukan hubungan spesial di belakang tuan Louis.


Hingga pada akhirnya Melinda menikah dengan tuan Louis, namun hubungan spesial mereka masih terus terjalin.


Sedangkan Matthew yang merupakan pria hyper, sangat beruntung mendapatkan tawaran yang begitu menarik dari seorang wanita cantik dan seksi.


Matthew dan Melinda mengakhiri hubungan mereka, saat Matthew sudah menikah dengan istrinya yang merupakan pewaris sebuah perusahaan ternama.


Namun terkadang saat membutuhkan, keduanya manis melakukan hubungan panjang bersama.


Hari ini nyonya Melinda Louis tiba-tiba merindukan partner ranjangnya itu. Walaupun sudah memasuki usia separuh abad, hasrat nyonya Louis masih menggebu-gebu, apalagi dia jarang berkumpul dengan suaminya yang sejak dulu selalu mementingkan urusan pekerjaan.


"Aku merindukanmu, Matt," bisik nyonya Louis dengan suara di buat menggoda.


Jari-jari lentik yang terawat mahal itu, kini menari-nari di dada polos tuan Winston dan kecupan bibir wanita itu di punggung tuan Winston, membuat pria yang masih terlihat perkasa itu tersulut gairah.


"Hentikan, Melinda!" Titah tuan Winston, menahan tarian jari-jari lentik itu yang sudah sangat dekat dengan benda terlarangnya.


Pria bertubuh kekar itu hanya mengenakan dalam saja, ia belum sempat, mengenakan pakaiannya saat mantan partnernya itu masuk.


"Kenapa? Apa kamu tidak merindukan tubuhku? Bukankah, kau begitu memuja tubuh indah ini?" Nyonya Louis berpindah posisi berdiri di hadapan tuan Winston.


Membawa salah satu tangan kekar besannya itu di area terlarangnya. Wanita itu tersenyum, saat melihat tatapan haus dan kelaparan pria di hadapannya.


"Kau!" Tuan Winston mendorong tubuh nyonya Louis ke arah nakes, mengangkat tubuh wanita bertubuh sempurna itu di usianya tidak muda lagi.


Tatapan tuan Winston begitu mengerikan, ia menatap lekat wajah cantik wanita di dalam genggamannya itu.


"Aku merindukanmu Matt, merindukan sentuhanmu," bisik nyonya Louis.


Tuan Winston pun segera membungkam mulut nyonya Louis dengan ciuman ganasnya juga sentuhan memabukkan.


Terjadilah kisah lama terulang kembali hubungan terlarang antara besan itu, tanpa malu dengan usia keduanya.


……


"Apa yang kalian katakan, hah!" Seorang pria kini terlihat murka di ruangannya.


Austin yang mendapatkan kabar dengan ketidakberesan di lokasi kekasihnya itu. Ia bisa melihat alarm bahaya yang kini Sandra dan Aurora hadapi.


"Siapa yang sudah lancang, menyentuh milikku!" Murka Austin.


Wajah pria itu begitu mencekam, anak buahnya bahkan begitu ketakutan.


"Mereka kelompok gangster tuan," lapor anak buah Austin.


"Siapkan aku helikopter!" Teriak Austin menggema.


"Kita kembali sekarang!" Lanjutnya, segera berdiri dari duduknya dan melangkah keluar dari ruangan pribadinya.


Beberapa anak buahnya kini mengikuti di belakang tuan penguasa itu. Wajah Austin terlihat begitu murka. Mengetahui, kekasihnya dalam bahaya.


"Tunggu aku, baby," monolognya dengan raut, khawatir.


….


"Kembali sekarang!" Di tempat lain, kini terlihat sosok remaja tampan mulai bergerak meninggalkan hunian pribadinya, menuju lapangan penerbangan khusus pesawat pribadinya.


Erland segera, membatalkan beberapa pertemuan penting dengan para petinggi di negara lain.


Saat melihat rekam bahaya yang dihadapi gadis kecilnya. Ia juga bisa melihat lokasi gadis itu.


"Aku akan memenggal kepala kalian, kalau sampai terjadi sesuatu dengan milikku," tukasnya dengan nada dingin dan tajam.


Kerahkan semua anak buah kita, untuk menyelamatkan gadisku. Habisi semua kelompok itu, atau perlu bakar mereka semua!" Titah Erland murka.


Wajah pria berwajah tegas dan penuh wibawa itu begitu tampak marah. Ia segera melakukan penerbangan, untuk kembali.


Meninggalkan rencana keluarganya yang akan melakukan perjodohan dengan dasar politik itu.


Erland akan bertunangan dengan seorang putri dari salah satu tokoh berpengaruh di wilayahnya.


Namun remaja itu menolak keras, bahkan mengancam untuk melepaskan status kebangsawanannya.