
"Apa yang daddy katakan?" Kendrick begitu syok, mendengar penuturan sang daddy. Yang mengatakan tidak akan memberikan biaya pengobatan lagi kepada, cucunya.
"Maaf, tapi daddy tidak punya kelebihan lagi untuk membantu kalian," tukas tuan Louis dengan wajah sedihnya.
Kendrick dan Stella begitu terkejut dan tidak percaya atas apa yang tuan Lou katakan. Kehilangan segalanya?
"Mommy mu sudah melakukan kesalahan besar, dengan menggelapkan semua uang perusahaan dan bukan itu saja, perusahaan juga menjadi buruk atas beredarnya video asusila mommy mu," tuan Louis begitu tenang mengucapkan segalanya, namun siapa yang menduga. Perasaannya begitu terluka sekarang ini.
Nyonya Louis yang sedang berada di atas ranjang pasien hanya bisa terdiam. Ia seakan tidak mampu menyembunyikan rasa malumu. Apalagi video asusila dengan besannya tersebar luas di dunia maya.
"Maafkan, aku suamiku!" Nyonya Louis turun dari ranjang dan berjalan, mendekati suaminya.
Kendrick dan sang istri hanya bisa berdiam di sudut ruangan. Sedangkan tuan Winston sendiri masih dalam perawatan dengan kedua kakinya harus mengalami inputansi kepada kedua lututnya, akibat timah panas yang merusak dan menghancurkan tulang lututnya.
Tuan Louis masih terdiam dengan tatapan datar, pria berusia 50 tahun itu, enggan menatap istrinya. Ia hanya bisa mengepalkan kedua telapak tangannya untuk menahan segala emosinya juga persaaan hancur.
"Aku terpaksa melakukannya demi cucu kita dan ini semua karena wanita sialan itu," ujar nyonya Louis yang memasang wajah penyesalan dan di akhir kalimat ia menaruh kesalahan kepada — Sandra.
"Seharusnya, wanita itu membiarkan kami membawa gadis buta itu, karena dia adalah keturunan kita," lanjut nyonya Louis dengan wajah bencinya.
Wajah pria di sampingnya semakin mengeras, istrinya begitu arogan dan tidak ingin mengakui kesalahannya.
"Aku bersumpah, akan membuat wanita itu hancur!" Pekik nyonya Louis dengan wajah penuh dendam.
"Aku akan merebut gadis buta sialaan itu dari …."
"CUKUP MELINDA!" Sentak tuan Louis dengan mata tajam.
"Cukup!" Ucap tuan Louis kembali kali ini dengan suara tercekat.
"Sudah cukup,kau membuatku harus mendapatkan kutukan dari seseorang, sudah cukup, aku menerima kesialan atas perlakuan mu, sudah cukup, aku menanggung semua rasa malu dan kesakitan atas kegilaan yang kamu perbuat, sudah, sudah cukup.
"Aku lelah, dan mulai saat ini, aku melepaskan tanggung jawabmu sebagai istriku dan aku menarik kembali namaku yang tersemat di namamu, nyonya Melinda Will." Tuan Louis akhirnya mengatakan akhir dari kehidupan rumah tangganya yang telah hancur dalam sekejap mata saja.
Kendrick dan Stella begitu terkejut, apalagi nyonya Melinda yang tiba-tiba seluruh tubuhnya menjadi tak berdaya.
Wanita itu membeku di tempatnya dengan tatapan tidak percaya, ia ingin menyentuh suaminya, namun tuan Louis menghindar. Baginya istrinya begitu menjijikkan.
"Tidak, kau tidak mungkin melakukan itu suamiku. Aku tahu, kau begitu mencintaiku," sela nyonya Melinda yang kini memohon di depan suaminya dengan wajah memelas sedih.
Tuan Louis tersenyum lirih, ia menatap putranya, yang begitu terkejut atas keputusannya.
"Yah, aku begitu mencintaimu, hingga aku begitu bodoh sudah diperdaya oleh kemanisan kata-katamu,"
"Semua ini salahku, karena aku tidak pernah menjadi figur ayah yang hangat dan selalu ada untuk kalian. Aku hanya memberikan kalian jaminan materi tanpa harus mengajarkan kalian sikap dewasa dan kemanusiaan." Tuan Louis begitu terluka hatinya saat ini, tanpa sadar, air matanya menetes melalui ekor matanya yang terlihat begitu sedih.
"Tanda tangani lah. Maaf aku tidak bisa memberikan apapun lagi untukmu, semua sudah habis tak tersisa. Semua barang-barang mewah mu sudah habis terjual untuk menutupi hutang yang selama ini kamu sembunyikan dariku." Tuan Louis, menyerahkan berkas surat gugatan perceraian kepada istrinya.
Nyonya Melinda, bangkit dari berkutik nya dengan wajah sembab. Ia memohon dengan begitu sangat kepada pria yang sudah memberikan kehormatan dan kemewahan kepadanya.
Padahal dahulu ia hanyalah seorang yang miskin dan dari kalangan kumuh. Ia yang merupakan seorang wanita yang memiliki ambisi tinggi bisa menjadi seorang nyonya besar.
Berani mengambil tantangan untuk bisa menjadi kekasih tuan Louis saat itu. Padahal tuan Louis sedang memiliki tunangan.
"Aku mohon, jangan lakukan itu suamiku. Aku harus tinggal di mana dan kehidupan apa yang harus aku jalani?" Di tengah situasi yang begitu sulitnya, nyonya Louis masih memikirkan kehidupan yang harus ia jalani.
Membuat tuan Louis begitu muak, ia menyentakkan kakinya yang dalam pelukan istrinya dengan kasar. Yang membuat nyonya Melinda terhempas ke belakang.
Wanita itu berusaha menghalang-halangi suaminya pergi dengan menahan sekali lagi salah satu kaki tuan Louis.
Nyonya Melinda tidak memikirkan lagi harga dirinya, yang terpenting dia harus mendapatkan kehidupan layak dan tidak ingin hidup susah.
"Suamiku, aku tidak akan pernah bercerai darimu!" Teriak nyonya Melinda dengan wajah frustasi.
Kendrick yang melihat sang mommy, hanya diam tanpa menghapus, wanita yang sudah melahirkannya itu.
Wanita itu begitu sakit hati, melihat video panas sang daddy dengan ibu mertuanya.
Nyonya Melinda terkejut ia menggeleng kepalanya dengan wajah memelas sedih, ia pun merangkak mendekiti sang putra yang hanya bisa diam.
"Semua ini karena mommy, jadi terima semuanya atas hasil yang mommy perbuat sendiri." Kendrick menyingkirkan tangan mommynya kasar dan meninggalkan wanita yang merupakan ibunya sendi.
"Akan ada petugas panti jompo kesini menjemput, mommy. Aku tidak akan mampu menampung mommy di kediaman wnqita yang mommy sakiti," lanjut Kendari, lantas berlalu keluar dari ruangan perawatan nyonya Melinda.
Sedangkan wanita itu hanya bisa menangis dengan wajah tertekan, ia tidak bisa hidup miskin. memikirkannya saja, membuat nyonya Melinda gila.
Wanita itu menggelengkan kepalanya deh wajah syok, ia juga sambil menarik-narik rambutnya dan berjalan mengelilingi kamar pasien.
Wanita itu menangis juga berganti wajah khawatir dan was-was. Tidak beberapa lama terdengar suara kekehan, wanita yang terkenal anggun juga arogansi itu.
Semuanya sudah hancur, nama baik juga kemewahan kini sudah musnah, sekarang nyonya Melinda harus menghadapi kehidupan pahit di lingkungan panti jompo.
"Semua ini karena wanita itu. Aku akan membunuhmu wanita sialan. Aku akan membunuh gadis buta pembawa sial itu. Aku akan membunuh kalian!" Nyonya Melinda berteriak histeris dan diakhiri tawa lepas yang terdengar begitu mengerikan.
……
"Selamat malam, baby." Austin yang masuk ke dalam kamar Aurora pada jam tengah malam itu, sengaja mengejutkan Sandra yang sedang berada di balkon kamar rawat putrinya.
Austin menempatkan kedua lengan kekarnya di pinggang ramping Sandra dan memeluk wanitanya itu dari belakang.
"Kau belum tidur, hum?" Tanya Austin yang meletakkan dagu lancipnya di pundak Sandra yang ditutupi syal rajut yang hangat.
Sandra hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya, ia juga menautkan salah satu jari-jari mereka. Wanita itu begitu menikmati pelukan hangat pria yang selalu menemaninya itu.
Sandra juga menyandarkan kepalanya di kepala Austin, posisi keduanya begitu terlihat romantis. Apalagi Austin begitu memeluk wanitanya dengan posesif, penuh cinta dan kasih sayang.
"Aku belum ingin tidur," sahut Sandra dengan suara pelan.
Austin mengecup pundak wanitanya itu dan mengubah posisi dengan membalik badan Sandra.
Keduanya kini saling menatap, dengan Austin yang begitu lembutnya merapikan rambut wanitanya.
"Apa yang kau pikirkan?" Tanya Austin yang diiringi kecupan hangat di kening dan hidung mancung Sandra. Saat wanita itu mendongak menatap wajah rupawannya.
"Tidak! Aku hanya memikirkan kehidupan selanjutnya," ucap Sandra yang suaranya terdengar begitu lirih. Wanita itu melingkarkan kedua tangannya di pinggang kekar Austin dan menyadarkan wajah di dada bidang pria itu.
"Hiduplah bersamaku, maka aku akan memenuhi hari-harimu dengan cinta dan kebahagiaan." Austin berkata dengan begitu tulus. Pria itu begitu menginginkan wanita dalam pelukannya ini dan begitu sangat mencintainya. Butuh enam tahun untuk bisa menemukan kembali wanita yang sudah berhasil menaklukkan hatinya yang beku dan kali ini, Austin berjanji akan menjadikan Sandra miliknya untuk selamanya.
Austin
Sandra.
kendrick
tuan Winston.
erland remaja 16 tahun