Mommy, My Angel

Mommy, My Angel
bab 70



Di sisi lain, keluarga Louis kini merasakan kepanikan luar biasa. Kesehatan putri kesayangan mereka dalam keadaan sekarat. Waktu yang dokter minta untuk segera mendapatkan donor sumsum tulang belakang untuk putri mereka hanya tersisa 1 Minggu lagi.


Kalau sudah lewat dari itu, mereka akan kehilangan putri kesayangan untuk selamanya.


Kendrick dan Stella tidak bisa melakukan apapun lagi, segala usaha untuk menemukan pendonor untuk mendapatkan sumsum tulang belakang untuk putri mereka, namun tetap, hasilnya nihil.


Keduanya hanya bisa meratapi dan putrinya dengan wajah sedih. Entah langkah apa yang harus mereka akan lakukan.


Kesehatan dan kondisi tubuh putrinya, sudah menolak melakukan berbagai pengobatan. Kondisi gadis itu semakin hari semakin menurun.


…..


"Sayang!" Seru Kendrick, saat melihat istrinya yang menangis di samping ranjang sang putri.


Stella menoleh dengan raut wajah lembab, kedua matanya tampak membengkak. Wajah cantik itu begitu lesu dan tidak terawat.


"Putri kita. Aku tidak mau kehilangan putri cantik kita sayang," sahut Stella dengan tangisan sedih dan pilu.


Kendrick segera memeluk istrinya dengan perasaan juga wajah yang sama.


Rasa takut menyelimuti hari-hari pasangan suami-istri itu. Harta dan kekuasaan mereka tidak mampu menyelamatkan putrinya.


…….


Sementara di tempat lain, tepatnya di salah satu gedung tinggi dan megah, kini terlihat suasana begitu meriah.


Nyanyian dengan ucapan selamat ulang tahun diiringi tepuk tangan gembira juga meriah atas bertambahnya usia seorang gadis cantik yang kini penampilannya bak bidadari.


Aurora merayakan hari ulang tahunnya yang ke 7 tahun dan ia merayakan bersama teman sekolahnya. Gadis itu juga mengundang para anak-anak berkebutuhan khusus dan terlantar.


Senyum indah terus terpatri di raut wajah gadis cantik itu. Meskipun ia tidak bisa melihat kemeriahan pesta ulang tahunnya, Aurora masih bisa merasakan. Apalagi dirinya di temani oleh orang-orang yang dicintainya.


Kali ini Aurora bertambah bahagia dengan kehadiran — saudaranya Lewis. Aurora begitu bahagia saat mengetahui Lewis adalah, saudaranya.


Para pemburu berita juga tidak luput untuk mengabadikan kebahagian Aurora. Oleh sebab itu, tema pesta pagi ini adalah, tema karakter kartun dan harus mengenakan topeng.


Aurora mengenakan pakaian ala princess dan bagian wajah atasnya di mengenakan topeng indah.


Begitu juga dengan Sandra. Wanita itu begitu tampak berbeda. Anggun dan mempesona, tidak lupa, Sandra juga menutupi wajahnya. Sedangkan Austin sejak tadi setia di samping wanitanya.


Aurora kini memotong kue di depannya dan Sandra membantu putrinya. Potongan pertama, Aurora memberikan kepada sang mommy.


Sandra begitu terharu dengan apa yang sekarang mereka lalui. Dari Kepahitan kini berubah kebahagiaan.


Sandra begitu bersyukur dengan kesempatan atas kebahagiaan yang diberikan Tuhan untuknya dan sang putri. Dirinya juga begitu bersyukur, dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.


"Selamat ulang tahun, sayang." Sandra memeluk putrinya dan membisikkan ucapan selamat ulang tahun. Tidak lupa, wanita itu mencium seluruh wajah putrinya.


"Terimakasih, mom. Aku yang seharusnya berterima kasih, sudah melahirkanku dan mengajariku banyak hal, hingga sekarang aku bisa belajar arti kebaikan dan perjuangan dari mommy. Terimakasih, atas kerja keras mommy selama ini untuk membesarkanku. Aku menyayangimu, mom." Aurora mengatakan segala isi hatinya yang tulus. Gadis kecil itu begitu bersyukur bisa terlahir dari sosok wanita tangguh dan mandiri seperti — mommynya.


"Mommy juga begitu bersyukur, bisa melahirkan putri hebat sepertimu. Mommy juga begitu menyayangimu," Sandra membalas ucapan putrinya dan kini mereka saling berpelukan.


Sandra hanya bisa berdoa, semoga kebahagiaan terus hadir di kehidupan mereka. Bukan itu saja, Sandra berdoa semoga putrinya terus mendapatkan kesuksesan.


"Ehem." suara deheman terdengar. Membuat keduanya melepaskan pelukan. Sandra tersenyum kepada remaja tampan dan gagah di depannya.


"Erland!" Seru Sandra tidak lupa senyuman wanita itu.


"Selamat ulang tahun, princess," ucap Erland dan memberikan bingkisan kado kepada Aurora.


"Terimakasih, kak. Wah ini isinya apa?" Gadis itu menggoyang-goyangkan kado berukuran kecil di tangannya.


"Buka lah!" Pinta Erland sambil tersenyum tipis.


Sandra dan yang lainnya yang berada di dekat Aurora, begitu terkejut, saat melihat isi kado dari, Erland. Sebuah kalung berlian dengan bentuk sederhana. Siapa yang menyangka, harga kalung brilian itu bisa membeli beberapa unit apartemen mewah.


"Apa kamu tidak salah memberikan kepadanya?" Sandra bertanya dan terbata.


"Tidak!" Sahut Erland singkat.


"Apa ini sungguh indah?" Aurora menyela dengan wajah begitu bahagia


Lewis mendekati saudari nya dan mengatakan kalau kalung itu sungguh indah.


"Benarkah?! Tanya Aurora antusias.


Lewis pun mengangguk dan bocah laki-laki itu terlihat ikut berbahagia.


"Kamu beruntung, putrimu begitu disayangi oleh seorang pangeran," bisik Cindy, menggoda Sandra.


"Apa yang kau katakan. Putriku masih kecil," sahut Sandra pelan.


"Yah, dia masih kecil namun sudah menjadi kesayangan seorang pangeran," ujar Cindy lagi.


"Itu tidak mungkin, seiring waktu mereka pasti akan kembali asing. Apalagi pangeran Erland akan kembali ke negaranya," jelas Sandra. Ia tidak akan memiliki mimpi tinggi, putrinya di cintai seorang pria yang memiliki kekuasaan dan status tinggi.


"Kita lihat saja. Apa kamu tidak melihat kalung itu? Yang aku lihat di majalah perusahaan berlian ternama, kalau kalung itu di pesan khusus oleh seorang pangeran untuk, calon istrinya." Cindy kembali berbisik dan kali ini Sandra begitu terkejut.


"Itu tidak mungkin, bisa saja itu seorang pangeran lain," Sandra mencoba mengelak lagi.


"Terserah," sahut Cindy.


Sandra menatap ke arah depannya, di mana pangeran Erland begitu lembut memasangkan kalung berlian di leher putrinya.


Remaja laki-laki itu juga menatap putrinya begitu kagum. Seakan menyimpan sesuatu yang spesial.


"Apa dia begitu tampan, sehingga kau tidak berkedip dan mengabaikanku." Ungkapan yang terdengar di sampingnya, membuat Sandra terloncat kaget. Wanita itu bisa melihat, wajah kesal Austin.


"Dia memang tampan, bukan?" Tanya Sandra. Membuat Austin semakin kesal dan tidak terima wanitanya memuji seorang pria selain dirinya. Meskipun pria itu masih tergolong remaja.


"Tapi lebih tampan aku dan seksi aku," sahut Austin dengan tingkat kepercayaan diri.


Sandra mengalihkan tatapannya dan ia menelisik seluruh wajah pria tampan itu dan ia mengakui, kalau Austin begitu tampan dan seksi.


"Hum!" Gumam Sandra tanpa sadar.


Austin pun terkejut dengan pengakuan wanitanya. Ia menerbitkan senyum lebar saat itu juga.


"Kau mengakuinya?" Tanya Austin yang segera meraih pinggang ramping Sandra.


Sandra mengakukkan dan membalas senyuman Austin. "Semua orang akan mengakui itu. Karena kamu memang begitu tampan dan seksi," ucap Sandra jujur.


Pria itu pun lantas memeluk Sandra. Mendapatkan pujian untuk pertama kalinya dari wanita yang begitu dicintainya.


Suasana pesta ulang tahun Aurora pun semakin meriah. Apalagi kedatangan tamu-tamu istimewa dan terkenal.


Kebanyakan dari rekan kerja Austin. Yang mengakui Aurora adalah putrinya.


Ada juga para penggemar Aurora dan meminta Aurora mempersembahkan sebuah musik khusus untuk mereka.


Dengan senang hati, gadis itu melakukannya. Aurora begitu terlihat anggun. Gadis itu bermain biola di atas panggung yang diberi efek, bagaikan di kayangan.


Aurora membuat semua para tamu dan kawan-kawannya terpesona. gadis cantik itu terlihat, menggambarkan karakter princess di sebuah kartu populer.