Mommy, My Angel

Mommy, My Angel
bab 86



"Brak!" Cindy berjalan dengan tergesa untuk mendekati Sandra. Tanpa sengaja, ia menabrak meja hias yang terdapat hiasan di sana.


Sandra yang sedang sibuk di dapur, terkejut dengan kedatangan Cindy dengan wajah paniknya.


Mereka kini tinggal di sebuah rumah di kawasan elite, rumah pemberian Austin. Pria itu memaksa kehendaknya, agar sang kekasih mau tinggal bersama di rumah tersebut.


"Ada apa?" Tanya Sandra, yang ikut panik melihat wajah Cindy. Ia juga mendekati wanita itu.


Cindy memegang kedua tangan Sandra dan wajahnya terlihat begitu ketakutan.


Cindy yang sedang berada di halaman depan, dibuat terkejut oleh kedatangan seseorang dan memaksa, putranya untuk ikut.


"Selamatkan, putraku. Aku mohon!" Pinta Cindy dengan wajah begitu ketakutan.


Sandra menjadi heran dan bingung, ia segera memeluk tubuh bergetar Cindy.


"D-dia … dia ada di sini!" Sentak Cindy gugup yang membuat ucapannya terbata.


Sandra melepas pelukannya dan menatap Cindy lekat, Cindy menggakuk saat paham dengan tatapan Sandra.


"Pria itu ada di sini dan berusaha mengambil putraku," ucap Cindy pelan dan berakhir dengan tangisan yang lepas.


Sandra segera berlari keluar, ia tidak akan membiarkan kehidupannya kembali diusik oleh masa lalunya.


"Lepaskan, mereka!" Sandra begitu marah, saat melihat sosok yang begitu ia kenali kini berusaha mendekati, Aurora dan Lewis.


Kedua pasangan suami-istri itu berhenti untuk memaksa, Aurora dan Lewis. Kini mereka menatap Sandra dengan tatapan berbeda.


Kendrick dan Stella, nekat mendatangi kediaman Sandra dengan menyewa seorang detektif handal untuk mengetahui keberadaan — Sandra juga Aurora.


Mereka juga nekat, melanggar aturan dan penjagaan khusus keluarga mereka untuk bisa memasuki wilayah yang dikuasai Austin dan Erland.


Mereka rela mengeluarkan uang banyak agar bisa memasuki negara tersebut, juga secara diam-diam, menyuruh seseorang untuk mengintai dan mengawasi kediaman mewah Sandra.


"Wow, apa wanita itu sudah berhasil mengambil hati seorang pria kaya, hingga membuat wanita itu menjadi sombong?" Komentar Stella saat melihat penampakan, rumah mewah Sandra juga beberapa mobil sport berjejer rapi.


"Ternyata, dia hanya wanita penggoda, beruntung kau tidak terjerat dengan wanita itu," lanjut Stella, saat tiba di depan rumah Sandra.


Kedua pasangan suami-istri itu, mengintai dari pagar tinggi menjulang di hadapan mereka. Dari kejauhan, keduanya bisa mendengar tawa keceriaan juga tawa anak-anak.


Mendengar itu, Stella menjadi emosi. Sementara Kendrick terdiam dengan wajah linglung.


"Mereka begitu keterlaluan, berbahagia di saat putriku dalam keadaan sekarat, sungguh manusia yang tidak memiliki perasaan, wanita itu tidak pantas mengasuh seorang anak, kita harus mengambil gadis kecil itu, bagaimanapun caranya," cerca Stella dengan wajah berapi-api dan emosi.


Begitu membenci, kebahagiaan yang didapat Sandra dan putrinya. Di saat keluarganya hancur juga putrinya yang sedang sekarat.


Mereka tidak datang berdua, pasangan suami-istri itu, membawa beberapa bodyguard juga seorang pengacara kondang yang mereka bayar mahal.


Dengan wajah sombong dan menantang, seakan-akan Stella adalah wnqita berkuasa, begitu lancang membuka pagar kokoh, kediaman Sandra.


Kendrick sejak tadi hanya bisa terdiam, ia tidak percaya kalau mantan kekasihnya itu, bisa hidup mewah.


Pria itu seakan tidak memiliki rasa malu untuk meminta haknya atas putri yang dulu ia tolak dan campakkan.


Namun mereka tidak, mengetahui watak dan ketangguhan Sandra dan seseorang di balik kebahagiaan juga kehidupan baru Sandra dan Aurora, ada sosok pria berkuasa. Yang tidak akan membiarkan, wanitanya tersakiti.


Kendrick tercengang, saat melihat sosok gadis kecil yang begitu cantik berlari-lari ke arahnya. Sosok gadis cantik yang memiliki wajah yang begitu mirip dengannya.


Pria itu membeku di tempatnya dengan dada yang berdenyut kencang, melihat putri yang ia tolak, kini tumbuh sebagai gadis mungil yang cantik.


"Tidak salah lagi, dia adalah putrimu. Kita akan lebih mudah mengambil dari hak wanita murahan itu." Stella berkata dengan raut wajah bahagia.


Kendrick hanya bisa diam dan masih menatap lekat, putri biologisnya itu.


Pria itu terkejut, saat suara anak laki-laki meneriaki mereka dan refleks, Aurora menghentikan gerakan larinya.


Kendrick bisa melihat darah dagingnya yang lain, kini menarik Aurora menjauh dari mereka.


Namun dengan sikap arogannya, Stella mendekati kedua anak itu. Lewis bahkan, dengan berani melawan Stella, wanita yang begitu ia takuti, hanya untuk melindungi saudara perempuannya.


Melihat itu, Kendrick lagi-lagi dibuat tercengang dan kebingungan. Ia menganggap dirinya tidak berguna.


Namun bisikan kelembutan itu, dikuasai oleh keegoisan dan ditumbuhi oleh hasutan sang istri, arogan.


……


Stella mengalihkan pandangannya ke arah Sandra yang muncul dari pintu utama rumah mewah itu.


Begitu juga Kendrick, yang begitu tercengang, melihat berubah mantan kekasihnya yang memiliki kisah cinta yang begitu indah di masa lalu.


Sementara Sandra, memasang wajah datar dengan tatapan nyalang. Yang bersiap untuk melindungi anaknya. Bagaikan karakter predator betina buas yang berdiri paling depan untuk melindungi keturunannya dari para pemburu.


Sandra memberikan perintah kepada para pelayan, untuk membawa putrinya masuk juga Lewis.


Stella dengan tidak tahu malunya, mencoba menahan Aurora dan memaksanya. Ia tidak memperhatikan tatapan mengerikan Sandra yang terhunus tajam.


"PLAK!


"Lepaskan, putriku! Tidak semua orang bisa menyentuh putriku!" Sandra mengambil tubuh mungil putrinya yang berada di genggaman — Stella dan memberikan wanita itu satu tamparan kuat.


Stella memegangi pipinya yang mendapatkan, sebuah telapak tangan dari Sandra. Wajah wanita itu seketika berubah kejam.


Kendrick sendiri, hanya bisa menatap Sandra dengan pandangan yang tidak jelas.


"Kami akan mengambil hak asuh, gadis ini," ungkap istri Kendrick dengan percaya diri.


"Mengambilnya, berarti kalian tidak menyayangi nyawa kalian." Sandra berkata dengan nada penuh peringatan dengan pandangan mata tajam mencekam.


"Kau tidak berhak, mengasuh seorang anak di bawah umur dengan pribadi kasar sepertimu. Aku takut, outrimu akan tumbuh menjadi murahan, nantinya."


"PLAK," satu tamparan lagi kini melayang di pipi lainnya.


Sudut bibir Stella, berdarah. Wanita itu begitu kesakitan mendapat kesempatan untuk mengalihkan perhatian — Sandra