
Suasana istimewa dan meriah, kini terlihat di kediaman mewah juga megah. Tampak riuh suara tepuk tangan terdengar mendominasi ruangan terbuka yang sudah dihias seindah mungkin.
Tepat hari ini, pernikahan penuh kemewahan juga kemegahan dilakukan oleh para pewaris kerajaan bisnis paling berpengaruh di negara tersebut.
Pernikahan kedua kalinya yang dilakukan oleh pewaris tahta perusahaan Louis group dan seorang wanita cantik dari pewaris Wingston group.
Kedua pasangan pengantin itu tampak terlihat bahagia, apalagi kedua orang tua mereka.
Kemeriahan pernikahan itu tidak luput dari liputan para awak media cetak, televisi dan media sosial. Seluruh negara tersebut gempar dengan pernikahan istimewa itu yang akan menjatuhkan dua perusahaan paling berpengaruh.
Sungguh sebuah kehormatan bisa berada di tengah-tengah berlangsungnya acara pernikahan mewah tersebut.
Namun tidak dengan sosok wanita yang sejak tadi menatap kebahagiaan kedua pasangan pengantin baru itu.
Air matanya terus saja mengalir, membasahi wajahnya yang sejak seminggu terakhir ini terlihat kacau.
Bagaimana tidak, suaminya kini melangsungkan pernikahan di depan matanya dengan seorang wanita yang lebih sempurna darinya.
Yang lebih membuatnya sakit hati dan terluka batin adalah, raut bahagia suaminya. Pria itu seakan tidak peduli akan perasaannya sebagai seorang seorang istri yang tidak rela, suaminya menikahi wanita lain.
Hanya karena dirinya tidak dapat melahirkan keturunan kembali setelah, melahirkan anak kedua dan lagi-lagi ia melahirkan bayi cacat. Kali ini wajah putranya tampak normal, namun, putranya diagnosa mengalami kebutuhan khusus.
Dan membuat wanita itu semakin hancur, ketika dinyatakan tidak akan bisa memiliki keturunan lagi dan harus menerima kenyataan bahwa sang suami akan melakukan pernikahan, saat dirinya masih tertekan.
Kini, disaat dirinya masih terpuruk dan berduka, ia harus menyaksikan suaminya begitu menikmati hari pernikahannya tanpa memperdulikan dirinya.
Tidak tahan dengan pemandangan di depannya yang membuatnya pilu dan kecewa, Cindy pun segera berlari memasuki Mansion mewah Loius.
Ia tidak bisa melakukan protes apapun, setelah mendapat ancaman dari ibu mertuanya. Wanita kejam itu, mengancamnya akan menjadikan dirinya sebagai janda dari tuan muda Louis tanpa mendapatkan apapun.
Cindy pun dengan berat hati menerima kenyataan pahit itu, demi bisa terus bersama suaminya, demi status sosial juga demi kemewahan.
Namun kali ini, Cindy menolak membuang putranya. Menurut Cindy dan kedua orang tuanya, putranya bisa bermanfaat kelak juga bagaimanapun putranya terdaftar sebagai ahli waris.
Cindy pun membawa kembali putranya yang masih berusia 2 Minggu. Namun tidak sedikitpun ia menatap putranya, ia hanya mengandalkan seorang perawat khusus dan menempatkan putranya di sebuah paviliun pelayan.
"Aku berjanji, akan membuat wanita itu menderita." Cindy berjalan dengan hati terluka. Wanita itu berjanji akan membuat istri kedua suaminya menderita.
"Kau hanya milikku, suamiku. Tidak akan ada wanita yang bisa menempati hatimu selain aku. Hanya aku yang akan, menjadi nyonya muda Louis di kediaman ini." Cindy terus bermonolog untuk menghilangkan perasaan sakit hatinya.
"Aku bersumpah, akan membuat wanita sombong itu menghilang dari muka bumi ini," monolognya lagi dengan wajah begitu mencekam.
Ia memandangi ibu mertuanya dari lantai atas kediaman Louis. Ia menajamkan tatapannya penuh kebencian kepada wanita — arogan itu.
"Kau harus mati," batinnya dengan amarah yang begitu bergelora ingin melenyapkan ibu mertuanya.
……..
"Selamat, untuk kalian berdua," ucap seorang pria gagah yang merupakan pemilik perusahaan Wingston.
Kedua pasangan yang baru saja menjadi suami-istri itu tersenyum. Pasangan wanita segera memiliki pria kesayangannya itu dengan linangan air mata.
"Terimakasih dad," ucap wanita cantik itu yang memeluk begitu erat sang daddy.
"Semoga kau selalu bahagia, nak," pria berwajah tampan di usia 40 tahun itu pun mendoakan putrinya.
"Pasti daddy, dia pria yang selama ini aku ingin," bisiknya sambil terisak.
"Terimakasih daddy sudah menjadikan dia milikku," lanjut wanita itu.
Pria dengan tubuh masih terlihat gagah itu, mengangguk. Namun tatapan matanya terlihat begitu menyimpan banyak luka.
"Kebahagiaan selalu menyertai kalian," pria itu kembali memberikan doa kebahagiaan untuk putri dan menantunya.
Kini pria itu merangkul pinggang ramping istrinya dan mengecup kening wanita yang sudah menjadi istri keduanya.
"Aku akan selalu menjaga dan membahagiakan nya," sambung Kendrick dengan tatapan penuh cinta kepada istrinya.
Wanita itu hanya bisa tersenyum bahagia, akhirnya semua impian untuk mendapatkan Kendrick telah terpenuhi.
Stella Wingston, sosok wanita cantik jelita. Segala kesempurnaan melekat kepadanya. Rupa yang menawan, tubuh indah dan status sebagai pewaris perusahaan terbesar di negara tersebut.
Stella sudah menaruh perasaan suka kepada Kendrick sejak masa kuliah dulu. Ia adalah teman wanita satu-satunya Kendrick. Mereka sering menghabiskan waktu bersama. Bahkan kebanyakan orang mengatakan mereka pasangan kekasih.
Tidak jarang mereka juga sering menghabiskan waktu di ranjang sebagai bentuk persahabatan keduanya.
Hingga sikap Kendrick berubah saat menjalin hubungan percintaan dengan seorang wanita dari kalangan biasa.
Stella pun tidak bisa menerimanya, ia berulang kali ingin menyingkirkan Sandra. Namun wanita itu terlalu cerdas dan tangguh, untuk ia singkirkan.
Hingga ia pun memohon cinta kepada Kendrick, namun pria itu menolak karena Kendrick hanya menganggap dirinya sahabat. Kendrick juga begitu sangat mencintai kekasihnya.
Stella akhirnya menyerah dan memilih menjauh. Meninggalkan negara itu dan kembali ke negara asal sang mommy.
……
"Hey!" Seru pria yang tidak lain suaminya sendiri.
"Apa yang sedang Kamu bisa pikirkan?" Tanya Kendrick, meraih pinggang ramping istrinya dan menghadapkan ke arahnya, pria itu menyesap sejenak bibir istrinya itu dan memandangnya penuh kekaguman.
"Aku hanya memikirkan masa lalu kita," pungkas Stella.
Kendrick terlihat menampilkan senyum menawan, membawa wanita yang sudah menjadi istrinya itu ke dalam pelukan.
"Ternyata, sumpah ku menjadi kenyataan," gumam Stella.
Kendrick melepaskan pelukannya dan menatap istrinya dengan wajah penasaran.
Stella tampak tersenyum sambil mengusap rahang tegas suaminya, tatapan wanita itu begitu dalam.
"Aku pernah bersumpah, suatu saat bisa memilikimu," tandas Stella.
"Bukankah, aku pernah mencintaimu dan sampai sekarang akan tetap seperti itu," lanjut Stella.
"Maaf!" Timpal Kendrick.
Stella menautkan kedua alisnya bingung. "Untuk apa?" Tanya lembut.
"Pernah mengabaikan perasaanmu demi dia," terang Kendrick. Ia merasa bersalah pernah mengecewakan Stella dan seakan-akan menyesal telah mencintai — Sandra.
"Seharusnya, aku mendengarmu saat kau mengatakan dia bukanlah wanita tepat," ucap Kendrick dengan pandangan menerawang.
"Hingga, aku pun melihatnya sendiri. Dia begitu buruk," tandas pria itu lagi.
Stella memeluk tubuh kekar suaminya penuh perasaan lega, sekarang dia sudah menjadikan pria ini miliki nya.
"Maaf!" Bisik Kendrick.
"Hum! Terkadang kita butuh bukti nyata untuk melihat yang sebenarnya," ujar wanita yang terlihat begitu anggun dengan gaun pernikahannya itu.
Keduanya pun saling bertukar kebahagiaan dengan senyum begitu indahnya. Kebahagiaan yang diwarnai oleh perasaan terluka wanita lainnya. Cindy menatap keduanya dengan tatapan kemarahan bercampur kecewa.
Kedua tangannya hanya bisa terkepal erat dengan dada bergemuruh panas, antara perasaan cemburu dan sakit hati.
"Selamat datang di kehancuranmu, wanita murahan." Cindy berkata dalam hati dan berlalu dari posisinya yang berada di lantai dua kediaman Louis.