
Semua sudah bersiap di tempat akan dilaksanakannya pertandingan berikutnya.
Jenika dan juga Tiara berjalan dengan angkuhnya melewati Kinara dan juga Claudia, dengan percaya dirinya, ia yakin akan menjadi pemenang dalam lomba kali ini .
Mereka mendapat giliran yang pertama.
Pertama Jenika melakukan lompat jauh yang mendapat skor 1, 4 cm semua bertepuk tangan. skor Jenica adalah skor tertinggi dari semua murid yang sudah melakukannya lompat jauh.
Sekarang giliran Tiara, selama ini dia selalu berlatih. Tiara sudah cari tahu perlombaan apa saja yang akan masuk dalam nilai ujian akhir.
Tiara mengambil ancang-ancang dan ia pun melompat, ia berhasil mendapat skor 1,5 cm semua memberikan tepuk tangan kepada Tiara.
Tiara menunjuk pada Kinara meremehkannya.
Ketiga giliran Claudia, Claudia tak terlalu mementingkan skor lompatannya yang jelasnya Ia hanya ingin lulus.
Claudia melakukan lompatan, skornya hanya mendapat 100 cm masih dinyatakan lulus.
Setelah Claudia kini tiba giliran Kinara.
Semua fokus pada Kinara termasuk Tiara dan juga Jenika, selama ini Kinara banyak memberikan kejutan kepada mereka akan kah kali ini kita juga membuat kejutan dengan jarak lompatannya.' pikir mereka semua.
Tiara menunjukkan wajah sombong dan angkuhnya, dalam hati ia tak ingin Kinara mengalahkan skornya, selama ini dia sudah berlatih cukup keras untuk mendapatkan skor tersebut, ia ingin menjadi skor tertinggi dengan begitu dia akan kembali dipandang oleh teman-temannya.
Kinara melakukan lompatan, semua tercengang saat guru menyatakan jika Kinara melompat dengan jarak 2,3 meter. Tiara sangat terkejut tak percaya dengan pencapaian yang diperoleh oleh Kinara, Kinara berjalan disampingnya kemudian balas meremehkannya. Semua teman-teman semakin mengeluhkan nama Kinara dan semua itu membuat Tiara sangat kesal.
[Bip skor serangan balik +60]
Mereka lanjut ke olahraga selanjutnya. dari keempat olahraga Kinara mendapat akumulasi nilai tertinggi sedangkan Tiara mendapatkan nilai tertinggi ke 2 dalam skor akumulasi tersebut.
Tiara sangat kesal, Ia duduk di sisi lapangan tak lama kemudian Revan datang dan memberikannya air minum dan ikut duduk di sampingnya.
"Sudahlah kamu jangan terlalu kesal seperti itu, yang jelasnya kamu kan bisa lulus. Adapun nilaimu yang kalah dengan Kinara, aku rasa Kinara memang pantas mendapatkan nilai itu dia melakukan semuanya dengan sangat baik."
"Selama ini aku sudah berlatih dengan sangat keras. Namun, tetap saja Kinara masih unggul dariku," kesalnya.
Revan mulai merayu Tiara dengan memujinya, Tiara yang terlihat sangat kesal kini terlihat tersipu malu karena pujian-pujian dari Revan.
Kinara mendengar mereka bermesraan. Namun, ia mengabaikannya mereka. Kinara tau jika mereka sengaja memamerkan kemesraannya, tapi tak ada artinya sama sekali untuk Kinara.
Kinara duduk di sisi lapangan, Revan memperhatikan Kinara semakin lama ia merasa Kinara semakin cantik. Revan tak bisa melepas pandangannya dari Kinara.
Tiara menyadari tatapan Revan yang terus memperhatikan Kinara.
"Revan Aku ingin minuman dingin, apa kau bisa membelinya untuk ku," pinta Tiara bermanja-manja pada Revan.
"Ya udah aku beliin sekarang ya," ucap Revan pun pergi membelikan minuman yang diminta oleh Tiara. Tiara bermaksud pamer pada Kinara jika Revan sangat memperhatikannya.
Tak lama kemudian Vano menghampiri Kinara yang terlihat sedang bersantai di sisi lapangan, Vano memegang kepala Kinara dengan penuh sayang dan perhatian, "Kita istirahat ditempat teduh yuk," ajaknya.
Kinara hanya mengangguk dan menggapai uluran tangan Vano dan mereka pun pergi ke tempat yang lebih nyaman. Perlakuan Vano, sungguh sangat manis membuat Tiara menjadi sangat iri pada Kinara, bahkan kekasihnya sendiri diam-diam menatap Kinara.
Kinara punya hubungannya dengan Vano?" tanya Revan saat sudah duduk di samping Tiara.
"Apa Kinara dan Vano ada hubungannya?" tanya Revan.
"Entahlah memangnya kenapa?" tanya Tiara balik melihat kearah Vano.
"Nggak aku cuma tanya aja . Mereka terlihat belakang ingin sangat dekat, Kinara juga terlihat sangat cantik hari ini," ucap Revan tanpa sadar ia masih mengagumi kecantikan Kinara.
"Sudah aku tak mau lagi, minum lah sendiri," ucap Tiara yang kesal kemudian pergi meninggalkan Revan. Revan hanya menggaruk kepalanya ia sadar akan kesalahan yang diperbuatnya.
Kinara dan Vano duduk di salah satu bangku taman dihalaman sekolah mereka.
"Vano, bisa kah mulai saat ini kau menjaga jarak dari ku. Maksudku mulai saat ini kau tidak usah mendekatiku lagi!" ucap Kinara.
"Tapi kenapa? bukan Kah aku masih punya waktu seminggu untuk mempersiapkan ujian dan bukankah kau sudah janji jika aku bisa mengalahkan nilaimu kau akan mempertimbangkan untuk menjadi teman baikmu," ucap Vano tak terima saat kinara memintanya untuk menjauhinya.
"Kamu tak usah tahu alasannya, sekarang aku mohon jaga jarak diantara kita. Semoga ujianmu dapat nilai yang baik," ucap Kinara kemudian meninggalkan Vano yang masih tercengang dengan ucapan Kinara. Selama ini ia berusaha keras untuk belajar agar bisa mengalahkan nilai Kinara, walau ia tahu Kinara memiliki kecerdasan di atasnya.
Semua guru memuji Kinara dengan pencapaian ujian fisiknya.
"Wah hebat ya, kamu di puji-puji semua guru," ucap Claudia merasa iri.
Kinara hanya tersenyum menanggapi pujian para guru dan juga teman-temannya termasuk Claudia yang tak pernah bosan memuji kemampuannya.
Keesokan harinya ujian tertulis pun digelar semua orang tua murid berkumpul di sekolah, mereka menyemangati anak-anak mereka sebelum mengikuti ujian. Begitu juga dengan ibu tirinya, ia. datang, tapi hanya untuk menyemangati Tiara tak sedikitpun ia melirik kearah Kinara.
Ayah Natasha juga datang dia menghampiri Kinara yang terlihat berdiri memandang mereka semua.
"Kinara kamu harus bersemangat, ini adalah ujian terakhir kalian semua. Kamu pasti bisa lulus dan menjadi orang yang sukses dikemudian hari." ucap Ayah Natasha menyemangati Kinara.
"Terima kasih, Pak. Aku akan melakukan yang terbaik."
Ujian pun akan segera dimulai para murid sudah masuk ke kelas masing-masing, tempat dilaksanakan ujian dan para orang tua diminta untuk keluar saat ujian sedang berlangsung. Mereka ingin peserta ujian tak terganggu dengan kehadiran orang tua mereka.
Ujian pun berlangsung, Kinara hanya membaca soal soalnya kemudian langsung mengisi jawabannya. Tak sampai 30 menit Kinara sudah menyelesaikan semua soal soal tersebut, membuat ingin mengumpulkan kertas jawabannya. Namun, guru mengatakan mereka hanya bisa mengumpulkan setelah 30 menit jam pelajaran membuat Kinara hanya duduk menunggu waktu pengumpulan kertas jawabannya.
Jenika melempar sesuatu ke arah Kinara. ya ,Jenika melempar bola kertas kearah Kinara.
"Ibu guru, ada yang menyontek," ucap Jenika langsung berdiri dan menunjuk ke arah Kinara disaat Kinara sedang memegang bola kertas tersebut.
"Pantas saja Kinara, kamu cepat selesai kamu menyontek ternyata," sindir Tiara.
"Kinara. Apa benar kamu menyontek?" tanya guru pengawas tersebut sembari mengambil bola kertas yang ada di tangannya."
"Nggak kok, aku sama sekali nggak nyontek, Bu. Aku hanya memungut bola kertas itu saat ada yang melempar ku," jelas Kinara.
"Kinara bohong, Bu. Aku melihat sendiri dia menyontek," tambah Jenika.
🌹🌹 Terima kasih sudah membaca 🌹🌹