Mafia In The School

Mafia In The School
Pesona Vincent.



Penampilan terakhir sebentar lagi akan selesai. Namun, Vincent masih tertegun dalam lamunannya.


"Maaf tuan muda, apa kita keluar sekarang?" ucap asisten Vincent yang selalu menemaninya kemanapun ia pergi.


Vincent masih tak menggubrisnya, hingga asisten tersebut memberanikan diri untuk menyentuh lengan Vincent barulah ia tersadar dari lamunannya. Vincent melihat ke arah asistennya seolah bertanya ada apa.


"Pertunjukannya sudah hampir selesai, Anda masih ingin disini atau … kita sebaiknya keluar dari gedung ini sebelum yang lainnya juga keluar dan saling berebut." Asistennya mencoba membujuk Vincent untuk keluar lebih dulu, melihat banyaknya penonton di ruangan itu dan tak ada jalan keluar yang lain selain pintu utama.


Mendengar semua itu Vincent pun berdiri, asistennya berkata benar sebaiknya ia keluar lebih awal jika tak mau berdesak-desakan nantinya.


Begitu Vincent berdiri, beberapa orang di sekitarnya langsung memperhatikan ke arahnya, Vincent mengenakan pakaian sekolah namun, sangat berbeda dari mereka.


Aura Vincent sangat terpancar di antara puluhan penonton saat ia berdiri. Saat ia menghadap ke semua penonton, semua melihat ke arahnya melihat sosok pria yang begitu tampan dan berkarisma, terlebih lagi di sekitaran Vincent banyak pria berjas membuat ia semakin menjadi pusat perhatian di acara malam gala seni tersebut.


Melihat Vincent akan pergi dari acara tersebut, beberapa satpam yang bertugas mengawasi jalannya acara langsung sigap memberi pengawalan dan memberikan jalan agar memudahkan untuk Vincent keluar dari gedung tersebut.


Beberapa murid lainnya hanya mendengar nama Vincent adalah nama dari pemimpin sebuah geng yang disegani di kota, dan beranggotakan beberapa anak SMA dari beberapa sekolah. Mereka berpikir bahwa pemimpin dari gang tersebut adalah seorang pria dewasa. Namun, ternyata mereka semua Salah. Vincent masih duduk di bangku SMA dan mampu memimpin sebuah geng Mafia.


Namanya Sangat terkenal dimana-mana, mereka semuanya mengenal nama Vincent dan menghormatinya tanpa tahu seperti apa rupanya. Hanya segelintir orang yang tau sosok asli Vincent.


Banyak rekan bisnis yang tertipu dengan nama Vincent yang selama ini mereka kenal, Mereka semua beranggapan Vincent Pria dewasa sepantaran dengan mereka karena mampu menjalankan perusahaannya dengan sangat baik. Tak pernah bertemu langsung dengan mereka, selama ini mereka hanya bertemu dengan asistennya saja. Vincent mengandalkan asistennya dan dia hanya menampilkan namanya. Gaya bisnis yang menarik dan mematikan membuat mereka berspekulasi jika Vincent adalah pria dewasa yang kejam.


Satpam yang bertugas mengawasi jalannya acara langsung sikap memberi pengawalan pada Semua rombongnya, beberapa murid laki-laki juga ikut berjalan di belakang Vincent.


Seketika gedung yang riuh menjadi sunyi, semua saling berbisik dan bertukar informasi jika dia itu adalah si pemilik nama Vincent. semua fokus pada Vincent yang berjalan keluar, mereka baru menyadari jika Vincent ada di barisan mereka.


Vincent keluar dari gedung tersebut diikuti oleh beberapa puluh pasang mata baik itu murid laki-laki maupun murid perempuan semua mengagumi sosok Vincent yang baru mereka lihat, selama ini mereka hanya mendengar jika pemimpin dari SMA ternama tersebut bernama Vincent.


Di belakang panggung Kinara dan Tiara terus berjalan dan saling bercerita, sesekali mereka tertawa. Claudia tak henti-hentinya memuji keberhasilan Kinara mereka terhenti saat Tiara menghalangi mereka.


Tiara sangat kesal melihat mereka, tadinya ia ingin mempermalukan Kinara dengan mendaftarkan namanya secara diam-diam. Namun, dugaannya salah bukannya mempermalukannya Kinara, tindakannya mendaftarkan Kinara justru membuat saingannya bertambah, Kinara semakin terkenal bukan hanya sekolahnya saja kini Kinara juga sudah dikenal di sekolah-sekolah lain.


"Kalian jangan senang dulu ya, kalian belum tentu bisa mengalahkan penampilanku," ucap Tiara menghalangi jalan mereka.


"Kamu jangan sembarangan menuduh, ngapain juga aku daftarin Kinara, kamu pikir aku nggak punya kerjaan lagi apa!" Sahut Tiara tak terima.


"Kalau nggak mengaku juga nggak apa-apa, tapi kalau memang kamu yang mendaftarkan Kinara kami hanya ingin berterima kasih, jasamu sungguh sangat mulia," ucap Claudia tertawa.


Tiara mengeraskan rahangnya, mengepalkan tinjunya melihat Claudia menertawakannya, ia terus mencoba menahan dirinya.


"Oh ya, lain kali jika ingin mengerjai seseorang sebaiknya kamu pikir-pikir dulu, cari tahu dulu kemungkinan usahamu itu berhasil atau tidak, jangan seperti sekarang bukannya kau mempermalukan Kinara kamu justru malah membuatnya terkenal, aku yakin Kinara yang akan jadi pemenang. Jadi kamu jangan terlalu berharap untuk jadi pemenang malam ini," ucap Claudia kembali tertawa. Claudia benar-benar puas melihat wajah kesal dari Tiara, walaupun Tiara tak mengakui jika ia yang mendaftarkan Kinara secara diam-diam, tapi Claudia yakin jika Tiara lah Yang mendaftarkannya tak ada orang lain yang berani melakukan itu kecuali Tiara.


Tiara yang sangat kesal langsung ingin menampar Claudia, ia sudah melayangkan tangannya. Namun, tiba-tiba tangannya terhenti.


Claudia refleks bersiap menghalangi tangan Tiara yang dilayangkan padanya, tangan Tiara tak kunjung sampai padanya, ia melihat tangan Tiara terlilit sebuah pita.


Kinara sangat terkejut saat melihat ujung pita itu dipegang oleh Vincent.


Ya, Vincent menahan tangan Tiara yang akan menampakkan Claudia dengan sebuah pita yang dililit tangan Tiara sehingga membuat tangan Tiara tak bisa bergerak.


'Vincent, bukankah ini pria yang bersama Kinara malam itu?" batin Tiara yang masih mengingat wajah Vincent saat di pesta bersama dengan Kinara. Apa yang dilakukannya disini?' batinnya bertanya-tanya, Tiara terus mencoba melepas pita yang sudah melilit keras di tangannya saat Vincent menariknya lebih keras.


Sementara itu Claudia terpaku dengan sosok Vincent, pria yang sangat tampan dan terlihat sangat berwibawa.


'Siapa dia?' batin Claudia yang baru pertama kali melihat Vincent.


"Apa yang dilakukan Vincent disini?" batin Kinara masih terkejut dan terus melihat kearah Vincent yang juga melihat ke arahnya.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Terima kasih sudah membaca 🙏💖


Salam dariku Author M Anha ❤️ IG anha5569💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖