Mafia In The School

Mafia In The School
Pantang Menyerah Sebelum Mencoba.



Semua orang di kota itu belum ada yang tahu jika ayah Natasha walikota mereka adalah pemimpin sebuah geng hitam dan juga Sebagai penyelenggara acara balap tersebut.


Jabatannya sebagai walikota di kota itu membuat jalannya semakin mudah dalam menjalankan kepemimpinannya di game tersebut. Dengan mudah ia mengatur semuanya dan leluasa menjalankan bisnis mereka, mengumpulkan pundi-pundi rupiah tanpa dicurigai.


Jabatannya sebagai pemimpin geng hitam membuat semua yang ada di sana tak bisa membantah keputusannya di saat ia memilih Kinara sebagai salah satu wakil dari geng mereka. Semua terkejut dengan keikutsertaan Kinara dalam pertandingan penting tersebut. Namun tak ada yang berani mengelak.


"Aku yakin Kinara akan memberikan yang terbaik buat kita, jadi kalian harus saling bekerja sama untuk memenangkan balapan ini! Jangan mengecewakan game kita," ucap Ayah Natasha kepada semua pembalap yang mewakili geng mereka.


Semua hanya diam, tak satupun yang menjawab. Mereka hanya saling menatap dan memandang Kinara dengan tatapan meremehkannya, tatapan yang sangat dibenci oleh Kinara.


Beberapa pembalap sudah bersiap di garis start, suara deru mesin motor yang sudah di modifikasi saling bersahutan-sahutan. Mereka melambaikan tangan pada para pendukung mereka.


Mereka terlebih dahulu akan mencoba sirkuit yang akan mereka lalui dan Sebagai pemanasan memulai pertandingan sesungguhnya sekali menentukan garis start mereka.


Para satu-satu mulai menjajal sirkuit membuat para penonton sudah histeris mendukung para pembalap yang mulai berlaga. Namun tidak dengan Kinara, dia masih sibuk dengan motornya, Kinara tak tahu cara menjalankannya.


Disaat yang lain sudah berlomba


Kinara masih berada di dalam Paddock. Sibuk dengan kuda besinya yang tak bersahabat dengan.


Suara motor sudah bersahut-sahutan meninggalkannya. Kinara masih sibuk mengecek apa yang salah dengan tunggangannya. Tak tahu apa yang masalah dengan motornya.


"Sial, sial, sial," geram Kinara dalam hati.


"Ayo dong nyalah," ucapnya terus mencoba untuk menyalakannya.


Beberapa kali ia mencoba. Namun, tetap saja mesin motornya tak mendukungnya. motornya tetap tak mau menyala bahkan beberapa pembalap lain sudah melakukan putaran pertama dan sudah berada di garis start.


Beberapa pembalap yang juga mewakili tim Nafa Hitam saling memberi kode dan melihat ke arah Kinara, meremehkan Kinara yang tadi dibanggakan oleh ketua mereka.


"Sudah kuduga, anak itu hanya membuat masalah pada tim kita," ucap salah satu kru yang ada di Paddock dimana Kinara juga masih ada di sana berjibaku dengan kendaraannya.


"Jangan mengolok-ngoloknya, nanti dia bisa menangis dan melaporkan kalian para mamanya," sahut yang lainnya membuat mereka semua tergelak tertawa menertawakan Kinara.


Kinara tak menghiraukan mereka. Ia tetap fokus pada motornya. Kinara tak ingin dikalahkan hanya karena tak bisa menyalakan motornya, kekalahan yang sangat memalukan. pikir Kinara mengeratkan giginya menahan emosinya.


Ayah Natasha sengaja menyiapkan motor yang berbeda dari yang lainnya, yang memiliki fungsi lebih bagus dari motor yang lainnya. Namun, sepertinya Kinara tak tahu cara menggunakannya, waktu yang sangat mepet membuat dia tak punya waktu untuk mencoba motor tersebut.


"Ada apa dengan Kinara, mengapa tak ada yang membantunya?" tanya ayah Natasha melihat Kinara yang belum bergabung dengan pembalap lainnya.


Sebentar lagi balapannya dimulai, Kinara yang tak putus asa mendorong motornya agar ia bisa ikut dalam pertandingan tersebut. Ia ikut bergabung dengan pembalap lainnya yang sudah berada di garis star, bersiap untuk memulai pertandingan.


Disaat yang lainnya sudah mainkan gas mereka, saling bersahut-sahutan menanti tanda dimulainya balapan. Kinara masih sibuk dengan motornya yang tak mau bekerja sama dengannya.


"Hei, kau. Apa kau akan ikut balap ini dengan mendorong motormu?" ucap salah satu pembalap yang berada di sampingnya.


"Diam kalian! urus urusan kalian sendiri! Aku mau mendorongnya atau menunggangi motorku itu terserah aku. aku akan memenangkan balapan ini, lihat saja nanti," suruh Kinara pada mereka yang menertawainya.


Mereka berdua terkejut saat mendengar suara dari balik helm tersebut adalah suara seorang wanita, membuat mereka langsung diam dan kembali fokus pada motor mereka.


Ayah Natasha yang duduk di salah satu deretan penonton di area VIP merasa resah melihat Kinara.


Hai, kau. Ada apa dengan Kinara? Dia terlihat dalam kondisi tidak baik-baik saja, coba kamu periksa! Apa yang terjadi dengannya!" ucapnya pada salah satu ajudannya.


"Akan saya periksa, Pak." ucapnya kemudian berlari menuju ke arah Kinara yang ada di tengah sirkuit.


Pertandingan balap kali ini diikuti oleh 36 pembalap mewakili masing-masing geng mereka ada juga individual. Ini terbilang dalam balapan bebas.


Seorang wanita mulai berjalan di depan mereka, mengibarkan bendera di tangannya dan hitungan mundur juga sudah dimulai.


Semua pembalap sudah siap di posisi masing-masing, begitu aba-aba mulai dan wanita tersebut mengangkat benderanya para pembalap langsung melajukan motornya dengan sangat kencang, saling menyalip dan saling berebut ingin berada di posisi terdepan.


Baru saja balapan dimulai, sudah ada beberapa pembalap yang jatuh karena saling senggol kendaraan mereka.


Baru saja orang yang tadi diperintahkan oleh ayah Natasha akan menghampiri Kinara motor Kinara sudah berbunyi.


Semua bersorak saat motor Kinara berhasil di nyalakan. Ternyata semua pandangan penonton tertuju pada Kinara dan masalah.


Segala emosi dan kekesalan yang sedari tadi ditahannya membakar jiwa Mafianya. Kinara langsung menarik gasnya mengejar para pembalap lain yang sudah meninggalkannya cukup jauh.


Suara teriakan penyemangat dari penonton seolah bertujuh pada Kinara, semua menyemangati Kinara termasuk Ayah Natasha.


Ketegangan yang dirasakan ayah Natasha tiba-tiba hilang sudah saat melihat aksi Kinara yang sudah semakin mendekati pesaingnya.


Bukan hanya para penonton yang memperhatikan aksi Kinara. Namun juga beberapa tim lawan mulai resah melihat cara kinara membawa kendaraannya.


Jaraknya semakin mendekat ke arah pembalap lainnya.


"Siapa pembalap itu, dari tim mana dia?" ucap salah satu tim yang mulai panik melihat aksi Kinara.


"Sepertinya, Ia wakil dari game Naga Hitam," ucapnya saat sudah melihat daftar lomba peserta.


Semua mata tertuju pada Kinara yang sudah mulai melewati pembalap satu demi satu, bahkan orang yang tadi mencibirnya kini sudah tertinggal jauh, senyum Kinara terbit saat berhasil melewati beberapa orang yang tadi meremehkannya. Termasuk dari timnya sendiri.


"Aku akan memenangkan pertandingan ini, aku harus bisa menarik perhatian Ayah Natasha agar aku bisa masuk ke dalam gamenya. Aku tidak boleh kalah," batin Kinara semakin menambah kelajuan motornya, tujuannya saat ini hanya ingin lebih dekat lagi dengan misi balas dendamnya, ia harus bersabar. Bergabung ke gang Naga hitam adalah pilihan yang terbaik


🌹🌹🌹🌹🌹 Terima kasih 🌹🌹🌹🌹🌹