Mafia In The School

Mafia In The School
Tujuan Kinara.



Vincent melajukan mobilnya sesuai arahan Kinara, ia ingin bertanya Ke mana arah tujuan mereka. Namun, ia merasa bukan saatnya untuk bertanya melihat wajah serius dari Kinara. Ia bahkan bisa melihat Kinara menggenggam senjatanya dengan tangan gemetar.


"Ada apa sebenarnya dengan Kinara? Kenapa dia terlihat begitu sangat marah, apa dia marah karena mengkhawatirkan Vano," batin Kinara menggenggam erat setir mobilnya, ia merasa cemburu melihat kekhawatiran Kirana.


"Kita ke arah mana?" tanya Vincent saat jalan di depan merupakan pertigaan.


"Ke kiri," ucap Kinara yang diikuti oleh Vincent.


"Bisakah kau membawa kendaraan lebih cepat lagi, siput saja lebih cepat dari ini," sindir Kinara saat Vincent mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.


Tanpa menjawab Vincent menginjak gasnya dan melajukan kendaraannya. Vincent berpikir Kinara akan takut dengan kelajuannya, tapi sepertinya ia justru menikmatinya.


Kinara membuka kaca jendela mobilnya, membiarkan angin menerpa wajahnya dan ia memejamkan matanya, membuat ingatannya pada dirinya yang dulu terus berputar dan semakin jelas hingga ia sampai pada titik ledakan yang membuat ia kembali membuka mata dan tersentak kaget.


"Aku akan menghabisi mereka semua yang telah menyakitiku," gumamnya tanpa merubah posisinya mencoba kembali menutup matanya. mencoba mengingat kejadian kehidupannya di masa lalu.


Tinggal di kehidupan Kinara membuat ia menjadi melupakan dirinya yang dulu. ia menjadi Sedikit lupa dengan dirinya sendiri dan menikmati kehidupan Gadis remaja itu.


"Berhenti!" ucap Kinara membuat Vincent menepikan mobilnya.


"Ada apa?" tanya Vincent saat sudah beberapa lama mereka hanya duduk diam di dalam mobil.


"Apa kau percaya kehidupan reinkarnasi" tanya Kinara melihat kearah Vincent.


"Reinkarnasi?" tanya Vincent mengulangi ucapan Kinara.


"Apa kau percaya jika kita bisa saja hidup kembali setelah kematian? misalnya berpindah ke tubuh seseorang?" Ucapnya melihat lurus kedepan.


"Entahlah, kenapa kau tiba-tiba menanyakan hal seperti itu? Apa kau takut jika kau terluka dalam pertarungan kali ini dan berharap kau bisa reinkarnasi lagi?" tanya Vincent dengan nada bercanda.


"Apa kau percaya jika aku mengatakan aku bukan lah Kinara yang sedang duduk di dekatmu? Aku Kinara lain dari yang kau tau?" tanyanya lagi.


Vincent tawanya, "Apa kau ingin tahu sebuah Rahasia?" ucapnya tanpa memperdulikan pertanyaan Kinara yang tadi.


"Rahasia? Rahasia apa?" tanya Kinara mengerutkan keningnya melihat wajah Vincent yang terlihat begitu serius.


"Aku juga bukan Vincent ," ucapnya kemudian tertawa terbahak-bahak.


"Sudahlah percuma berbicara dengannya," batin Kinara mengurungkan niatnya untuk berterus terang kepada Vincent


[ Bib Skor transportasi - 100 ]


Kinara menghela nafasnya saat mendengar suara sistem yang kembali mengurangi nilainya.


"Kau tak boleh memberitahu siapa pun jati dirimu sampai misimu berhasil," peringat sistem.


"ya, ya, ya baiklah."


"Selain karena Vano, ada satu hal yang lebih penting dari semuanya. Sudahlah ini misi berbahaya, Aku tak mau melibatkan siapapun cukup antar aku sampai di sini!" ucap Kinara Ingin turun dari mobil. Namun, Vincent mengunci mobilnya.


"Sejauh mana kau tahu tentang geng mawar hitam?" tanya Vincent melempar lencana itu kepada Kinara.


Dengan sigap Kinara menangkap, lencana tersebut, dan memperhatikannya.


"Aku pikir aku banyak tahu tentang geng mawar hitam, tapi ternyata aku salah, aku tak tau apapun tentang geng itu."


"Apa kau bagian dari mereka?" tanya Vincent merasa curiga.


Kinara hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Vincent, dulu di geng tersebut dialah yang paling di takuti. Namun, semua itu tak menjamin keselamatannya.


"Yang aku tahu sekarang, Aku ingin menghabisi semua anggota geng tersebut, hingga mawar hitam tak lagi dikenal di dunia mafia," ucap Kinara memperhatikan lencana yang ada di tangannya.


Kinara membuka kaca jendela kemudian membuang lencana tersebut.


"Bawa aku ke gedung X" ucap Kinara kembali memasang sabuk pengamannya.


Vincent menuruti apa yang Kinara katanya ia kembali melajukan mobilnya menuju ke gedung X seperti yang di pinta Kinara.


Vincent masih mencerna perkataan Kinara, dimana ia ingin menghabiskan seluruh anggota geng mawar hitam, yang Vincent tau geng tersebut salah satu geng terkuat. 'Aku saja tak berani bersinggungan dengan mereka.' batinnya.


"Begitu sampai di gedung X, kinara langsung berjalan menuju ke lantai atas gedung tersebut diikuti Vincent. Disana sudah ada helikopter yang menunggu Kinara. "Kau sebenarnya mau kemana dengan helikopter itu?" tanya Vincent menghampiri Kinara yang akan pergi, menghampiri helikopter yang sejak tadi menunggunya. "jangan bilang kau ingin ke kandang musuhmu dengan menggunakan helikopter, itu sangat berbahaya. " Vincent menahan tangan Kinara.


"Aku tau, aku tak sebodoh itu." ucap kinara menepis tangan Vincent, helikopter ini akan mengantar kita ke sana, tenang saja aku sudah mengatur semuanya. jika kau ingin ikut silakan, tapi jika kau takut kau bisa kembali."


Kinara berlari menghampiri helikopter yang sudah siap untuk membawanya.


Vincent pun mengikuti Kinara , ia tak mungkin membiarkan Kinara pergi seorang diri, ia semakin yakin jika tujuan Kinara adalah markas mawar Hitam.


Helikopter pun berangkat membawa mereka ke sebuah pulau, hanya membutuhkan yang tak begitu lama, mereka pun sampai di pulau tersebut.


Kinara turun dengan santai dan menuju ke salah 1 speed boat yang ada di sana.


"Kinara sebenarnya kau mau kemana?" tanya Vincent yang terus merasa bingung semua seperti sudah direncanakan dengan sangat baik helikopter, speed boat kemudian apalagi kejutan yang akan dilihatnya. "Apa kau sudah merencanakan semua ini?"


"Tentu saja," jawab Kinara pasti. "Apa kau takut?"


"Aku sama sekali tak takut. Aku hanya ingin tahu saja bagaimana semua ini selanjutnya, sepertinya kau sudah mempersiapkan semuanya?"


"Tentu saja, kau pasti tau geng Mawar Hitam bukanlah geng mafia sembarangan, misi ini sangat berbahaya. Aku peringatkan kepadamu kita belum tentu kembali dengan selamat."


Vincent tersenyum saat Kinara menakut-nakutinya, "Aku bukan anak kecil yang kau takut takuti seperti itu, aku akan melindungi mu,".ucap Vincent mengangkat senjatanya dan naik ke speed boat tersebut. Mengambil kendali dan kemudian mengarahkannya ke sebuah pulau yang tak jauh dari pulau di mana mereka sekarang berada, sesuai arahan kinara.


🌹🌹🌹 Terima kasih sudah membaca 🌹🌹