
Ayah Kayla yang merupakan ayah tirinya yang bertubuh tegap mencoba menekan Kinara.
"Denger ya kamu Jangan sembarang menuduh kami. Apa maksud dari perkataan kamu itu? kamu menuduh kami jika kami lah yang menghabisi Kayla?" bentak ayah tiri Kayla menunjuk pada Kinara.
Kinara yang sejak tadi menahan emosinya langsung melepaskan tendangannya, membuat ayah tiri langsung tersungkur ke lantai.
Ibu Kayla memekik saat melihat suaminya, Kinara kembali melepaskan tendangan nya membuat pria itu kini tergeletak tak berdaya. Dengan cepat ia menguncinya tangannya.
Memutar lengannya hingga ayah Kayla berteriak kesakitan.
"Kinara, apa yang kamu lakukan? lepaskan dia!" ucap kepala Sekolah yang kini mencoba melepaskan Kinara dari orang tua Kayla.
"Katakan! Apa yang sebenarnya terjadi?" terus memutar lengan ayah tiri Kayla.
"Lepaskan dia!" seru Ibu Kayla mencoba mendorong Kinara. Namun, Kinara tak bergeming dan menghempaskan tangan ibu Kayla.
"Kinara, lepaskan! " Bentak kepala sekolah. Namun, kepala sekolah langsung terdiam saat melihat ayah Natasha masuk ke ruangan tersebut.
Kepala sekolah langsung menunduk hormat, Ia bingung mengapa sampai walikota datang ke kantornya.
"Kinara, lepaskan dia!" ucap Ayah Natasha membuat Kinara langsung melepaskan cengkramannya pada ayah tiri Kayla.
Ayah Natasha datang bersama beberapa polisi dan salah satunya adalah polisi yang kemarin berdebat dengan Kinara.
Polisi tersebut langsung berlutut.
"Katakan apa yang sebenarnya terjadi?" ucap ayah Natasha pada kedua orang tua Kayla.
"Anak kami meninggal di sekolah ini dan dialah pelakunya," tunjuknya pada Kinara.
Mendengar itu Ayah Natasha menggebrak meja dan menatap tajam pada mereka berdua, "Katakan yang sebenarnya," ucapnya lagi membuat kedua orang tuaku Kayla menjadi terdiam.
Polisi tersebut kemudian buka suara ..
"Maafkan saya, sebenarnya Kinara bukanlah pelakunya."
"Apa Anda bisa jelaskan Siapa sebenarnya yang menghabisi nyawa Kayla?" tanya kepala sekolah.
Polisi itu melihat kedua orang tua Kayla.
Ayah Natasha kemudian mengeluarkan sebuah berkas dan memberikannya kepada kepala sekolah, dimana berkas itu adalah berkas pelunasan hutang kedua orang tua Kayla dan menjadikan Kayla sebagai pelunas hutang tersebut.
Kedua orang tua Kayla telah menjual anaknya untuk melunasi hutang- hutangnya.
"Bisa Anda jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya kepala sekolah memperlihatkan berkas itu.
Kedua orang tua Kayla tak bisa mengelak dengan bukti tersebut. Mereka kemudian mengakui jika memang ia telah melakukan hal tersebut ia telah menukar Kayla sebagai pelunas hutang nya.
"Namun, kami sama sekali tidak membunuhnya," ucap ayah tiri.
Bug,
Satu tendangan lagi melayang ke arah perut ayah tiri Kayla.
"Kalian menjualnya sama saja kalian telah membunuhnya, Kayla baru 16 tahun, masa depannya masih panjang. Aku rasa Kayla lebih memilih mengakhiri hidupnya daripada harus menjadi alat tukar untuk hutang kalian." Kinara kembali menghajar ayah tiri dan juga ibu Kayla. Kinara melupakan jika dia sedang berada di ruang kepala Sekolah, ia membentak kedua orang tua Kayla karena tindakannya.
Kinara kemudian melihat polisi yang telah berlutut di hadapannya.
"Saya hanya diminta oleh mereka," tunjuknya pada Orang tua Kayla.
Semua melihat pada Orang tua Kayla, beberapa guru juga sudah ada di ruangan itu.
"Saat kejadian itu ada yang menelponku dan mengatakan jika aku berhasil menjebak Kinara sebagai pelakunya, maka ia akan akan memberikan kami uang sebanyak satu miliar.
Kami langsung menyetujuinya.
"Siapa orang yang nelpon kalian?" tanya ayah Natasha.
"Kami sama sekali tak tahu, dia menggunakan nomor rahasia, kami sudah mencoba menghubungi kembali. Namun, nomornya sudah tidak aktif. Ia kembali mengirim pesan menggunakan nomor ponsel lainnya mengatakan jika kami berhasil menjebak kinara dan memasukkannya ke dalam penjara ia akan langsung mentransfer uangnya pada kami," Jelasnya
"Anda seorang aparat kepolisian Anda seharusnya lebih mementingkan keadilan daripada uang, berapapun yang dijanjikan. Menuduh orang tanpa bukti itu adalah tindakan kriminal," ucapnya masih tak terima saat polisi tersebut menuduhnya.
Ayah Natasha yang memberi isyarat kepada dua polisi yang tadi ikut bersamanya.
Kedua polisi tersebut langsung menyeret polisi yang sejak tadi berlutut sudah dan dipastikan ia akan dicopot dari jabatannya dan mendapatkan sanksi dari pihak kepolisian.
"Kinara, kami minta maaf kami telah menuduhmu," ucap Ibu Kayla yang kini bergantian berlutut di hadapan Kinara, begitu juga dengan ayah tirinya yang sudah babak belur dibuatnya.
"Anda juga akan mendapat hukuman, secara tidak langsung adalah penyebab kematian anak Anda sendiri," sahut Ayah Claudia.
Polisi juga membawa kedua orang tua Kayla untuk mendapat hukuman
"Aku rasa semuanya sudah jelas, Kinara tak bersalah dalam hal ini, Kayla mengakhiri hidupnya karena alasan ini," ucap ayah Natasha menunjuk berkas hutang kedua orang tuanya.
"Tentu saja, Pak. Kinara sama sekali tak bersalah, sejak awal aku sudah merasa semua ini bukanlah kesalah Kinara," ucap kepala sekolah ikut membela Kinara.
Ruang kepala Sekolah menjadi hening setelah polisi dan kedua orang tua Kayla juga sudah dibawah, semua masalah sudah beres. Ayah Natasha berjalan duduk di salah satu sofa yang ada di sana. Memanggil Kinara untuk ikut duduk di sana, mereka membahas sesuatu hal yang terlihat sangat penting. Membuat guru dan kepala sekolah tercengang melihat keakraban keduanya.
Semalam Kinara tak tenang, ia kemudian menyelidiki latar belakang keluarga Kayla kemudian ia mendapati bukti tersebut di mana Ayah Kayla memiliki utang yang sangat banyak pada rentenir karena kecanduan bermain judi. Kinara pun mencoba mendatangi rentenir tersebut menanyakan perihal Kayla, awalnya mereka menolak kedatangan Kinara.
Kinara berhasil mendapatkan bukti setelah mintanya menggunakan kekerasan, memporak-porandakan kantor mereka. .
Ayah Natasha mengetahui tindakan Kinara dan meminta bukti itu.
Ia ingin mengurusnya dan meminta Kinara fokus pada ujiannya yang tinggal beberapa hari lagi.
"Kalau begitu saya permisi, Pak. Saya akan kembali ke kelas," pamit Kinara pada kepala sekolah begitupun pada ayah Natasha.
Begitu kita keluar dari ruang kepala Sekolah, ayah Natasha menyerahkan semua urusan Kayla kepada kepala sekolah.
"Tentu saja, Pak. Selebihnya akan kami urus," ucap kepala sekolah menunduk hormat pada walikota yang tak lain adalah Ayah Natasha salah satu murid yang sekolah di sana.
Kedatangan ayah Natasha menjadi pusat perhatian saat meninggalkan sekolah. "Apa hubungan Kinara dengan walikota? Mengapa beliau harus turun langsung menangani masalah Kinara?" mereka semua saling bertanya tanpa menemukan jawabannya.
Kinara kembali ke kelas Claudia langsung menyambutnya dan memberikan jadwal ujian praktek yang akan mereka lakukan keesokan harinya.
"Kinara aku tahu beberapa hari ini Kau pasti kurang istirahat karena masalah Kayla. Besok adalah lomba kebugaran fisik Apa kau akan baik-baik saja?" tanya Claudia khawatir.
"Aku baik-baik saja, aku akan menjadi juara," ucapnya dengan nada sombongnya membuat Claudia yakin jika Kinara sudah dalam keadaan baik-baik saja.
🌹🌹 Terima kasih sudah membaca 🌹🌹