
Kinara terus mengejar orang yang tadi dilihatnya, Ia yakin dia adalah tangan kanan dari ketua geng Mawar Hitam walau Ia hanya sepintas melihatnya, tapi ia masih bisa mengenalinya.
Kinara mengambil kesempatan saat mereka berada di sebuah lorong dan jarak mereka tak ada yang menghalangi. Kinara membidik kaki orang tersebut.
Dorrrr ... bunyi senjata memenuhi ruang dan bersamaan dengan jeritan pria yang dikejar Kinara. Kinara berhasil menancapkan timah panasnya di kaki orang tersebut.
Suara tembakan itu bisa didengar oleh Vincent dan juga Ayah Natasha yang memang berada dekat dari tempat Kinara berada.
Ayah Vincent menghentikan langkahnya dan mencoba mendengar sumber suara dan melihat di sekelilingnya jika tempat yang dituju nya adalah jalan buntu kemungkinan besar mereka salah arah dan kemungkinan lorong yang benar adalah lorong yang tadi di telusuri oleh Vincent. Mendengar letusan tadi ia menjadi khawatir dan dengan cepat Ia berlari kembali ke mulut lorong diikuti oleh Vano, kemudian memasuki lorong yang sama dengan Vincent.
Vincent juga mendengar bunyi letusan tersebut membuat dia semakin mempercepat langkahnya, ia yakin jika ia berada di jalur yang tepat.
Kinara mendekati orang itu, ia tersenyum sinis saat melihat orang tersebut tetap berusaha lari darinya walau hanya dengan menyeret satu kakinya.
"Kau mau kemana? Aku hanya ingin bertanya kepadamu, di mana ketua gengmu? jika kau menjawab dan memberitahu keberadaannya aku akan membebaskan mu."
Orang itu tak menghiraukan apa yang dikatakan Kinara, Ia terus berjalan tertatih-tatih hingga Kinara kembali membidik sebelah kakinya lagi.
Dorr, bunyi itu kembali menggelegar di ruangan itu, memantul ke ruangan lain khususnya sangat terdengar jelas oleh ayah Natasha dan juga Vincent yang semakin mempercepat langkah mereka.
Orang tersebut jatuh terjungkal dan tak dapat lagi menghindari Kinara, kedua kakinya sudah tak bisa digunakannya.
Kinara mendekat dan berjongkok mendekati orang tersebut.
"Katakan di mana ketuamu?" tanya Kinara. Namun, orang tersebut tetap bungkam tak ingin memberitahu apa-apa, mengunci rapat mulutnya.
"Apa kau pikir dengan menutup mulutmu seperti itu aku akan kasihan padamu dan membiarkanmu hidup? Apa kau masih kenal dengan Kinara yang tewas setahun yang lalu? Aku ingin tahu kau tertawa atau menangis saat mengetahuinya?" ucap Kinara semakin menekan senjata itu ke kepala orang tadi.
"Siapa kau? Mengapa kau mengenal Kinara?" ucapnya menatap mata Kinara rsmayz.
"Aku adalah Kinara, jadi katakan di mana ketua mu. Kau pasti tahu bagaimana cara aku menghabisi musuh kan?" ucap Kinara mengarahkan senjatanya turun ke paha orang tersebut.
Dorrr satu tembakan lagi bersarang di pahanya, membuat orang itu memekik namun Kinara sama sekali tak merasa kasihan bahkan ia menekan senjata itu ke luka tembak nya membuat orang itu terus menjerit kesakitan.
"Kinara, aku tak tahu apa-apa?" seru orang tersebut.
"Kau adalah orang kepercayaan ketua 'kan? Kau pasti tahu di mana dia. Kau pikir aku akan percaya jika kau mengatakan itu?" ucap kinara yang kini mengarahkan senjatanya ke paha yang lainnya. Kinara bersiap untuk kembali memuntahkan timah panasnya.
"Tunggu! Dia ada di sayap kanan, pergilah ke sana. ketua akan pergi menggunakan helikopter."
Kinara yang mendengar jawaban dari orang tersebut langsung memukul orang itu dengan senjatanya dengan sangat keras sehingga membuat orang tersebut langsung pingsan. Kinara dengan cepat menuju ke tempat yang diberitahukan orang tadi, sayap kanan adalah salah satu tempat untuk landasan helikopter saat keadaan darurat.
Kinara terus berlari dengan cepat menuju ke lokasi tersebut disusul oleh Vincent. Ayah Natasha yang juga sudah melihat mereka juga mengikutinya, ia semakin penasaran Sebenarnya apa yang ingin mereka cari di tempat ini. Jika benar Kinara ingin bertemu dengan ketua dari gang Mawar Hitam itu merupakan suatu tindakan yang sangat berbahaya dan ia tak boleh membiarkan mereka begitu saja.
Kinara yang sudah hampir sampai di tempat itu, ditujunya kembali di hadang oleh beberapa orang geng Mawar Hitam, perkelahian pun kembali terjadi, mereka hanya menggunakan tangan kosong, saling baku hantam pun tak terhindarkan.
[BIP skor transformasi +100 + 200]
Poin Kinara kembali bertambah saat Vano melihat cara bertarung Kinara menggunakan tangan kosong, ia pikir Kinara hanya pandai menggunakan senjata. Namun, ternyata Kinara juga lihai dalam ilmu beladiri.
Dengan cepat mereka menumbangkan semua musuh mereka.
Kinara kembali mempercepat langkahnya menuju ke bagian sayap kanan markas tersebut di susul Ketiga Pria di belakangnya.
Mereka sampai di sebuah ruangan, di mana di ruangan itu berkumpul orang-orang andalan dari geng Mawar Hitam. Di antara mereka ada ketua geng yang Sudah dari tadi dicarinya.
"Selamat datang. Kalau boleh tahu apa yang membuat kalian semua datang ke sini tanpa diundang?" ucap ketua geng tersebut dengan ucapan santainya, dia bahkan sempat-sempatnya menuangkan wine di gelasnya kemudian meminumnya dengan elegan.
Kinara yang kesal mengambil senjatanya dan langsung menembak gelas tersebut saat ketua Geng itu kembali ingin meminum winenya membuat orang-orang yang ada di sana langsung mengarahkan senjatanya ke arah Kinara.
Ketua geng tersebut memberi isyarat untuk menurunkan semua senjata, mereka semua langsung menurutinya dan kembali menurunkan senjata mereka.
"Apa yang kau inginkan?" tanya Ketua gang tersebut menatap Kinara, ia hanya melihat jika Gadis itu ingin membunuhnya pasti akan mengarahkan senjatanya pada dirinya bukan pada gelasnya. Ia yakin ia ingin mengetahui sesuatu darinya.
"Aku hanya ingin tahu apa alasanmu menjebak Kinara setahun yang lalu?" tanya Kinara dengan begitu lantang hingga membuat orang-orang yang ada di sana langsung saling melihat, mereka semua mengenal nama yang diucapkan oleh Kinara tadi.
Ketua geng tersebut tersenyum tipis dan melihat Kinara dari atas hingga ke bawah, ia hanya melihat anak berusia belasan tahun dan ia berani masuk mengucapkan geng dan terlebih lagi ia mengenal Kinara yang merupakan salah satu anggota geng yang sangat jarang dikenal oleh orang lain bahkan musuh-musuh mereka hanya mengenalnya sebagai mafia nomor 1, hanya itulah julukan Kinara.
"Siapa kau dan mengapa kau ingin tahu?" tanya ketua geng tersebut yang kini kembali duduk dan menyilangkan kakinya menatap Kinara dengan penuh tanya.
"Kau tidak perlu tahu siapa, Aku. cukup jawab pertanyaanku, maka aku akan memutuskan akan membebaskanmu atau mengakhiri hidupmu," seru Kinara membuat ketua geng tersebut tertawa diikuti oleh beberapa anggota geng lainnya.
Di ruangan itu anggota geng Mawar Hitam berkisar 15 orang. Di mana mereka semua adalah orang-orang bersenjata, bertubuh besar dan juga merupakan anggota terhebat dari geng tersebut.
Kinara yang meresa di remehkan langsung menembak 4 orang dalam hitungan detik.
Mereka terdiam dan langsung mencoba membalas Kinara, Kinara sigap menghindari dan adu tembak kembali tak terhindarkan.
🌹🌹 Terima kasih sudah membaca 🌹🌹