Mafia In The School

Mafia In The School
Cinta Kinara ( TAMAT)



Lima bulan kemudian


Semua kembali membaik, Kinara juga sudah bisa menyesuaikan diri dengan teman-temannya, ia sudah mengingat bagaimana kedekatan antara ia, Claudia, Vano dan juga Natasha. Tak ada lagi kecanggungan di antara mereka.


Kinara juga menceritakan kepada mereka semua jika yang selama ini bersama dengan mereka bukanlah dirinya yang sekarang, tapi seseorang yang bernama Kinara yang lainnya, masuk ke dalam tubuhnya dan mereka semua mengerti dan percaya.


Mereka mulai masuk ke sekolah baru, Claudia memutuskan untuk tetap bersekolah bersama dengan teman-temannya, Ia kembali meminta kepada orang tuanya Untuk membatalkan keinginannya sekolah di luar negeri.


Hari ini di lapangan basket .


Vano yang memiliki paras tampan dan juga pintar membuat ia langsung digemari di sekolah, ia kembali menjadi idola di sekolah baru mereka. Ia juga sangat pandai bermain basket saat ini kelas Vano sedang bertanding melawan kelas lainnya. Kinara, Natasha dan Claudia terus memberikan semangat di pinggir lapangan membuat Vano semakin semangat.


Sejak pertama masuk ke SMA tersebut Vano terus saja mendekati Kinara dan memberikan perhatian lebih, membuat teman-teman yang lainnya menganggap jika mereka adalah sepasang kekasih.


Walaupun Vano mengetahui jika Kinara yang selama ini bersamanya bukanlah Kinara yang saat ini bersama di tengah-tengah mereka, namun ia merasa ketertarikannya lebih kuat pada Kinara yang lembut dan juga tak kalah pintarnya dari Kinara sang mafia.


Selesai pertandingan Vano menghampiri Kinara sambil membawa setangkai bunga mawar.


Kinara terkejut dengan apa yang dilakukan Vano, yang memberinya bunga tengah kerumunan para fansnya. Semua yang tadinya bergemuruh memberi semangat dan merayakan kemenangan Vano dalam pertandingan basket tersebut tiba-tiba hening dan semua fokus mereka mengarah kepada Kinara.


"Kamu mau 'kan jadi pacarku?" ucap Vano yang menyatakan perasaannya pada Kinara di depan hampir semua murid di sekolah mereka.


Natasha dan Claudia hanya berdiri sambil saling merangkul di samping Kinara. Kinara lihat ke arah mereka dan keduanya pun mengangguk.


Dengan senyuman Kinara akhirnya menerima bunga tersebut dan menerima Vano sebagai kekasihnya. Semua fans mereka berdua bersorak dan memberi selamat atas hubungan mereka.


Sementara itu Vincent hanya melihat mereka dari kejauhan, melihat kebahagiaan di wajah keduanya. Dia tak lagi menjadi murid di sekolah tersebut dan sudah melanjutkan ke perguruan tinggi. Vincent kembali ke kampusnya dengan Motor sport yang melaju kencang membelah jalan. Ia ikut bahagia dengan kebahagiaan Kinara dan juga Vano.


Vincent tak kalah terkenalnya di kampus barunya, namun berbeda dengan Vano yang kini mulai ramah dengan teman-temannya, Vincent justru semakin bersikap dingin dan tak membiarkan siapa pun mendekatinya baik pria maupun wanita, Ia lebih sering menyendiri dan menghabiskan waktunya di jalan mengendarai motornya. Ingatannya tentang Kinara terus saja membuat hatinya terasa sakit, ia berharap suatu saat nanti mereka akan kembali di pertemukan.


Di kampus.


Vincent masuk ke ruangannya, sebentar lagi pelajaran akan dimulai. Seperti biasa saat di kelas Vincent hanya membaca buku dan duduk di sudut paling belakang.


Tak lama kemudian dosen masuk dengan membawa mahasiswa baru.


Semua langsung dibuat terkagum dengan kecantikan yang dimiliki oleh mahasiswa baru tersebut.


"Hari ini kita kedatangan siswa baru yang akan bergabung dengan kalian," ucap dosen tersebut membuat semuanya langsung bersorak kecuali Vincent yang masih sibuk dengan bukunya.


"Ayo perkenalkan namamu dan kita akan mulai kelasnya," ucap dosen tersebut.


"Hai semua perkenalkan namaku Kinara, Senang bertemu dengan kalian," ucap Kinara membuat Vincent yang tadinya tertunduk melihat bukunya dengan cepat melihat kearah orang yang memperkenalkan dirinya sebagai Kinara.


Tatapan mereka bertemu, detak jantung Vincent seakan berhenti berdetak saat melihat tatapan dari mahasiswa baru tersebut, itu adalah tatapan yang selama ini dicari.


"Kinara?" liriknya.


Kinara bisa melihat bibir Vincent yang menyebutkan namanya, Ia pun membalas dengan memberikan senyuman pada Vincent dan sedikit mengangguk samar seolah mengiyakan ucap Vincent.


Kelas dimulai, sepanjang materi Vincent tak terkonsentrasi, tatapannya tertuju pada Kinara.


☘️☘️


Selama 5 bulan terakhir ini, Kinara mencari tahu informasi tentang Vincent dengan berbagai macam cara, ia juga kesulitan karena lokasi mereka sangat jauh. Berkat kegigihannya akhirnya ia berhasil menemukan di mana Vincent melanjutkan kuliahnya, Kinara masuk ke dalam tubuh gadis yang seusia dengan Vincent, usia mahasiswa membuat Ia memutuskan untuk masuk ke universitas tersebut.


Awalnya Kinara tak diterima karena ada banyak persyaratan yang tak dimilikinya, namun Kinara berhasil masuk dengan cara mafianya, membuat pihak kampus menerimanya dan tak mempermasalahkan masalah lainnya, bahwa mereka mengurus segalanya agar Kinara bisa ikut belajar satu ruangan dengan Vincent.


Bel pun berbunyi menandakan waktu pelajaran selesai, dosen pun keluar dari ruang tersebut begitu juga dengan murid-murid yang lainnya, yang tersisa hanya Kinara dan juga Vincent. Vincent langsung menghampirinya.


"Kinara," ucapnya yang sudah berdiri di samping Kinara.


Kinara pun berdiri dan menghadap ke arah Vincent, menatap mata Vincent yang sudah berkaca-kaca menatapnya. Kinara tak bisa lagi membendung air matanya dan langsung memeluk Vincent.


"Maaf jika aku membuatmu menunggu, maaf jika aku membuatmu khawatir. Aku tak akan meninggalkanmu lagi, aku akan menepati janjiku padamu, aku akan menjadi milikmu selamanya," tangis Kinara pecah.


Mendengar apa yang Kinara katakan membuat Vincent yakin jika Kinara yang ada di pelukannya saat ini adalah Kinara miliknya. Vincent membalas pelukan Kinara dengan begitu erat.


"Jangan pernah tinggalkan aku lagi, kau tak tahu betapa sakitnya hatiku saat mengetahui kau akan meninggalkanku, saat aku terbangun dan aku tak melihatmu. Kau takkan tahu betapa sakitnya aku menjalani hari-hariku tanpa mu," ucapnya masih terus memeluk Kinara, ia bahkan membiarkan air matanya menetes tak peduli jika ia adalah seorang pria.


"Jangan menangis lagi, aku janji akan membahagiakanmu. Aku tak akan membiarkanmu pergi dariku," ucapnya membuat Kinara hanya mengangguk berkali-kali. Vincent kembali mengusap air mata Kinara, namun air matanya tak berhenti mengalir.


"Ayo ikut aku, ada yang ingin bertemu denganmu," ucapnya pada Kinara kemudian membawanya ke suatu tempat dengan motornya. Kinara memeluk erat Vincent, saat Vincent melajukan motornya, beberapa kenangan di saat mereka bersama kembali terlintas dipikiran Kinara dan ia pun semakin mengeratkan pelukannya.


Di sebuah taman.


Vincent sebelumnya sudah menghubungi Kinara mengatakan jika ia sudah menemukan Kinara sang mafia dan membuat janji bertemu di taman kota. Kinara sangat bahagia, tak lupa ia langsung menghubungi Vano, Natasha dan juga Claudia.


Semuanya sudah menunggu di taman, namun Vincent belum datang juga.


"Kinara, kamu yakin Vincent akan membawa Kinara kemari? Maksudku Kinara ...." tanya Claudia yang tak tau harus berkata apa melanjutkan kalimatnya.


"Iya, katanya dia akan membawanya ke sini dan masih dalam perjalanan, kita tunggu saja. Aku juga sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya. Aku ingin berterima kasih atas semua yang telah dilakukannya pada aku jika bukan karena dia mungkin sampai sekarang aku masih terpuruk seperti dulu, menjadi murid penakut dan menerima apapun yang mereka lontarkan padaku walau itu menyakitiku."


"Sudahlah! Masa lalu tak usah kau pikirkan lagi, sekarang walau Kinara tak melindungimu, mulai sekarang ada aku yang akan melindungimu, aku takkan membiarkan siapapun untuk menyakitimu," ucap Vano menggenggam tangan Kinara.


Lagi dan lagi Natasha dan Claudia hanya bisa saling menatap, "Nasib jomblo," ucapnya secara bersamaan.


Tak lama kemudian mereka melihat motor Vincent menghampiri mereka dan melihat seseorang yang di boncengnya. Mereka berdua memakai helm membuat Kinara, Natasha Claudia, dan juga Vano tak bisa melihat wajah wanita tersebut.


Vincent menghentikan motornya didepan mereka, Kinara turun dari motor, tatapannya tertuju kepada Kinara.


Vincent membantu Kinara membuka helmnya.


Mereka bisa melihat wajah lain di balik helm. "Claudia, Natasha, Vano," ucapnya melihat mereka semua sambil tersenyum. "Hay kalian apa kabar, kalian mungkin tak mengingatku, tapi aku masih mengenali kalian."


Claudia dan Natasha berhamburan langsung memeluk Kinara, saat mendengar ucapan Kinara. Itu adalah gaya bicaranya Kinara yang mereka kenal.


Setelah melepas rindu kepada kedua sahabatnya, Kinara mafia pun melihat pada Kinara yang hanya berdiri mematung melihat mereka. Kinara mafia menghampirinya, Kinara langsung menangis memeluk Kinara mafia yang terlihat tegar dan terus tersenyum.


"Sudah kamu jangan cengeng, sifat cengeng itu membuatku kesusahan saat aku masih dalam tubuhmu. Hanya karena hal sepele aku harus menahan rasa sakit hatiku dan membiarkan air mataku terus menetes." ucap Kinara membuat semua tersenyum mendengar ucapannya.


"Terima kasih atas semua yang kau lakukan untukku," ucapnya.


"Tidak, jangan katakan semua itu, jika ada yang berterima kasih itu adalah aku. Kau meminjamkan tubuhmu untukku," ucap kinara mafia dan mereka kembali berpelukan.


Mereka berbincang banyak hal dan saat Vincent dan Kinara mafia akan pernah, Kinara memberikan buku tabungannya.


"Apa ini?" tanya Kinara Mafia.


"Ini milikmu, kau yang berhasil mendapatkannya kan!"


"Pakai lah, aku mendapatkannya saat menjadi dirimu jadi itu milikmu."


"Uang 22 miliar memang sangat banyak, tapi kamu memberikan sahabat untukku itu jauh lebih berharga."


"Baiklah, senang pernah bersama."


Lambaian tangan mengantar kepergian Vincent dan Kinara yang semakin menjauh.


"Semoga kita bisa bertemu kembali," ucap Kinara, Claudia dan Natasha saling merangkul melihat motor Vincent menghilang dari pandangan mereka.


Kinara membawa semua keluarganya ke kota dan memberikan kebahagiaan pada mereka. 22 miliar sangat berguna untuk mereka, ia memanjakan keluarga barunya dengan kemewahan. Sementara Tiara yang memutuskan untuk ikut dengan ibunya harus merelakan kehidupannya yang dulu. Tak ada lagi kemewahan dan Foya-foya. Mereka berdua harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.


Kinara Sang Mafia menjadi ratu di istana Vincent sang Ketua gang Rajawali.


Kinara si gadis lugu menjadi ratu di istana Vano sang ketua gang Naga Hitam.


🌹🌹🌹🌹TAMAT 🌹🌹🌹🌹


Mampir ke karyaku yang lainnya ya kk😍


Terima kasih sudah setia membaca hingga akhirnya. Sempai jumpa di karya selanjutnya πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Rekomendasi karya baru author πŸ™