Mafia In The School

Mafia In The School
Peringatan.



Kinara sangat jengah dengan Revan yang selalu saja mencari-cari alasan untuk tetap mengurung dirinya di sana.


Revan terus saja kekeh ingin mencari tahu siapa Kinara Sebenarnya, ia tetap yakin jika ia bukanlah Kinara yang dulu.


"Revan, sebenarnya apa maumu, aku sudah bilang aku dan yang dulu sama saja, aku hanya lelah menjadi bahan mainan kalian, jadi jangan memancing kemarahanku."


"Aku bukan orang bodoh yang akan percaya begitu saja dengan kata-kata mu itu, walau yang lain percaya tapi tidak denganku," ucap Revan menantang Kinara.


"Aku tak ingin mencari masalah denganmu, aku bilang buka pintunya! Jangan membuatku marah," ucap Kinara yang sudah merasa tak senang dengan ulah Revan .


"Kenapa sih kamu buru-buru sekali, KI-NA-RA." Ucap Revan tergelak.


"Buka nggak pintunya," sekali lagi Kinara yang sudah diambang batasan meminta Revan membuka pintu! Namun, bukannya membuka pintu Revan justru mendekati Kinara.


Mencoba untuk menyentuh pipi mulus Kinara.


"Awwww "pekik Revan saat Kinara mengambil tangan Revan yang ingin menyentuh pipinya dan mematahkannya.


"Dengar ya Revan, ini peringatanku untukmu, ini peringatan terakhirku. jangan pernah kau mencari masalah denganku, Apa hukuman yang terakhir itu belum cukup untukmu, sekarang Cepat buka pintunya jika tidak akan mematahkan tanganmu yang satunya lagi," ancam Kinara.


[Bip, skor transpormas bertambah 20]


Revan memegang tangan yang dipatahkan oleh Kinara sambil meringis.


"Buka pintunya," teriak Revan membuat teman-teman Revan yang ada di luar langsung membuka.


Revan hanya bisa meringis melihat Kinara berjalan keluar ruangan itu.


"Awas kamu Kinara," geram Revan. Rasa sakit dan marah kini menderanya.


Teman-teman Revan yang ada di luar terkejut saat mendengar teriakan Revan. Begitu Kinara keluar, mereka dengan cepat mencari tau keadaan Revan. Apa yang terjadi pada bosnya itu.


Mereka melihat Revan sudah terduduk dilantai sambil memegang tangannya, dan melihat dengan cueknya Kinara berjalan santai melawati mereka, ia sudah sangat lelah dengan masalahnya, ia tak ingin menambah beban pikirannya lagi dengan meladeni teman-teman Revan.


Mereka sudah mendengar desas-desus tentang Kinara, tentang bagaimana Kinara memaksa seseorang memakan lipan dan memakan kotoran Pungky dan juga Kinara yang membuat Tiara berlari keliling lapangan hingga ia tak sadarkan diri karena kelelahan setelahnya.


Mereka sudah memperingatkan Revan untuk tak mencari masalah lagi dengan Kinara. Namun, bukan Revan namanya jika ia takut dengan Kinara.


"Revan. Kau tak apa-apa?" tanya teman-teman Revan yang berhamburan menghampirinya.


"Tidak apa-apa bagaimana, 'Ha?! Kinara mematahkan tanganku, Cepat bawa aku ke rumah sakit, ini sangat sakit," ucap Revan terus mengeluh kesakitan.


"Oh … Kinara, dia bener-bener mematahkan, tanganku. sialan kau Kinara," ucap Revan terus meracau saat mereka membawa ke rumah sakit ia terus mengeluh Saat teman-temannya mencoba membantunya.


"Kalau bukan di gedung B, lalu dimana guru bahasa Inggris yang mencari ku . Apa Devis juga mengelabuiku dan itu perintah Revan?" gumam Kinara masih bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Kemudian untuk memastikan Apakah Revan dan Devi bekerja sama Kinara memutuskan untuk mencari guru bahasa Inggris yang dimaksud.


****


Keesokan harinya desas-desus tentang Revan yang mengalami patah tulang dengan cepat tersebar di sekolahan, apapun berita tentang Revan sangat mudah tersebar, info tentang Revan seolah- olah merupakan magnet, sangat cepat tersebar khususnya di kalangan murid perempuan.


Kinara yang baru masuk ke kelasnya sudah mendengar desas-desus tersebut menjadi topik pembahasan di kelasnya, ia kembali melihat tatapan yang tak disukai.ya.


Devi yang melihat Kinara masuk langsung ketakutan, Ia takut jika Kinara menjadikannya penyebab dari masalah itu.


Ia merasa sangat takut saat pandangan Kinara bertemu dengan pandangannya. Devi dengan cepat menunduk.


"Kenapa aku harus takut, aku 'kan tidak salah guru bahasa Inggris memang manggilnya kemarin," batin Devi kembali mencoba untuk percaya diri. jika Ia tak salah dalam hal itu, tak mungkin Kinara akan menghukumnya.


Kinara yang ingin memastikan kebenarannya, menemui guru bahasa Inggris, ternyata memang benar,


Guru bahasa Inggris memanggilnya il karena ingin menanyakan tentang nilai bahasa Inggrisnya dan meminta ia untuk mengajari murid-murid lain yang ingin mengikuti tes ke Sekolah menengah atas.


Guru tersebut mengatakan apa yang terjadi sehingga pertemuannya dipindahkan ke ruangan, dan mengatakan ia sudah meminta Revan mengatakan nya jika Kinara datang.


Ternyata Setelah dia mencari tahu, semua itu adalah akal-akalan Revan, sengaja meminta guru bahasa Inggris untuk pergi ke ruangan lain dengan alasan ingin membersihkan ruangan tersebut mengatakan jika di ruangan itu, tadinya melihat ada binatang melatah, Membuat guru bahasa Inggris itu memilih untuk ke ruangan lain dan meminta Revan memberitahu kepada Kinara di mana ia menunggunya.


Revan yang tak sengaja mendengar Devi memanggil Kinara langsung mengatur siasat untuk menjebak Kinara.


*****


Kinara baru tiba di kelasnya, desas-desus juga sudah sampai telinga mereka.? semua tatakan


Kinara dulu di tempatnya di mana kalau dia sudah duduk di sana


"Kinara, apa benar kau yang mematahkan tangan Revan?" tanya Claudia tak segan-segan memperdengarkan pertanyaannya kepada teman-temannya.


Semua teman-teman kelas menunggu jawaban dari Kinara, menjawab pertanyaan dari Claudia


"Iya, benar. Aku yang mematahkannya, tadinya aku ingin mematahkan kedua tangannya, tapi aku merasa kasihan dan sebagai pelajar dia pasti sangat membutuhkannya," jawab Kinara dengan entengnya.


"Alasannya?" tanya Claudia kembali dengan suaranya yang sedikit keras.


"Dia mengurungku di ruangan B dan mencoba untuk kurang ajar, dia juga terlalu banyak menghinaku, aku paling tidak suka ada laki-laki yang menghina dan kurang ajar pada anak perempuan hanya Karena mereka lemah," jelasnya.


"Sepertinya Revan memang pantas mendapatkan itu, kalau aku jadi kamu, bukan satu tangan saja, aku akan patahkan kedua tangannya dan juga memberikan bogeman di mulutnya," ucap Claudia.


Claudia sengaja mengatakan semua itu dengan keras agar teman-temannya mengetahui kejadian yang sebenarnya menyalahkan Kinara dia sendiri yakin jika Kinara tak akan melakukan semua itu tanpa alasan.


Setelah mendengar penjelasan Kinara, murid perempuan pun setuju dengan apa yang mereka katakan, mereka yang tadinya berpikiran buruk pada Kinara, menjadi kagum pada sosok Kinara.


Saat semua sudah fokus pada masalah Kinara dan Revan tiba-tiba Natasha menjerit.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏


salam dariku Author M Anha ❤️.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖