
Kinara terus mengawasi orang yang juga mengawasi mereka, ia bahkan mencoba untuk mencari tempat yang aman untuk membuktikan kecurigaannya.
Setelah mengamati beberapa saat ternyata benar, orang tersebut terus saja memperhatikan ke arah Natasha dan Claudia yang sedang berbincang di kafe.
Kinara yang sudah yakin dengan kecurigaannya kembali ikut bergabung dengan mereka.
"Kamu kok bisa sih, jalan-jalan di mall kayak gini? Emangnya Papa kamu nggak ngelarang?" tanya Claudia.
"Dilarang sih, tapi aku ngerengek ingin keluar, sudah berapa hari ini aku terus dikurung di rumah 'kan bete juga, libur sekolah terus kita di rumah aja."
"Ternyata ga enak juga ya jadi kamu, ga bebas. Tapi, wajarlah orang tua kamu kan orang penting, pasti mereka khawatir jika ada orang yang berniat jahat denganmu," ucap Claudia.
"Iya sih, tapi nggak mengurungku juga seperti itu, aku jadi ga sabar untuk sekolah lagi, punya banyak teman," ucap Natasha dengan wajah kesalnya. Selama libur ia tak pernah keluar, ia hanya tinggal di rumahnya. Layaknya seorang putri, apa yang diinginkan Natasha semua serba ada.
Walaupun semua tersedia di rumahnya, ia tetap tak merasa nyaman. Tak ada teman untuk bercerita hanya para bibi yang terus melayaninya.
Kinara terus mendengarkan percakapan mereka, ia sama sekali tak mengerti apa maksud keduanya. Yang ia tangkap Natasha ini sepertinya lebih kaya dari Claudia.
Kinara adalah seorang penjelajah waktu ia tak tahu banyak tentang seluk beluk kehidupan Kinara gadis yang ditumpanginya. Siapa saja orang-orang di sekitarnya dan Apa kedudukan mereka di mata masyarakat.
"Memangnya kenapa sih kamu dikurung di rumah?" tanya kalau Kinara dengan santainya ikut dalam pembicaraan mereka.
"Kamu mau tau siapa keluarga Natasha?" tanya Claudia melihat Kinara. "Semua orang tau siapa keluarga Natasha," jelas Claudia.
"Siap?" Kinara dengan polosnya mengangguk ingin tahu siapa Natasha.
"Natasha ini anak walikota. Dia sangat terpandang di kota ini, keluarga terkaya, karena itu banyak yang ingin berbuat jahat pada mereka dan karena itu juga ayahnya selalu mengawasinya. Mungkin lebih tepatnya mengurungnya di rumah, tapi wajar sih 'kan mereka orang-orang yang penting. Ayahnya melakukan itu pasti karena sayang 'kan dengan Natasha?"Jelas Claudia pada Kinara.
"Oh, kamu ini anak walikota ya? Tapi kok kamu biasa-biasa aja sih? Sama seperti murid lainnya, nggak ada yang istimewa sama kamu. Biasanya 'kan anak walikota diistimewakan," ucap Kinara yang justru menganggap jika Claudia lebih menonjol daripada Natasha sebagai anak walikota.
"Makanya kamu itu gaul sedikit, jangan selalu menyendiri dan kerjaannya cuma di perpustakaan terus. Pantas aja kamu sering dibully sama teman-teman dan dikucilkan," ucap Claudia mengingat Kinara yang dulu.
"Tapi, ga semua juga sih yang tau. Anak-anak juga banyak yang ga tau jika Natasha anak walikota. Kalau mereka tau, aku jamin mereka akan mendekatinya dengan maksud tertentu," tambah Kinara.
"Iya, bener. Anak-anak akan selalu membully jika melihat kita lemah dan pura-pura baik jika ada maunya." Membetulkan ucap Claudia. "Oya Kinara! Aku boleh nanya nggak?" tanya Natasha ragu.
"Boleh, nanya aja. Kamu mau nanya apa?"
"Kamu kok bisa berubah banget sih sekarang, sangat beda dengan yang dulu. Kamu jauh lebih kuat?" tanya Natasha yang sejak lama ingin bertanya, tapi ia ragu untuk menayangkannya atau lebih tepatnya takut, mereka tak terlalu dekat saat di sekolahan sehingga bisa menanyakan hal itu.
Claudia mengangguk cepat, pertanyaan yang sama juga yang selama ini membuat Claudia penasaran. Ia sudah sering menanyakannya. Namun, Kinara terus saja mengalihkan pertanyaan itu dengan jawaban yang lain.
"Kinara mendekat pada mereka, membuat mereka berdua, Natasha dan Claudia langsung ikut mendekati pada Kinara. Mereka berpikir Kinara ingin menjawab pertanyaan mereka, keduanya menunggu dengan cemas jawab dari Kinara.
"Aku lapar apa kalian tak lapar?" tanya Kinara membuat kedua orang yang sejak tadi menunggu jawabannya langsung menjatuhkan kepala mereka ke meja membuat Kinara tertawa terbahak-bahak, ketawa nyaring Kinara membuat para pengunjung cafe melihat ke arah mereka.
Claudia dan Natasha menyadari jika mereka jadi pusat perhatian langsung menutup mulut Kinara, dan meminta maaf kepada semua pengunjung karena telah mengganggu kenyamanan.
Mereka tersenyum kaku sambil mengangguk meminta maaf.
"Nggak lucu tau," kesal Claudia.
"Kita pesan makanan, aku yang traktir." Natasha memperlihatkan kartunya.
"Sambil menunggu makanan mereka datang, mereka terus berbincang-bincang, Kinara terus memperhatikan orang yang sejak tadi mengikuti mereka, orang itu juga masih tetap duduk di sana dan matanya tak lepas dari Natasha.
'Siapa orang itu sebenarnya, apakah dia berniat jahat pada Natasha,' batin Kinara.
Setelah menghabiskan waktu berbincang-bincang di kafe, Natasha pun pamit pulang ia tak memiliki banyak waktu untuk bisa bermain seperti mereka.
"Terima kasih ya, kalian mau menemaniku. Aku sangat senang bisa bertemu kalian di sini." Natasha sangat senang ia tak menyangka jika bisa bertemu dengan Kinara dan Claudia dan menghabiskan waktu dengan mereka. Walau ia anak walikota kota, tapi saat di sekolah saat ini Claudia dan Kinara yang sedang populer.
Natasha pun berjalan pulang.
Kinara melihat pria berkepala plontos itu juga ikut keluar dari cafa mengikuti Natasha. Kinara terus memperhatikan mereka dari dalam kafe yang berdinding kaca.
Setelah benar-benar memastikan jika pria berkepala plontos itu menguntit Natasha Kinara bergegas mengikuti mereka.
"Kinara kamu mau kemana?" teriak Claudia saat Kinara langsung berdiri dan keluar kafe.
"Kinara tunggu," teriaknya lagi, dengan cepat ia membereskan barang-barangnya dan menyusul Kinara.
Butuh waktu sekitar 10 menit bagi Claudia terus mengikuti Kinara baru ia menyadari jika Kinara sedang mengikuti Natasha.
"Kamu kenapa sih ngikutin Natasha? Pakai acara ninggalin aku lagi," kesal Claudia menghentikan Kinara, ia sedari tadi mengejar Kinara yang berjalan cepat.
"Udah, kamu ikut aja, nanti aku jelaskan." Kinara menarik Claudia mengikuti Natasha.
"Natasha tunggu," teriak Claudia saat sudah dekat dengan Natasha.
"Claudia, Kinara? Ada apa?" tanya Natasha memandang heran pada mereka berdua.
"Kamu nggak apa-apa 'kan?" tanya Claudia.
"Nggak, emang kenapa?" tanya Natasha semakin heran.
"Sepertinya ada yang mengikutimu sejak tadi, kamu gak merasa?" tanya Kinara melihat ke arah pria berkepala plontos yang masih mengawasi mereka dari kejauhan.
"Masa sih?" Natasha dan Claudia ikut melihat ke arah tatapan Kinara, mereka juga bisa melihat Pria berkepala plontos tersebut.
"Kinara sudah akan melakukan tindakan sejak awal jika pria itu berbuat aneh," jelas Claudia. Ia sejak awal sudah mengetahui jika Kinara memperhatikan pria berkepala plontos itu.
"Ada dua kemungkinan, pria itu ingin berbuat jahat padamu atau dia adalah suruhan walikota untuk mengawasimu." ucap Kinara, mereka kemudian mengantar Natasha hingga kemobilnya dan mereka melanjutkan Shoppingnya.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca 🙏
Salam dariku Author M Anha 🥰🤗
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖