Mafia In The School

Mafia In The School
Rumor Foto.



Kinara percaya jika foto itu adalah dirinya. Namun, terlihat jelas jika foto itu bukanlah rekayasa dan itu bener dirinya. Jika bukan dirinya yang mengalami ia juga pasti percaya jika foto itu diambil saat pelakunya benar melakukan ciuman.


Semalam ia memang bersama dengan Vano, tapi tak ada adegan seperti yang ada di dalam foto tersebut, sepertinya ada orang yang ingin mencemarkan nama baiknya, ingin memfitnahnya dengan menyebar foto tersebut.


"Kamu dapat foto ini dari mana?" tanya Kinara pada Claudia yang memandangnya dengan penuh tanya.


"Darimana aku mendapatkannya itu tak penting, foto ini sudah menyebar di sekolah dan mungkin hampir setiap anak memiliki foto ini, jawab yang jujur apa benar apa yang ada dalam foto ini?" tanya Claudia yang kembali menempatkan ponselnya di depan wajah Kinara.


Kinara menepis ponsel Claudia dan berjalan menuju ke kelas, ia merasa tak melakukan itu jadi untuk apa ia merasa harus menjelaskannya.


"Kinara tunggu!" seru Claudia memanggil Kinara dan menghalangi jalannya. Ia menghentikan Kinara, "Kau harus menjawab dengan jujur apa benar kau punya hubungan dengan Vano? Apa benar foto ini?"


"Apa aku harus menjawabnya?" tanya Kinara dengan sikap acuhnya


"Tentu saja kau harus menjawabnya semua anak-anak di sekolah ini menanyakan hal yang sama dan mereka semua percaya dengan apa yang mereka lihat, bukankah kamu harus mengklarifikasinya!"


"Tidak, semua itu tidak benar dan itu jawabanku. Aku tak pernah melakukan itu semua," ucapnya kemudian ia kembali berjalan masuk ke kelas.


Walau belum terlalu lama mengenal Kinara, tapi Claudia percaya apa yang dia katakan Kinara itu benar. Jika Kinara mengatakan tidak berarti itulah jawabannya.


'Jika semua ini adalah rekayasa Siapa yang melakukannya dan menyebarkannya' batin Claudia mengedikkan bahunya kemudian menyusul Kinara yang berjalan masuk ke kelas.


Claudia terus melihat foto yang ada di ponselnya, dilihat dari sudut manapun foto itu benar-benar menunjukkan jika Kinara dan Vano benar berciuman.


Begitu Kinara masuk ke dalam kelas ia disambut dengan tatapan mengejek oleh teman-temannya.


"Huh ... sepertinya ada yang habis ciuman nih," ucap salah satu teman dan membuat kelas menjadi gaduh.


"Kinara kamu berani banget ya ciuman dengan Vano mana disebar lagi, mau pamer ya?" ucap yang lainnya.


"Ya iyalah, dia mau pamer. Secara dia berciuman dengan seorang Vano."


Semua menuduh Kinara sesuai dengan apa yang mereka dihati dan menuduh jika yang menyebarkannya foto tersebut adalah dirinya.


Vano adalah orang yang jarang menonjol di sekolah, ia terlihat dingin dan cuek, Vano tak pernah sekalipun terlibat masalah, sangat tidak mungkin jika ia sengaja menyebarkan fotonya jika mereka memang berciuman.


Semua orang di kelas itu menuduh Kinara dan terus mengejeknya, menganggap perbuatan Kinara itu sangat memalukan. Berciuman dengan Vano dan menyebarkannya di media sosial.


"Kinara, Kamu pikir kamu itu sehebat? sehingga kamu dengan seenaknya berciuman dengan Vano dan menyebarkannya. Semua itu menguntungkan bagi mu, tapi itu aib buat Vano, itu pasti sangat memalukan untuk seorang Vano," ucap salah satu teman kelasnya yang selama ini dia sangat fans dengan Vano.


"Apa kamu punya bukti jika Kinara yang menyebarkannya? Bisa saja kan orang lain yang melakukannya," bela Claudia.


"Bukti apa? Bukankan foto itu sudah sangat jelas? Aku rasa bukan cuma aku yang memikirkan hal yang sama. Dasar cewek murahan," ucapnya yang sudah sangat kesal dengan Kinara dia tak suka pria yang selama ini digemarinya dipermalukan oleh Kinara.


Murid yang ditampar tersebut langsung memegang pipinya dan menatap Claudia, tak berani berkata-kata lagi saat melihat tatapan tajam dari Claudia.


"Jaga ya mulut kamu, jangan pernah mengatakan hal-hal yang buruk pada seseorang jika kamu belum tahu apakah ya kau pikirkan itu benar atau salah. Foto itu saja belum bisa membuktikan apa-apa, itu semua belum cukup kuat sehingga kamu bisa mengatakan hal itu pada Kinara," kesal Claudia, "Kamu bisa menuduh seseorang jika kamu punya bukti yang kuat, tapi tidak jika kamu hanya menduga-duga," tunjuk Claudia pada murid tersebut.


"Kalian jangan berani menuduh jika kalian tak mempunyai bukti," ucap Claudia pada mereka semua.


Kelas yang tadinya ramai membicarakan dan menyindir Kinara menjadi sunyi.


Tiba-tiba seorang murid datang dari luar dan berteriak kembali menghebohkan kelas.


"Hai, kalian aku punya kabar," ucapnya mengatur nafasnya, "Ternyata Vano sudah mengakui jika semalam ia bersama dengan Kinara di perpustakaan," ucapnya yang masih mengatur nafasnya dan tanpa sadar ia berteriak menyampaikan kabar tersebut membuat seisi kelas mulai berteriak.


"Sekarang sudah terbukti 'kan jika kemungkinan kabar itu benar?" Mereka semua melihat ke arah Kinara. Kinara yang kesal langsung membanting bukunya di meja, membuat suara nyaring membuat mereka kembali terdiam. Sedari tadi Ia terus saja mendengar ocehan mereka, Kinara tak ingin membuang waktu menanggapinya. Karena semua itu tak benar Namun, ternyata ia salah. Mereka semakin menjadi-jadi saat ia membiarkannya.


Kinara berdiri dan melipat tangannya didada menatap mereka semua dengan tatapan kesalnya.


Kinara kembali menggebrak meja membuat mereka semua tersentak, "Sekarang aku tanya pada kalian? Apa menurut kalian aku ini menyukai Vano?" tanya masih dengan santai menatap mereka satu persatu.


"Apa kalian pikir Vano sekeren itu sampai aku menyukainya dan menyebarkan foto semacam itu? Ha?" tanyanya yang kini mengeraskan suaranya.


Mereka semua tak ada yang berani menjawab dan hanya saling pandang mereka tahu Kinara sangat kejam, menjawab satu pertanyaannya mungkin akan membahayakan bagi mereka.


"Kinara benar, mungkin saja 'kan semua ini adalah akal-akalan Vano, aku yakin Kinara tak mungkin melakukan hal serendah itu," ucap salah satu teman yang berusaha terlihat membela Kinara.


"Aku tegaskan sekali lagi, aku tak pernah membuat hal serendah itu, aku memang ke perpustakaan dengan Vano, tapi kami tak melakukan seperti apa yang kalian lihat. Kami hanya mengobrol biasa tak lebih. Jadi tutup mulut kalian dan jangan menyebarkan berita yang tak benar, jika kalian berani melakukannya silahkan, tapi tanggung sendiri akibatnya.


Aku sama sekali tak pernah bermain-main dengan kata-kataku," ancam Kinara pada mereka semua.


Kinara memperingati mereka semua agar tak mencampuri urusannya tak menyebarkan rumor yang tak benar.


Ia sebenarnya sudah tak ingin mencari masalah di sekolah, tapi sepertinya ada yang ingin bermain-main dengannya.


Semua diam dan menuruti apa yang dikatakan Kinara, Kinara memiliki aura yang sangat menakutkan membuat mereka semua tak berkutik dan memilih untuk diam.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏


Salam dariku Author M Anha (Ig anha5569)


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖