Mafia In The School

Mafia In The School
Kinara Sang Mafia Terkuat.



Di saat Vincent dan ayah Natasha saling mendorongkan senjata mereka, Kinara terus melihat kearah ketua geng tersebut yang terlihat semakin mendekati helikopternya.


Kinara membisikkan sesuatu pada Vincent membuat Vincent mengangguk pelan.


Orang yang menyandar Natasha melanjutkan hitungan ke-3, Vincent yang tadi mengarahkan senjatanya pada ayah Natasha memutar arah bidikannya ke arah orang yang menyandera Natasha, ia menembak ke arah lutut orang itu yang berada diantara kedua paha Natasha, sedangkan Kinara yang juga menyembunyikan senjata di balik bajunya langsung membidik ke arah ujung senjata yang diarahkan ke kepala Natasha, membuat arah bidikannya membelok dari kepala Natasha, peluru yang di lontarkan Kinara bahkan bisa dirasakan Natasha melewati ujung pelipisnya.


Kinara sengaja membidik bagian ujung senjata yang menempel di pelipis Natasha untuk mengurangi resiko kemungkinan orang itu penarik pelatuk senjatanya saat Vincent melakukan tugasnya.


Rencana mereka berhasil, orang tersebut tak sempat menarik pelatuknya dan senjata itu sudah berubah arahnya karena peluru Kinara. Menembak kearah lainnya bertepatan peluru Vincent bersarang di lutut orang tersebut.


Saat melihat posisi Natasha sudah aman, Kinara langsung kembali menembak orang tadi berulang kali dan membidik area kepalanya, membuat orang tadi tak sempat lagi untuk melukai Natasha dan langsung tumbang seketika, Kinara tak ingin membuang waktu dan langsung menuntaskannya.


Natasha berdiri mematung, ia sangat Syok dengan apa yang baru saja terjadi, ia memegang area pelipisnya yang masih terasa panas karena dilalui peluru Kinara. Natasha tak bisa menguasai keterkejutannya atas apa yang baru saja di alaminya, Ia pun pingsan.


Kinara tak mempedulikan hal lainnya. Natasha sudah selamat, dengan cepat ia berlari menuju ke arah ketua geng Mawar Hitam yang sudah naik ke helikopter.


Kinara tak akan membiarkan orang yang selama ini dicarinya pergi dari markas itu begitu saja. Jika ia tega membunuhnya dengan sebuah ledakan ia juga bisa melakukannya.


Disaat helikopter itu sudah mulai bergerak, setelah menghabiskan asisten yang coba menghalanginya, Sambil berlari kearah helikopter yang sudah mulailah meninggalkan landasannya, Kinara membidik pilot yang mengendarai helikopter tersebut. Dengan satu tembakan ia berhasil mengenai sasarannya. Pilot tersebut sudah tak sadarkan diri dan terlihat helikopter tersebut terbang tak seimbang.


Kinara berdiri di sudut atap gedung tersebut membidik helikopter yang sudah kehilangan kendali itu dan menembakkannya hingga peluru di kedua senjata yang ada di Kedua tangannya habis. Beberapa detik kemudian helikopter itu pun meledak. Senyuman kepuasan terbit di bibir Kinara.


[Bip skor transformasi lengkap.]


Silahkan gunakan keinginan istimewamu, minta lah satu permintaan sistem akan mengabulkannya.


[BIP skor Transformasi hidup berhasil.]


Begitu suara ledakan tersebut sudah tak terdengarkan lagi, ditimpali suara sistem.


Kinara yang sudah merasa misinya sudah berhasil, baik membalas dendam maupun menghidupkan kembali dari gadis yang sudah membantu meminjamkan tubuhnya. Berjalan kembali ke arah di mana Vincent dan yang lainnya berada.


Ayah Natasha yang tak tahu rencana mereka memilih menembak lengan Vincent agar bisa menyelamatkan putrinya, ia tak ada pilihan lain selain menembak, ia membidik area yang tak berbahaya. Namun, Vincent yang tiba-tiba mengubah posisi tubuhnya membuat Ayah Natasha menembak pas di dada Vincent.


Terlihat Vano juga sibuk untuk menghentikan pendarahan yang dialami oleh Claudia yang sudah tak sadarkan diri.


Kinara menghampiri Vincent dan melihat Vincent sudah terlihat sangat pucat karena kehabisan banyak darah.


"Kau berhasil?" tanya Vincent saat melihat Kinara duduk di sampingnya, Kinara mengangguk dengan mata yang berkaca-kaca. "Kau hebat!" ucapnya lagi dengan terbata-bata, Kinara hanya mengangguk dan memegang erat tangan Vincent yang sudah berlumuran darah, mendekatkannya di dadanya.


"Apa kamu masih ingat taruhan kita?" Kinara kembali mengangguk dengan air mata yang sudah menetes, ia menggigit bibir bawahnya untuk menahan isakannya. "Aku menang dan kau sekarang sudah menjadi kekasihku, iya 'kan?" Kinara lagi-lagi hanya bisa mengangguk dan tak bisa lagi menahan isakannya. "Bolehkah aku memelukmu?" Kinara langsung memeluknya erat, ia benar-benar takut akan kehilangan sosok Vincent, air matanya jatuh tak tertahankan.


Kinara bisa merasakan jika Vincent juga membalas pelukannya dengan sangat erat dan perlahan pelukan itu melemah dan tangan Vincent akhirnya terjatuh dilantai. Kinara melihat Vincent yang sudah menutup matanya, berkali-kali yang memanggil namanya dan terus menggoyangkan tubuhnya. Namun, tak ada respon sedikitpun. Isak tangis Kinara pun pecah, di sela tangisnya ia minta permintaan istimewanya, meminta agar sistem mengabulkan permintaannya untuk menyelamatkan Vincent dan membiarkannya tetap hidup.


[BIP, keinginan terkabul.]


Kinara tersenyum saat mendengar sistem mengabulkan keinginannya. Walaupun dia tak tahu pasti apakah keinginannya itu benar-benar akan terkabul atau tidak. Namun, itu bisa membuatnya lebih tenang. Kinara mengingat jika ia bisa mengambil beberapa keperluan dari ruang penyimpanan. Dengan cepat Kinara mengambil sesuatu yang bisa digunakannya untuk pembantu Vincent dan juga Claudia, beberapa alat medis pun dikeluarkan dari ruang penyimpanan itu dan juga beberapa obat-obatan. Vano yang ter heran tak punya kesempatan untuk bertanya dari mana barang-barang itu berasal, ia memilih diam dan menuruti perkataan Kinara.


Dengan bantuan dan petunjuk sistem Kinara dan Vano mencoba menyelamatkan mereka dengan menguraikan pendarahan, sedangkan Ayah Natasha hanya bisa menyesali apa yang ia lakukan, ia tak bermaksud untuk melakukan itu kepada Vincent.


Ayah Natasha menghampiri putrinya dan terus memeluk Natasha yang masih tak sadarkan diri.


Perlahan Kinara bisa merasakan ada sesuatu yang salah dengan tubuhnya dan sistem mengatakan jika sudah waktunya pemilik tubuh itu kembali ke tubuhnya dan Kinara mengerti. Penglihatan Kinara mulai menggelap, ia mendekati Vincent yang sudah tak sadarkan diri itu, Kinara terus melihat wajahnya.


"Maaf aku tak bisa menepati janjiku untuk menemanimu selamanya." Setelah mengatakan itu Kinara perlahan jatuh didada Vincent dan tak sadarkan diri.


Kalung Kinara yang tadinya berwarna biru bersinar menjadi redup dan berubah menjadi warna putih. Menandakan sistem tak lagi bersamanya.


Vano yang melihat kondisi yang mereka alami hanya bisa terduduk dan menunggu bantuan datang.


🌹🌹 Terima kasih sudah membaca🌹🌹