
Kinara yang melihat Yoona sudah tak sadarkan diri langsung bergegas menghampiri Vano.
"Vano kau tak apa-apa?" tanya nya memeriksa Vano dengan tatapannya.
"Aku tak apa-apa. Apa yang kau lakukan di sini? Siapa kau sebenarnya? Apa kau datang dengan mereka?" pertanyaan Vano bertubi-tubi menatap Kinara.
"Aku tak bisa menjawab semua pertanyaan mu, tapi satu yang pasti jika mereka menemukanmu, mereka juga akan menghabisimu. cepat pergi dari sini!"
"Tidak, aku tidak mungkin meninggalkan ayahku. Aku akan menyelamatkannya," ucap Vano tetap mencoba untuk mengangkat ayahnya.
"Tidak Vano, kamu harus selamat, pergi dari sini! Jangan pikirkan ayah. Ayah sudah tak bisa diselamatkan lagi cepat pergi! Racun wanita itu sudah menyebar di tubuh ayah, jika ayah tak Selamat kau harus selamat." ayah Vano terbatuk dan mengeluarkan darah dari mulut.
"Ayah," pekik Vano tak tega melihat kondisi ayahnya.
"Cepat pergi dari sini! kamu harus selamat, jika terjadi sesuatu dengan mu ayah tak akan beristirahat dengan tenang."
"Ayah jangan berbicara seperti itu, Aku akan menyelamatkan, Ayah."
"Dengan apa kau akan menyelamatkan ayahmu? Apa kau pikir tenagamu itu bisa menyelamatkan ayahmu dari puluhan anggota yang mengincar nyawa kalian, Aku tak bisa melindungimu sejauh itu, selebihnya Maaf aku sedang menjalankan misi dan kita di tim lawan."
"Siapapun kau terima kasih telah menyelamatkan nyawa anakku. Aku takkan pernah melupakan kebaikanmu jika aku terlahir kembali aku akan membayar semua yang telah kau perbuat hari ini," ucap Ayah Vano, mencoba terus menahan rasa sakit yang ditimbulkan dari luka tembaknya dan racun Yoona yang sudah semakin menyerang tubuhnya.
"Cepatlah! waktu kalian tak banyak, " ucap Kinara yang bisa mendengar suara rentetan tembakan sudah semakin mendekat.
"Demi Ayah, pergilah!" ucap Ayah Vano sedikit mendorong Vano menjauh darinya.
Koki masuk ke ruangan tersebut
"Tuan, Anda baik-baik saja ucapnya langsung menghampiri majikan yang sudah bersimbah darah.
Kinara berjalan menghampiri pintu dan melihat kawanan yang sudah semakin dekat.
Waktu kalian hanya 10 menit Jika lebih dari itu aku tidak bisa menjamin nyawa kalian," ucap Kinara keluar dari ruangan tersebut.
"Bawa Vano pergi dari sini," ucap Ayah pada koki tersebut, walaupun berat sang koki membujuk Vano untuk mendengarkan apa kata Ayahnya untuk secepatnya pergi dari sini.
"Ayo tuan muda, ini demi keselamatan Anda." seru Koki mencoba membantu Vano yang masih duduk di lantai memeluk ayahnya.
"Cepat Vano, turuti kata ayah. Untuk yang terakhir kalinya, ayah mohon selamatkan dirimu, cepat pergi dari sini!"
"Tinggalkan ayah, jangan pedulikan ayah," ucapnya terus meminta Vano untuk pergi dan meminta koki yang sedari kecil merawat Vano membawanya pergi dari sana.
Vano akhirnya setuju untuk ikut koki tersebut, mereka keluar menyelamatkan dirinya, mereka keluar melawati jalan Rahasia yang memang di persiapkan untuk masa seperti ini masa dimana ia akan di targetkan.
Vano tak percaya jika di balik lukisan tersebut adalah jalan rahasia menuju ke sebuah ruangan.
koki yang tau banyak hal tentang ruangan itu dengan cepat mereka sudah melewatinya.
Vano hanya menurut saat koki tersebut memintanya untuk memakai pakaian penyamaran sebelum mereka keluar dari sana..
"Kita harus pergi ke arah timur, kata gadis yang tadi. katanya akan ada yang membantu kita, tapi tak ada siapapun disini. apa dia juga menjebak Kita?," ucap koki
"Mereka terus mengendap-endap keluar dari tempat tersebut, di luar ternyata juga masih banyak anggota geng mereka.
Vano dan koki sampai di sisi timur kediaman tersebut tiba-tiba ada sebuah mobil yang melintas dan langsung membuka pintu mobil mereka, kedua Langsung melompat dari persembunyian dan langsung naik ke mobil, ya sepertinya mobil itu memang datang untuk menjemput mereka.
Vano terus melihat kebelakang, melihat kediamannya untuk yang terakhir kalinya. setetes air mata jatuh di pelupuk matanya. hubungannya dengan ayahnya tak terlalu dekat. Namun, ia sangat menyayangi ayahnya.
"Kinara, siapa kau sebenarnya? Apa yang kau lakukan di rumahku?" Apa kau bagian dari mereka ?" batinnya terus bertanya-tanya. Vano pasrah pada kenyataannya, kini ia melihat ke arah depan, melihat Siapa orang yang menyelamatkannya selain Kinara.
"Vincent ?" ucapan terkejut saat ternyata orang yang membawa mobil tersebut adalah Vincent.
"Iya, ini aku. Aku tak mengerti mengapa Kinara menolongmu, tapi karena ini permintaan Kinara aku akan membawamu ke tempat yang aman," ucap Vincent yang menyetir mobilnya kemudian membawa mereka ke sebuah dermaga.
"Satu jam lagi akan ada yang membantumu pergi dari pulau ini, bersembunyilah beberapa saat sampai kondisi benar-benar aman,"ucap Vincent yang masih duduk di kursi setirnya.
"Terima kasih atas semuanya, sampaikan juga Ucapan terima kasihku kepada Kinara. Walaupun aku tak tahu sebenarnya apa yang terjadi, tapi aku ya aku tahu Kinara berniat baik dan ingin menyelamatkan kami," ucapnya mengangguk.
Vano kemudian turun dari mobil tersebut disusul sang koki, setelahnya Vincent pun kembali di mana ia harus memastikan kondisi Kinara.
Vincent hanya di jalan mengintai dari kejauhan saya tak ingin lagi berurusan dengan geng tersebut.
Di kediaman Vano.
Beberapa anggota tim naga hitam sudah masuk, mereka sudah berhasil menyerang hingga ke ruang kerja ayah Vano, mereka sangat terkejut saat melihat ayah Vano yang mereka targetkan dan juga Yoona sudah terkapar di sana.
"Apa ini? Apa mereka saling membunuh?" ucap seseorang yang menebak apa yang terjadi di ruangan itu.
Kinara sudah tak di ruangan itu saat ada yang menenukan kedua orang tersebut. Mereka berpikir untuk mengatakan yang sebenarnya, Namun ia mengurungkan niatnya saat kembali menginginkan dukungan mereka untuk balas dendamnya.
Mereka kembali ke markas dengan membawa ayah vano dan juga Yoona yang sudah tak sadarkan diri. tak ada yang mengira jika Kinara pelaku dari penembak keduanya, khusus yang menembak Yoona?
Begitu sampai di markas, tim medis yang biasa disiapkan di tempat latihan tersebut memeriksa kondisi ayah Vano dan Yoona dan tim medis mengatakan jika kedua sudah meninggal.
"Apa? Yoona gagal dalam misinya?" Ayah Natasha terkejut dengan kabar yang baru saja didengarnya, salah satu orang terkuat tewas dalam menjalankan misinya.
"Iya, Pak. Luka tembak di daerahnya membuat Iya tadi bisa diselamatkan," jawab orang tersebut.
"Bagaimana dengan Kinara?" tanyanya lagi
"Kinara baik-baik saja, pak. Dari tim kami tak ada korban satu kecuali Yoona. Sepertinya nya penyerangan kali ini di ketahui oleh musuh, saat kami datang mereka sudah siap menyambut kedatangan kami.
"Sepertinya memang seperti itu, kalian urus saja jazad mereka berdua dan kita lanjutkan pada ada misi berikutnya.
🌹Terima kasih sudah membaca.🌹