
Ayah Natasha mengulurkan tangannya mengambil kotak gelang onyx yang tadi diberikan oleh Kinara. Ia sebenarnya sudah tau jika Kinara adalah pemilik gelang onyx atau lebih tepatnya orang yang memenangkan taruhan malam itu.
Ayah Natasha melihat dan memeriksa apakah itu gelang itu asli atau duplikat, setelah memeriksa secara detail Kinara memang memberinya gelang onyx asli yang selama ini mereka cari. Ia kemudian memasukkan ke dalam kotak dan kembali menyimpannya di tempat semula dan menatap Kinara dengan tatapan menyelidiki ya, berfikir mengapa Kinara memberikan gelang susah padanya.
Ayah Natasha mendengar dari para bawahannya jika ilmu beladiri Kinara tak diragukan lagi, ia bahkan bisa mengalahkan beberapa anak buahnya saat di casino beberapa waktu yang lalu. Kejadian yang baru saja terjadi juga cukup membuat Ayah Natasha kagum, Kinara bahkan melawan orang-orang yang menyerang Natasha dan mengalahkan dengan cepat sedang sopirnya yang menurutnya ilmu beladirinya cukup bisa diandalkan untuk menjaga Natasha saja kewalahan melawan mereka semua.
Yang paling membuatnya terkejut dan masih bertanya-tanya mengapa Kinara menyinggung masalah Geng, ' Apa anak ini sudah tau tentang geng Naga Hitam?' batin ayah Natasha.
Geng Naga Hitam adalah Geng Mafia terkuat dan geng paling besar saat ini.
Kinara Sudah beberapa hari ini terus mengawasi dan mencari tahu tentang mengenai geng Naga hitam melalui beberapa situs rahasia dan menurut penyelidikannya kandidat terkuat yang menjadi pemimpin geng tersebut adalah Ayah Natasha.
Jika ingin balas dendam ia harus menjadi lebih kuat dan jalan satu-satunya agar lebih kuat dari sebelumnya ia harus mencari pendukung yang lebih kuat lagi yaitu dengan masuk ke geng Ayah Natasha. NAGA HITAM.
"Bagaimana? Apa aku boleh ikut bergabung dengan anda?" tanya Kinara dengan gayanya yang penuh keyakinan jika ia pasti akan di terima..
Sebuah informasi masuk dan itu adalah informasi yang sengaja diminta oleh ayah Natasha dan di sana tertulis bahwa Kinara hanya murid biasa tak memiliki keistimewaan ataupun yang pernah di khawatirkan dan dia juga berasal dari keluarga yang sama sekali tak berbahaya ataupun tak ada sangkut-pautnya dengan dunia dunia hitam.
Ayah Natasya mengangguk setelah membaca informasi itu.
"Ada beberapa peraturan jika kau ingin bergabung dengan Geng Naga Hitam.
"Pertama, tidak ada yang bisa memperkenalkan dirinya secara langsung harus ada pihak ketiga yang memperkenalkanmu kepada tim kami dan dalam hal ini aku sendiri yang akan memperkenalkan."
"Kedua, dalam geng ada berbagai macam karakter apapun yang kalian lakukan kalian tak boleh saling bermusuhan, kau paham?" Kinara hanya mengangguk menjawab pertanyaan Ayah Natasha.
"Ketiga, kita tidak boleh berurusan dengan pihak kepolisian hindari segala sesuatu yang bisa membuat kita terkait dengan polisi."
"Keempat, selalu bersedia apabila kalian diperintahkan untuk melakukan sebuah tugas, apapun tugasnya dan seberat apapun itu."
"Kelima, janji kalian harus benar-benar kalian tepati khususnya antar sesama geng kita."
Yang terakhir, kalian harus memberikan informasi yang sebenar-benarnya mengenai diri kalian pada sesama anggota saat sudah di terima.
Bagaimana kau sanggup?" tanya ayah Natasha bersandar di sandaran kursinya menunggu jawaban Kinara.
"Bagaimana dengan membunuh? Apa kita dibolehkan membunuh seseorang termasuk sesama geng kita jika itu masuk kedalam misi?" tanya Kinara yang membuat Ayah Natasha mengerutkan keningnya.
"Apa pendapat Anda jika seseorang menipu anggota geng sendiri hingga anggota geng tersebut harus tewas dengan cara yang sangat memalukan?"
"Apakah kita boleh membalas orang yang telah mencoba membunuh kita, walaupun itu anggota geng kita sendiri?" tambah Kinara mengambil pulpen yang Ara di meja dan memainkannya di jarinya.
Bukannya menjawab pertanyaan dari ayah anastasya tentang peraturan peraturan untuk menjadi anggota geng Kinara justru mempertanyakan kembali peraturan-peraturan game yang mungkin saja dapat dilanggar seperti apa yang dirasakannya, anggota gengnya berkonspirasi untuk menyingkirkannya.
Mendengar hal itu ayah Natasha menjadi sedikit Khawatir ia tak menyangka jika kinara akan mengatakan hal itu karena memang di beberapa geng itu biasa terjadi dan itu semua adalah kesalahan pemimpin dari geng tersebut.
Kinara yang melihat ekspresi wajah ayah Natasha yang terlihat cemas dan khawatir, Kinara pun mengalihkan pembicaraan dan berinisiatif mengatakan jika geng mereka memerlukan ketua geng berikutnya dia bisa memilihnya menjadi kandidat yang terbaik dalam memimpin suatu geng.
Ayah Natasha tersenyum sinis mendengar apa yang dikatakan oleh Kinara, ia semakin kagum dibuatnya.
"Apa pendapatmu tentang mafia?" tanya ayah Nastasha yang sekarang terakhir lebih santai dari sebelumnya.
"Membunuh atau di bunuh," jawabnya.
"Anda pasti sudah tau seperti apa kemanampuanku, bukannya Anda sudah mendapatkan laporannya?" Melirik laptop yang ada di meja itu.
Kinara menyimpan pulpen yang sedari tadi di mainkannya di meja, "Aku bahkan bisa mengalahkan beberapa orang anda dalam sekejap, apakah itu belum cukup untuk membuat anda tertarik untuk merekrutku menjadi pemimpin?"
Ayah Natasha kemudian tertawa, ia benar-benar tak abis pikir tentang keberanian Kinara.
"Apa sebelumnya kamu sudah mengetahui tentang mafia atau kau bergabung dengan mafia lainnya?" tanya ayah Nastasha menghentikan tawanya.
Kinara tak menjawab, ia hanya menatap Ayah Natasha dengan senyum sinisnya dengan gaya coolnya.
πΏπΏπΏ
"Kinara dan Ayah lama banget sih, memangnya mereka lagi bahas apa?" gumam Natasha penasaran, ia tak mengerti mengapa Kinara justru tertarik bertemu dengan ayahnya dibanding bermain dengannya, ia ingin memperlihatkan kamarnya dan bercerita banyak dengan Kinara.
Natasha berjalan bolak-balik dan terus melihat jamnya. "Kalau seperti ini pasti nanti Kinara langsung pulang," ucap Natasha cemberut kemudian duduk di sofa sambil melipat tangannya, sesekali ia melihat ke arah di mana Kinara dan ayahnya sedang berbicara, tak ada tanda-tanda mereka akan mengakhiri pembicaraannya.
Menunggu selama satu jam baru lah Kinara turun.
"Kamu lama banget sih, emangnya kalian bahasa apa?" tanyanya penasaran.
"Gak bahasa apa-apa kok, ya udah aku pamit pulang dulu ya, ini sudah malam," ucapnya.
"Tuh kan, kamu datang ke situ buat ketemu ayah aja," kesal Natasha.
"Kapan-kapan ya, aku datang lagi, aku pamit dulu ini sudah malam."
Natasha melihat jamnya, ini memang hampir setengah malam. Tak mungkin ia menahan Kinara.
Natasha mengantar kinara keluar.
"Apa kamu akan ke asrama?" tanyanya.
"Tentu saja aku mau pulang ke mana lagi," jawab Kinara.
Natasha kemudian menyuruh salah satu supir untuk mengantar Kinara kembali ke asrama.
Ayah Natasha dan supir pribadi Natasha melihat Kinara pergi dari sana.
"Selidiki anak itu," ucapnya pada supir pribadi Natasha dan kembali masuk ke ruang kerjanya.
Pesta pentas seni tiba, semua murid yang baru tiba langsung heboh saat orang gadis cantik masuk ke dalam kelas mereka dan mengatakan jika dirinya adalah panitia pentas seni yang akan di adakan Beberapa hari lagi.
ππππππππππππππππ
Terima kasih sudah membaca π
Salam dariku Author M Anha (Ig : anha5569)
ππππππππππππππππ