Mafia In The School

Mafia In The School
Kekesalan Kinara



Kinara terus memperhatikan gelang yang sudah berhasil direbutnya, 'Sebenarnya apa sih keistimewaan gelang ini, kenapa Claudia sampai mengirimkannya padaku waktu itu, aku pikir ini hanya gelang bisa, dan di Kasino ini gelang ini menjadi taruhan bahkan ada yang menawarnya hingga 200.000.000 juta, pemiliknya juga mengatakan jika gelang ini istimewa dan juga sepertinya ia sangat berat memberikannya kepadaku. Apa gelang Ini benar-benar Istimewa, apa ada sesuatu di balik gelang ini, tapi ini terlihat biasa saja,' batinnya terus berkutat dengan pertanyaannya sendiri.


"Aku akan tanyakan pada Claudia nanti saat sampai di rumah, siapa tau aja dia tahu tentang keistimewaan gelang ini," gumam Kinara menyimpan gelang tersebut di tasnya.


saat akan melangkah pergi, tiba-tiba sebuah tongkat melayang kepadanya dan dengan cepat Kinara menangkapnya dengan satu tangan, meremas tongkat tersebut dan berbalik ingin tau siapa yang berani mengarahkan tongkat itu padanya.


Kinara dengan kelihaiannya berhasil menangkap tongkat yang melayang kepadanya dan menatap tajam pada orang yang berani mengarahkan tongkat dan ternyata adalah pemilik gelang tersebut.


Pemilik gelang tidak puas, dia merasa dipermalukan oleh Kinara karena perbuatannya tadi, belum lagi ia masih tak rela jika gelangnya direbut oleh Kinara, gelang itu terlalu istimewa hingga lepas dari tangannya semudah itu.


Melihat Kinara yang terlihat lengah dan fokus pada gelang nya, ia mengambil tongkat dan mengarahkannya pada Kinara. Berharap tongkat itu bisa melukai Kinara.


"Apa peringatan ku tadi belum cukup?" Kesal Kinara mengeratkan genggamannya pada tongkat yang ujungnya masih dipegang oleh pemilik gelang tersebut.


Pemilik gelang itu menelan ludahnya dengan susah saat melihat tatapan Kinara dan ia bisa merasakan kuatnya cengkraman tangan Kinara pada tongkat yang mereka pegang.


Kinara kemudian dengan kuatnya mendorong tongkat tersebut hingga pemilik tongkat yang masih memegang ujungnya jatuh tersungkur ke lantai.


"Kalian tunggu apalagi, cepat rebut gelangnya, dan habis wanita itu," teriak pemilik gelang yang masih duduk di lantai memegang pinggulnya yang sakit karena terjatuh cukup keras, setelah tersadar dari keterkejutan dengan apa yang dilakukan Kinara padanya.


Kinara bisa melihat beberapa orang langsung berlari ke arahnya, orang-orang berpakaian rapi berjas serba hitam dan bertubuh besar.


"Kau salah telah bermain-main denganku wanita liar," teriaknya sambil mencoba bangkit dibantu beberapa orangnya.


Kinara melihat orang-orang yang bersiap menyerangnya. Kinara tetap santai dan tak menunjukkan rasa takut sedikitpun.


Orang-orang langsung menyingkir, menjauh dari sekitaran Kinara, mereka takut akan terlibat dalam perkelahian tersebut.


"Hey kau cepat bantu dia," ucap seorang pengunjung wanita menyuruh seorang laki-laki untuk membantu Kinara.


"Kau sudah gila ya, mana berani aku melawan mereka, aku tak sekuat itu," ucapnya melihat lawan Kinara.


Mereka hanya saling menyuruh, tapi tak ada satupun yang ikut maju untuk membantu Kinara.


Mereka semua ingin membantu, tapi melihat orang-orang pemilik gelang yang menyeramkan membuat nyali mereka menciut dan mereka hanya bisa melihat penuh tatapan kasihan pada Kinara.


Kinara hanya tersenyum melihat mereka semua yang semakin mendekat.


Mereka langsung menyerang Kinara secara bersamaan, Kinara dengan ilmu bela dirinya dengan cepat menghindari dan melumpuhkan mereka satu demi satu, mereka bahkan tak sempat untuk melukai Kinara sedikitpun, hanya dalam sekejap mereka semua sudah tumbang.


Kinara hanya membutuhkan waktu yang sangat singkat untuk menghabisi mereka semua.


Semua tercengang melihat aksi Kinara yang menurut mereka sangat luar biasa dan mereka semua terkagum-kagum pada Kinara.


Pemilik gelang tersentak melihat aksi Kinara yang di luar dugaannya.


[Bip, skor transformas bertambah 25]


Begitu urusan Kinara sudah selesai dengan Semua bawahan pemilik gelang tersebut, tatapan Kinara kembali pada bos mereka, ia berjalan mendekat menuju ke pemilik gelang tersebut yang sudah melangkah mundur saat melihat kondisi para bawahannya.


Kinara melangkah dengan perlahan menuju pemilik gelang, sambil memainkan gelang di tangan nya, selangkah demi selangkah semakin dekat dan semakin dekat. Kinara belum sampai pada orang tersebut. Namun, tatapannya sudah berhasil membuat orang yang ditatapnya menciut ketakutan.


"Aku minta maaf, aku mengaku salah aku tidak akan mengganggumu lagi gelang itu milikmu sekarang, silahkan kau bawa gelangnya kemanapun kau mau," ucap pemilik gelang yang sudah gemetar ketakutan.


"Bip, skor transformas bertambah 15]


Kinara yang mendengar ucapan pemilik gelang itu hanya tersenyum sinis dan semakin melangkah maju. Ia benar-benar kesal dibuatnya.


Mendengar kalimat yang baru saja keluar dari mulut Kinara membuat pemilik gelang tersebut sangat ketakutan ia langsung bersujud, bersimpuh sambil meminta ampun pada Kinara.


"Tolong jangan bunuh aku, aku tak akan melakukannya lagi aku salah aku ini orang yang bodoh aku mohon ampuni aku," ucapnya terus meminta ampun pada Kinara.


[Bip skor transformas bertambah 40]


Semua pengunjung tak ada yang berani berkomentar, mereka larut dalam pikirannya mereka masing-masing tentang Kinara.


Vincent yang sedari tadi memiliki urusan lain baru masuk dan kembali ingin menghampiri Kinara.


Vincent heran dengan apa yang terjadi di Kasino itu.


'Apa yang telah terjadi, ada apa dengan orang-orang ini, siapa yang melakukannya,' batin Vincent melihat beberapa orang tergeletak penuh luka di lantai belum lagi ada seseorang yang menyembah-menyembah pada Kinara.


"Ada apa ini, Kenapa sepertinya orang itu terlihat sangat ketakutan?" tanya Vincent pada Asistennya yang berjalan di sampingnya.


"Sepertinya ini semua ulah Kinara," jawab Asisten tersebut yang sudah tau tempramen Kinara.


"Ada apa ini?" tanya Vincent menghampiri Kinara.


"Tak ada apa-apa, aku hanya sedang meregangkan otot-ototku," jawab Kinara menyimpan kembali Galangnya dan membebaskan pemilik gelang.


"Ada apa? Kenapa kau terlihat sangat kesal?" tanyanya.


" Lihatlah pria jelek ini, tadi aku sudah memenangkan taruhan dengannya, tapi sepertinya dia mau bersikap curang padaku aku hanya memberikan sedikit pelajaran, tapi coba lihat betapa pengecutnya dia, dia langsung memanggil antek-anteknya," ucap Kinara menunjuk para bawahan pemilik gelang yang masih meringis memegangi luka mereka.


"Aku belum juga membalasnya, dia sudah menangis merengek meminta ampun," jelasnya melipat tangannya didada menatap rendah pada pria yang masih menunduk tak berani menatapnya.


Vincent menarik kerah pria yang berlutut itu untuk berdiri.


Bugh


Tinju Vincent melayang ke wajah pria itu, membuat pria kembali tersungkur ke lantai.


"Jangan pernah menyakiti wanita dan jangan jadi pengacau di Kasino ini," ucapnya memperingatkan pemilik gelang dan memerintah orang-orangnya untuk menyelesaikan sisanya.


"Kau tak apa-apa?" tanya Vincent khawatir.


"Aku baik, ini bukan masalah besar buat ku," jawabnya.


Vincent dan Asistennya saling pandang mendengar jawaban Kinara.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏


Salam dariku Author M Anha ❤️


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Sambil menunggu update terbaru yuk mampir