Mafia In The School

Mafia In The School
Tamu Terhormat.



Orang yang menggelar pertandingan balap tersebut ikut mendengar keributan yang terjadi, Ia pun menghampiri Kinara dan juga beberapa bawahan yang sedang berdebat.


"Ada apa ini?" tanya melihat Kinara dari ujung kaki hingga ke ujung kepala dengan kening yang berkerut bergantian melihat beberapa bawahannya yang terlihat menahan emosi kelihat kinara.


"Dia ingin masuk ke area para peserta balap, kami sudah menyuruhnya pergi dan kembali ke tempat duduknya di barisan penonton, tapi dia terus saja menolak dan bersikeras untuk melihat persiapan pembalap lain," jelas bahwa yang sedari tadi berdebat dengan Kinara.


Mendengar penjelasan dari anak buahnya dia tak memberi tanggapan dan langsung memanggil keamanan untuk membawa Kinara pergi dari sana, ia tak ingin perselisihan mereka membuat pembalap lainnya merasa terganggu.


"Bawa dia pergi dari sini?" ucapnya saat beberapa keamanan yang bertugas menjaga keamanan pertandingan tersebut datang.


"Ayo silahkan ikut kami," ucapnya, tapi Kinara tak menghiraukan ucapannya. "Jangan buat kami bertindak kasar," tambahnya.


Mereka baru akan bertindak kasar kepada Kinara saat Kinara tak menggubris permintaan. Namun, tiba-tiba Ayah Natasha datang membuat Kinara tersenyum sinis memandang orang yang menggelar acara tersebut.


Mereka semua menyambut kedatangan ayah Natasha dan menunduk hormat termasuk orang yang menggelar pertandingan tersebut.


Ayah Natasha yang melihat Kinara menghampirinya.


"Mereka ingin mengusirku," ucap Kinara mengadukan mereka semua saat Ayah Natasha sudah sampai pada mereka.


"Dia adalah tamuku, biarkan dia masuk," ucap Ayah Natasha kemudian berlalu meninggalkan mereka menuju ke ruangannya.


Semua tercengang mendengar ucapan Ayah Natasha yang merupakan pemimpin mereka, orang yang tadi sempat memaki dan membentak Kinara langsung meminta maaf.


"Kenapa kamu tak bilang jika ku adalah tamu dari ketua?" tanya penyelenggara pertandingan tersebut.


Kinara tak menjawab, dan juga tak menghiraukan ucapan Maaf mereka. Ia langsung bergegas mengikuti Ayah Natasha berjalan di belakangnya sambil melihat wajah mereka satu persatu dengan tatapan sinisnya.


"Siapa anak itu?" guman salah satu dari mereka, yang mewakili pertanyaan peserta lainnya.


"Apa mereka menyusahkanmu?" tanya Ayah Natasha begitu Kinara masuk ruangannya.


"Sedikit, tapi itu bukan masalah bagiku," jawab Kinara tanpa mengubah sedikitpun wajah tegasnya.


Ayah Natasha melemparkan sebuah berkas di depan Kinara.


"Baca dan tandatangani," ucap ayah Natasha.


"Kinara berjalan mendekat dan melihat berkas tersebut yang disana tertulis jelas jika berkas itu adalah perjanjian hidup dan mati.


Semalam Kinara langsung mendatangi kediaman Ayah Natasha dan ingin ikut dalam pertandingan tersebut, Ayah Natasha awalnya ragu. Namun, Kinara berjanji akan memenangkan pertandingan tersebut. Ayah Natasha yang melihat kesungguhan, keyakinan Kinara pun memberikan kesempatan.


"Dengar, pertandingan bukan pertandingan seperti yang kau bayangkan, hanya terlihat biasa saja dari luar. Pertandingan ini sangat berbahaya tak ada aturan dalam pertandingan, aturannya hanya satu. Siapa yang mencapai finish dialah pemenangnya tak peduli bagaimanapun caranya. Apa kau yakin akan mengikutinya, nyawamu bisa jadi taruhannya dan satu lagi, lawanmu adalah para pembalap yang berskill tinggi, mereka sudah memenangkan beberapa balapan sebelumnya. Dengan cara jujur dan tak jarang mereka melakukan kecurangan," ucap Ayah Natasha bersandar di kursinya.


"Aku setuju, apapun akan aku maka akan terjadi."


Tanpa menjawab pertanyaan dari ayah Natasha, Kinara langsung mengambil pulpen dan menandatanganinya, memperlihatkan tanda tangannya kepada ayah Natasha kemudian menutup kembali berkasnya dan menyerahkan kepada ayah Natasha.


"Aku pasti akan menjadi pemenang dalam balapan tahun ini," ucapnya dengan penuh keyakinan.


Ayah Natasha melihat berkas tersebut yang sudah ditandatangani oleh Kinara kemudian melihat Kinara dengan tatapan masih ragu. Namun, tak ada salahnya untuk mempercayai sosok Kinara yang sudah terlalu banyak membuat kejutan yang diberikan kepadanya, ayah Natasha meminta seseorang untuk mengawasi kinara sebelum dinyatakan sebagai salah satu anggota Naga Hitam dan ayah Natasha berpikir jika ia pantas mendapat kesempatan menjajal sirkuit balap yang terkenal cukup sulit dan bahkan sering terjadi di kecelakaan yang menewaskan pembalapnya.


Begitu selesai menandatangani berkas tersebut, ayah Natasha berjalan keluar diikuti oleh Kinara, dia membawa Kinara ke salah satu tim yang merupakan tim terkuat dari yang wakil gengnya.


Semua yang melihat ayah Natasha datang langsung berdiri menghentikan kegiatan mereka semua. Semua mata tertuju pada Kinara yang berjalan di belakangnya.


"Berikan helmnya," ucap ayah Natasha menunjuk salah satu orang.


Orang tersebut langsung dengan sopan mengambil helm dan memberikannya kepada ayah Natasha.


Ayah Natasha yang sudah megang helm Langsung melemparnya kepada Kinara, " Tunjukkan bakatmu," ucapnya yang dijawab anggukan oleh.


"Namanya Kinara, dia akan menjadi salah satu pembalap dari tim kita," ucap Ayah Natasha membuat mereka semua tercengang tak percaya, bukan karena Kinara seorang wanita.Namun, melihat usia Kinara Sepertinya dia belum terlalu berpengalaman dalam hal tersebut, tapi mereka tak bisa menolaknya itu adalah keputusan pemimpin mereka.


Semua memandang remeh pada Kinara. Namun, Kinara tak mengindahkannya tatapan mereka dan langsung menunggangi motor yang sudah disiapkan oleh Ayah Natasha.


'Akan ku buktikan pada kalian, jika apa yang kalian pikirkan tentangku salah, akan ku ubah pandangan kalian kepadaku, tunggu dan lihat saja,' batinnya memakai helm tersebut dan mulai menyalakan mesin motornya. Mencoba mengenal motor yang akan ditungganginya. Sudah lama ia tak membawa motor dan berada di tubuh Kinara sungguh membatasi kekuatannya.


Sementara itu di barisan para penonton, Claudia dengan cemas menunggu Kinara yang tak kunjung datang, sementara sebentar lagi balapannya akan dimulai. Namun, entah kemana Kinara pergi.


"Kinara ke mana sih? Katanya sebentar, tapi ini sudah 10 menit dia pergi. Namun, Kenapa sampai sekarang ia tak juga kembali? Aku kan sudah bilang kalau pertandingannya 10 menit lagi," kesal Claudia.


Claudia semakin kesal saat sedari tadi ia menelepon Nomor Kinara akan tetapi ponsel Kinara tak aktif.


"Bagaimana ini, bagaimana kalau dia tidak menemukan jalan pulang ke sini, apa aku harus menyusulnya," gumamnya. Namun, Ia juga tak ingin melewatkan pertandingan tersebut.


Claudia menjadi dilema apakah ia harus pergi mencari Kinara dan menyusulnya atau menyaksikan pertandingan yang sebentar lagi akan dimulai.


"Baiklah, akan aku cari dulu," ucapnya melihat jam di tangannya dan melihat tempat start sepertinya para pembalap belum ada di sana.


Baru saja ia ingin bergegas mencari Kinara, sebuah pesan masuk di ponselnya.


"Jangan mencariku, nikmati saja pertandingannya," isi chat dari Kinara.


Claudia hanya menghela nafas membaca pesan tersebut dan kembali duduk.


"Apa dia sudah pulang ya" gumamnya. Claudia tak ingin memikirkan Kinara dulu, yang ingin fokus pada pertandingan saat melihat beberapa pembalap sudah bersiap di garis start. Suara jeritan para penggemar membuat Claudia tergelitik ikut bersorak.


🌹🌹 Terima kasih sudah membaca 🌹🌹