
Kinara bisa melihat Tiara yang sejak tadi melihat kearah mereka, Terlihat jelas raut wajah ketidak sukaan Tiara saat melihat kedekatannya dengan Claudia, namun Kinara tak ambil pusing, ia semakin memanas-manasi Tiara dengan melambaikan tangannya, mengejek adik tirinya itu saat Claudia terus menariknya dengan terburu-buru.
Tiara mengepal tangannya melihat apa yang di lakukan Kinara, Kinara bahkan melempar ciumannya dan mengedipkan matanya pada Tiara, "Kau jangan berbangga dulu, aku yakin Claudia berteman denganmu hanya untuk memanfaatkan."
Tiara menghentakkan kakinya merasa kesal dan memilih untuk bersiap-siap.
"Lihat saja malam ini akau akan membalasmu, aku akan membuatmu tak mampu lagi memperlihatkan wajahmu di sekolah." Tiara yang meresa kesal terus memikirkan cara bagaimana agar rencana berhasil.
Claudia menarik Kinara masuk kesalah satu ruang yang terlihat mewah yang ada di sudut ruang ganti para peserta.
"Ini ruangan siapa?" tanya Kinara melihat beberapa deretan gaun yang begitu cantik berjejeran rapi.
"Ini ruang ganti pribadiku, bagaimana menurutmu?" ucapnya memamerkan semua perlengkapan mewah yang ada di dalam ruangan itu.
Kinara merasa terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Claudia, ruangan sebesar dan semewah itu adalah ruangan pribadi untuknya.
"Ini beneran ruangan pribadi kamu?" tanya Kinara melihat beberapa deretan baju yang mewah yang ada di sana mengabsan gaun itu dengan jari telunjuknya.
"Iya, ini semua ayahku yang menyiapkannya, aku sendiri tak menyangka, ayahku akan menyiapkan semua ini, padahal aku tak mengatakan jika aku ikut sebagai peserta pada malam gala seni ini," ucap Claudia kemudian ia mengeluarkan sebuah gaun panjang dari dalam sebuah kotak, gaun itu yang akan di pakainya untuk pertunjukan nanti.
"Kinara, coba kau lihat ini? Bagaimana menurut, ini yang aku pilih dari semua pilihan yang ada?" tangannya Pada Kinara yang terlihat ikut mengagumi keindahan gaun itu.
"Ini gaun yang akan kau pakai nanti?" tanya Kinara menghampiri Claudia, Kinara juga mengagumi gaun pilihan Claudia.
"Iya, ini yang aku pakai nanti," ucap, saat melihat gaun itu Claudia langsung menyukainya dan mengabaikan Beberapa pakaian yang lainnya.
"Kau pandai memilih gaun, aku akuin selaramu memeng sangat bagus, gaun ini cantik sekali, pasti akan sangat cocok di badan kamu." Kinara akui jika gaun yang di pegang Claudia memang sangat cantik.
"Iya, aku juga sangat menyukainya, makanya aku pilih ini. Jika aku memakai gaun ini saat pertunjukan nanti semua pasti juga akan mengagumi penampilanku," ucap Claudia kemudian ia menempelkan gaun itu ke tubuhnya dan melihat ke arah cermin.
Claudia sangat senang saat dipuji oleh Kinara. Selamat ini apapun yang di lakukannya Kinara tak pernah memujinya. Baru kali ini Kinara memuji jika seleranya bagus dalam pakaian.
Kinara yang sedang berbincang dengan Claudia memicingkan matanya saat melihat seseorang yang lewat di depan pintu ruang mereka. Claudia terlalu antusias ingin menunjukkan gaunnya membuat mereka lupa menutup pintu ruangan itu.
Kinara bergegas mengajar sosok yang dilihatnya.
"Kinara sebaiknya rambutku di ikat atau di garasi saja?" tanya Claudia yang sejak tadi mengikat rambut kemudian kembali mengerjainya saat merasa tak puasa dengan hasilnya.
Claudia yang tak mendapat jawaban dan tak mendengar keberadaan Kinara berbalik ke arah Kinara tadi berada, namun Kinara sudah tak ada di sana , "Kemana Kinara pergi, perasaan baru saja Kinara masih ada di sampingku, Kenapa ia tak mengatakan apa-apa sebelum pergi," gumam Claudia berdiri dari duduknya, ia sedang duduk di meja riasnya. kemudian Claudia mencari kemana perginya Kinara.
Kinara terus mencari seseorang yang tadi di lihatnya, ia melihat sosok sangat familiar, walaupun hanya sepintas, tapi ia yakin jika itu adalah dia, namun begitu ia keluar orang tersebut sudah tak ada.
"Apa aku salah lihat ya," gumamnya memiringkan kepalanya kemudian melihat kearah dimana orang tadi pergi. Kinara Sudah tak melihat siapa pun di sana, padahal ia baru saja melihatnya lewat di depan ruang mereka.
Kinara mengendikkan bahunya, "Mungkin aku salah lihat, mungkin tadi itu hanya orang yang mirip dengannya," gumamnya kemudian ia berbalik ingin kembali ke ruang pribadi Claudia, namun saat berbalik ia tanpa sengaja menabrak Keyla.
"Awww" pekik Keyla merasa sakit di lengannya yang terbentur dinding.
Kinara baru ingat meminta maaf, namun Keyla lebih dulu maju dan meminta maaf padanya.
"Maaf, maaf ya? Aku tidak sengaja. Apa Kamu tak apa-apa?" tanyanya pada Kinara yang berdiri mematung masih terkejut.
"Nggak, aku gak apa-apa," jawab Kinara masih menatap Keyla yang mengusap bahunya merasa sakit.
'Keyla minta maaf padaku, apa tidak salah. Bukannya seharusnya dia marah. Aku yang menabraknya. Kenapa malah dia yang minta maaf, dan sepertinya benturan di lengannya cukup keras. Hari itu aku juga meninggalkannya didanau saat ia tenggelam. Ini nggak salah, apa Keyla sedang mabuk?Kenapa justru dia yang minta maaf, sikapnya sangat aneh,' batin Kinara.
Claudia yang mendengar keributan di luar jadi penasaran dan dia pun keluar, dan ia melihat Kinara dan juga Keyla.
"Keyla kamu kenapa?" tanya Claudia yang melihat Keyla meringis kesakitan.
"Aku tak sengaja menabraknya," jawab Keyla menunjuk Kinara.
"Kau menabrak Kinara?" tanya Claudia merasa heran, Keyla yang menabrak Kinara, tapi Kenapa ia yang terlihat kesakitan dan Kinara terlihat baik-baik saja.
" Sekali lagi maaf ya, aku benar-benar tak sengaja. Aku permisi dulu. Aku sedang buru-buru," ucapnya kemudian pergi meninggalkan Claudia dan juga Kinara yang bingung menatapnya.
"Ada apa dengan anak itu? Apa karena kejadian yang lalu saat dia tenggelam ingatannya ikut tenggelam di dasar danau? Dia jadi lupa ingatan? Kenapa dia melihat kita seperti dia tidak mengenali kita?" ucap Claudia menatap Kinara penuh tanya.
Kinara juga berpikiran yang sama, mungkin saja ia lupa ingatan, Keyla sangat berbeda dari terakhir mereka bertemu.
"Apa menurutmu dia hanya berpura-pura?"
"Entahlah sepertinya memang dia sedang lupa ingatan, tapi jika ia berpura-pura, apa pentingnya? Aku tak mengambil pusing tentang masalah kehidupannya."
"Sudahlah, tak usah membahasnya, nggak penting juga. Ayo ikut aku, aku ingin memperlihatkan sesuatu," ucap Claudia menarik Kinara untuk ikut dengannya.
Claudia ingin memperlihatkan beberapa gaun yang sudah di pilihnya untuk Kinara.
Setelah mereka pergi sistem tiba-tiba memperingatkan Kinara akan adanya bahaya, namun karena suasana yang semakin berisik karena suara musik mulai terdengar memekakkan telinga Kinara tak mendengarkan peringatan dari sistem.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca 🙏
jangan lupa ya like, vote dan komennya.
Dalam dariku Author M Anha 🥰
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖