Mafia In The School

Mafia In The School
Saling Melindungi



Kemampuan Kinara, Vincent dan juga Ayah Natasha sudah tak diragukan lagi. Mereka dengan mudah mengalahkan para bawahan ketua geng Mawar Hitam walaupun mereka merupakan para andalannya. Mereka bertiga hanya membutuhkan beberapa menit saja dan berhasil melumpuhkan beberapa dari mereka dan hanya menyisakan ketua geng dan asistennya.


Suara tembakan berhenti, mereka saling mencari satu sama lain, ketua geng tersebut yang sudah mengetahui jika ia berada di posisi yang tidak aman mencoba untuk mencari tempat yang aman untuk bersembunyi dari mereka. Namun, tak disangka Kinara bisa menemukannya dengan sangat mudah.


Dengan satu tendangan Kinara membuat ketua geng tersebut langsung terjungkal ke depan keluar dari tempat persembunyiannya. Kinara kembali memukulnya dengan senjata yang dipegangnya saat orang itu mencoba untuk kabur. Kinara melampiaskan semua amarahnya dengan memukulnya hingga ke tengah ruangan tersebut.


Ketua Geng itu sudah tak mampu untuk berdiri lagi membuat Kinara langsung mengarahkan senjatanya ke kepala ketua geng tersebut.


"Katakan! Apa alasanmu menjebak Kinara dan membuatnya tewas dalam ledakan? Kinara sudah sangat percaya padamu teganya kau menghabisinya dengan cara seperti itu."


"Siapa kau? Kenapa kau tahu banyak tentang Kinara."


"Walau aku mengatakan jika aku adalah Kinara aku yakin kau pasti akan percaya," ucapnya masih menodongkan senjata itu dikepala ketua geng tersebut.


Ketua Geng itu sedikit takut saat melihat tatapan Kinara. Itu adalah tatapan Kinara sang mafia, sepintas bayangan Kinara muncul di ingatan, ia bahkan bisa melihat jika orang yang sedang menodongkan senjata itu bukan gadis itu melainkan Kinara sang Mafia si nomor 1,


membuatnya ketakutan, dia tahu seperti apa amarah Kinara saat ia marah.


"Jangan tembak aku. Aku sama sekali tak ada sangkut-pautnya dengan jebakan itu. semua itu jebakan musuh," ucapnya.


Kinara tersenyum sinis, "Kau pikir aku percaya dengan ucapanmu. Katakan! apa sesungguhnya alasan dibalik kematian Kinara?," ucapnya yang kini menembakkan senjatanya ke atas kemudian kembali mengarahkannya ke kepala ketua geng tersebut. Dengan tangan gemetar memegangi senjatanya, ingin rasanya ia menghabisi ketua Geng itu sekarang juga. Namun, ia menahannya ingin mencari tahu alasan sesungguhnya.


Vincent, Ayah Natasha dan juga Vano tercengang mendengar percakapan mereka. Apakah Kinara yang bersama mereka selama ini adalah Kinara sang mafia nomor 1 yang tewas 1 tahun yang lalu.' Batin mereka bertanya-tanya.


" Ayah ...," teriak Natasha membuat mereka semua berbalik ke arah sumber suara, ayah Natasha langsung menjatuhkan senjatanya saat melihat putri kesayangannya sedang bersama musuh mereka dan senjata diarahkan tepat di kepalanya.


"Natasha. Apa yang kau lakukan disini?" tanya ayahnya.


Natasha tak bisa berkata apa-apa hanya menggelengkan kepala dan menahan tangisnya.


Fokus Kinara teralihkan saat kedua sahabatnya ini sedang dalam bahaya dan kesempatan itu diambil oleh ketua geng tersebut dan langsung mengambil senjata Kinara dan berbalik mengancamnya.


Kinara tak bisa berbuat apa-apa, ia mengangkat tangannya dan terus melihat kearah Claudia dan Natasha.


"Jatuhkan senjata kalian," ucap ketua geng tersebut melihat kearah Vincent dan Vano.


Vincent yang melihat Kinara dan juga Ayah Natasha sudah mengangkat tangannya juga ikut menjatuhkan senjata mereka, melakukan hal yang sama. Mereka tak ingin mengambil resiko dan membahayakan mereka semua.


Ketua geng tersebut berdiri dan langsung menendang kaki Kinara membuat Kinara berlutut dan langsung menempelkan senjata ke kepala Kinara.


"Apa katamu tadi? Kau adalah Kinara?" tanyanya tertawa meremehkan. "Walau kau sudah mati, ternyata kau masih merepotkan ku. Aku tak mengerti mengapa kau bisa tahu segalanya. Apakah kau itu memang Kinara atau hanya memang mengada-ngada. Tapi satu yang pasti, sekarang kau juga akan menyusul Kinara, kalian bisa bertemu di alam baka," ucapnya kemudian semakin mengencangkan tawanya.


"Oh ya, tadi aku sangat ingin tahu kan mengapa kami menghabisi Kinara 'kan? Tidak, kami tidak menghabisinya tapi dia sendiri yang mendatangi jebakan yang kami buat untuknya." ketua geng itu semakin tergelak.


Kinara yang meresa kematiannya dijadikan bahan candaan tak terima. Ia tak terima dan langsung berdiri dan dengan gerakan cepat mengambil kembali senjatanya, mengarah kearah ketua geng tersebut dan siap mengeluarkan pelurunya.


"Awwww" pekik Claudia membuat Kinara menghentikan gerakannya menarik pelatuk senjatanya.


Bawahan yang menyekap kedua sahabatnya menyayat lengan Claudia.


Ketua geng tersebut kembali mengambil senjatanya dan memukul Kinara dengan senjata itu.


Vincent yang melihat itu kembali mengambil senjatanya dan menghampiri Kinara, melindungi Kinara dengan badannya saat Ketua gang itu mengarah senjatanya pada Kinara.


"Vincent jatuh kan senjata mu!" seru ayah Natasha saat melihat kode ketua geng tersebut pada orang yang menodongkan senjata pada putrinya.


Dorrr .... Suara tembakan kembali terdengar dan Claudia memegangi bahunya dan jatuh terduduk dan bersandar di tembok meringis kesakitan, orang tadi menembak bahu Claudia.


"Claudia" teriak Kinara.


"Jatuhkan senjata mu, jika tidak peluru ku ini akan bersarang di kepalanya," serunya mengancam Natasha.


"Vincent, aku bilang jatuhkan senjata mu," teriak ayah Natasha mengambil senjata nya dan mengarahkannya pada Vincent yang masih menodongkan senjatanya pada Ketua geng itu.


Kinara mengambil senjata Vincent dan menjatuhkannya di lantai.


Dorrr Satu tembakan lagi dikeluarkan. Ketua geng tersebut, ia menembak paha Vincent. Membuat Vincent terduduk di lantai.


"Jatuhkan senjata mu!" Ketua geng tersebut melihat pada Ayah Natasha. Demi anaknya ayah Natasya menuruti apa yang di perintahkan ketua geng tersebut.


Situasi kembali di kuasai Ketua gang Mawar Hitam.


Ia mendengar suara helikopter yang sedari tadi di tunggunya sudah sampai.


"Hay, gadis kecil kau ingin tau kan mengapa kami melenyapkan Kinara? jawabannya karena uang, nyawa Kinara itu sangat mahal. Ratusan orang diluar sana mampu membayar mahal untuk nyawanya, jika kami bisa mendapatkan uang dengan cepat hanya dengan menghabisinya, mengapa kami harus bersusah payah melakukan misi berbahaya untuk uang yang tak sebanding dengan harga nyawa Kinara. Mengorbankan satu orang demi kejayaan Mawar Hitam aku rasa itu tak masalah," ucapnya kemudian tertawa membuat Kinara mengepalkan tangannya.


"Tapi sudahlah Itu sudah berlalu, aku sudah menikmati semua uang itu, ternyata membesarkannya selama ini tak ada ruginya," ucapnya kembali tertawa Ingin rasanya Kinara menghabisi orang itu saat ini juga, ia bisa dengan mudah melakukannya. Namun, ia kembali melihat kearah dua sahabatnya. Ia tak mungkin membahayakan nyawa mereka.


Claudia bahkan sudah terluka parah sekarang. Ia harus mencari cara agar bisa menyelamatkannya.


"Lepaskan mereka, lakukan apa yang ingin kau lakukan pada kami, mereka tau apa-apa!" ucap Ayah Natasha yang melihat putrinya Semakin ketakutan dan Claudia yang semakin banyak mengeluarkan darah.


"Baiklah kita buat sebuah permainan," ucap ketua geng meminta ayah Natasha mengambil kembali senjatanya.


"Dalam hitungan ketiga tembak gadis ini, maka aku akan membebaskan kalian bertiga, tapi jika kau tak menembaknya, orangku yang akan menembak putrimu."


"Jangan coba-coba menyakiti Kinara," ucap Vincent kembali mencoba berdiri dan kembali melindungi Kinara dari ayah Natasha.


"Lakukan hitungannya, Pastikan aku sudah naik helikopter saat hitungan ke tiga," bisik ketua geng tersebut pada Asistennya dan meninggalkan ruangan itu.


"Satu," ucapnya Asisten mulai menghitung.


"Dua," lanjutnya melihat bosnya sudah mendekati helikopter.


Ayah Natasha bersiap mengarahkan senjatanya pada Kinara.


Vincent mengambil senjata yang ada di saku dalamnya dan mengarahkan pada ayah Natasha.


"Jangan coba-coba melakukannya, aku tak peduli jika Natasha terluka. Bagiku keselamatan Kinara yang utama."


Asisten tersebut bergerak menuju ke arah pintu keluar, begitu juga dengan bawahan lainnya yang menarik Natasha yang di jadikan Sandra.


🌹🌹 Terima kasih sudah membaca 🌹🌹