Mafia In The School

Mafia In The School
Siapa Pelaku Sesungguhnya



Begitu sampai di kelas Kinara langsung kembali duduk di samping Claudia. Claudia yang tak tahan langsung bertanya ada apa, mengapa Ia dipanggil ke kantor kepala sekolah..


"Aku dituduh sebagai pembunuh Kayla," jawabnya dengan santai.


"Apa?" Pekik Claudia tak percaya dengan apa yang baru saja di katakan oleh Kinara.


"Claudia, ada apa?" tanya guru yang sedang menerangkan saat saat Claudia tiba-tiba memekik.


"Maaf, Bu. Saya tidak sengaja," jawab Claudia. Dia baru sadar jika ia sedang dalam kelas dan sedang belajar.


"Kita bahas nanti," sahut Kinara saat melihat Claudia masih ingin bertanya padanya.


Claudia hanya mengangguk dan kembali fokus pada pelajaran.


Bel pulang sekolah berbunyi Semua langsung bersiap untuk pulang begitu juga dengan Claudia dan Kinara.


"Kinara, Kenapa bisa kamu dituduh jadi pembunuhnya, sudah jelas kita bersama saat kejadian, aku siap kok jadi saksimu," sahut Claudia yang merasa kesal dengan dituduh Kinara sebagai pelakunya dengan hanya dugaan semata.


"Kita tunggu saja polisi itu membuktikan tuduhannya, Aku yakin dia takkan bisa membuktikan karena memang bukan akulah yang membunuhnya."


Di saat mereka membicarakannya tentang kematian Kayla dan mengira-ngira siapa pelakunya Tiara melewati mereka.


"Aku pikir kau hanya menggertak anak-anak di sekolah ternyata kau mampu menghabisi nyawa seseorang yang tak patuh padamu," sindir Tiara berjalan melewati mereka.


Kinara langsung menarik tangan Tiara dan menghempaskannya ke dinding dan menghimpit lehernya menggunakan lengannya.


"Kinara, lepaskan! Apa yang kau lakukan," ucap Tiara memegang lengan Kinara mencoba menjauhkannya dari lehernya. Namun, kekuatan Kinara tak sebanding dengan kekuatannya. Kinara semakin mengangkat Tiara hingga Tiara hanya bertumpu pada ujung kakinya dan merasakan sakit akibat himpitan lengan Kinara..


"Aku malah curiga jika kaulah Yang menghabisi Kayla," ucap Kinara yang membuat Claudia ikut berpikir hal yang sama. "Jika aku sampai tahu kaulah penyebab Kayla jatuh ke danau dan tewas aku akan membuat perhitungan kepadamu, aku akan membuatmu menyusul Kayla," ancam Kinara melepas lengannya di leher Tiara.


Tiara terbatuk-batuk dan memegang lehernya yang terasa sakit.


"Ingat baik-baik kata-kataku tadi!" ucapnya kemudian meninggalkan Tiara yang terlihat ketakutan sambil terus mengusap lehernya yang terasa sakit.


"Awas ya kamu Kinara sebelum kamu menghabisi ku, aku yang akan habismu lebih dulu," ucapnya melihat Kinara yang semakin menjauh bersama dengan Claudia.


"Apa kamu yakin jika Tiara ada kaitannya dengan kematian Kayla?" tanya Claudia Yang penasaran.


"Itu hanyalah dugaanku itu juga, belum pasti kita tunggu saja penyelidikan polisi.


Kinara mengambil ponselnya dan mengetik sesuatu.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Claudia yang melihat Kinara terlihat serius dengan ponselnya ..


Claudia hanya melihat apa yang Kinara lakukan, ia bingung bagaimana caranya Kinara bisa meretas CCTV tersebut. Namun, ia kali ini tak ingin menanyakannya, terlalu banyak kejutan yang sudah disaksikannya selama memutuskan berteman dengan Kinara.


"Apa Tiara tak ada kemungkinan melakukannya?" tanya Claudia setelah melihat rekaman CCTV tersebut.


"Jika aku menjadi Tiara aku takkan melakukannya sendiri," ucap Kinara yang membuatnya Claudia kembali hanya mengangguk.


"Sudahlah! Tak usah memikirkan hal ini, kita fokus aja ujian kelulusan yang tinggal beberapa hari lagi.


Claudia kembali mengangguk dan mereka pun pulang ke kediaman masing-masing. Claudia pulang ke rumahnya sedangkan Kinara seperti biasa kembali ke asramanya.


Saat di asrama Kinara terus mencari tahu siapa dalang dari kematian Kayla. ia merasa ada yang mencurigakan dengan kematian tersebut.


Keesokan harinya semua murid dengan giat belajar, tiga hari lagi akan di adakan ujian yang menentukan mereka tetap di sekolah ini atau lanjut ke SMA.


Orang tua Kayla mendatangi kantor kepala Sekolah. Iya menerobos masuk ke ruang kepala Sekolah dan memaki-maki kepala sekolah dan beberapa pengajar yang ada di sana.


"Dengar, Pak. Anak saya ke sekolah ini untuk menuntut ilmu, ingin menjadi orang yang sukses, tapi apa yang diberikan sekolah ini pada anak saya? Sekarang anak saya sudah tak bernyawa lagi dan sampai sekarang pelakunya belum ditangkap, saya ingin meminta keadilan atas anak saya," ucap Orang tua Kayla yang membuat kegaduhan di ruang kepala Sekolah.


"Saya mewakili sekolah minta maaf, Bu Kami akan memberikan kompensasi atas insiden ini, kami juga mohon maaf sebenarnya di tempat kejadian ada CCTV, tapi bertepatan di saat hari kejadian CCTV mengalami kerusakan dan belum diperbaiki. Ibu tenang saja, kamu akan segera mendapatkan bukti dari CCTV tersebut. Namun kami akan berusaha untuk mencari siapa pelakunya, mohon bersabar lah." Kepada sekolah mencoba menenangkan orang tua Kayla.


"Dengar ya Pak, saya mengandung anak saya dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang, menyekolahkannya di sekolah elit seperti ini berharap dia mempunyai masa depan. Namun, apa yang Bapak berikan kepada anak saya? kompensasi saja tidak cukup untuk menghilangkan rasa sakit di hati saya karena kehilangan Kayla, Pak," ucapnya kembali menangisi kematian Kayla.


Di saat itu Kinara masuk dalam kantor.


"Aku yakin Semalam Anda tertawa dengan kematian anak Anda, lalu Kenapa sekarang Anda menangis seperti sangat orang yang kehilangan Kayla," sindir Kinara.


"Siapa kamu? Apa maksudmu mengatakan semua itu?" sahut Ibu Kayla mendengar ucapan Kinara.


"Anda bisa bersandiwara di depan semua orang, tapi tidak di depan saya." Kinara memandang kedua orang tua Kayla dengan tatapan seolah akan membunuh mereka berdua.


"Kepala Sekolah yang mendengar ucapan Kinara terheran Apa maksud dari ucapannya itu.


"Kamu jangan sembarangan bicara! Apa kamu yang bernama Kinara, kamu yang membunuh putri saya, 'kan?" bentak ibu Kayla, yang melihat nama Kinara pada tanda pengenal yang ada di baju Kinara


"Benar saya adalah Kinara, tapi bukan saya yang membunuh Putri Anda, sepertinya Anda keliru menuduh saya. Jika Anda ingin mengetahui Siapa pembunuh Putri Anda silahkan Anda tanyakan sendiri pada diri Anda, aku yakin Anda akan mendapatkan jawaban yang akurat. Anda akan tahu siapa pembunuhnya dan Apa alasannya," ucap Kinara menggebrak meja kemudian menunjuk ke arah kedua orang tua Kayla dengan tangan bergetar menahan emosinya, Ingin rasanya ia menghabisi mereka saat ini juga. Namun, ia kembali menyadari statusnya sebagai seorang pelajar bukan lagi seorang Mafia.


Kinara harus bersabar, menjadi seorang pelajar sampai tujuannya tercapai, tinggal beberapa langkah lagi mencapai tujuannya. Kinara tak ingin masalah ini menjadikannya gagal dalam misinya.


Mereka terus berdebat Kinara terus menekan kedua orang tua Kayla sedangkan orang tua Kayla terus saja menuduh Kinara sebagai pelakunya, orang yang telah melakukan pembunuhan terhadap putrinya. Kepala sekolah bingung harus berbuat apa, ia tak mengerti apa yang mereka debatkan.


🌹🌹 Terima kasih sudah membaca 🌹🌹🌹