Mafia In The School

Mafia In The School
Mengagumi dalam diam.



Semua yang ada di ruangan itu melihat kepada Vincent, siapa Vincent? Mengapa ia datang dan langsung ikut campur dengan pertengkaran mereka.


Tiara yang merasa sakit di pergelangan tangannya mencoba menarik pita tersebut, mencoba melepaskan dari tangannya. Namun, bukannya terlepas Vincent malah lebih menariknya semakin kencang membuat Tiara terjatuh.


"Awww," pekiknya saat merasakan sakit di pergelangan tangan dan juga lututnya yang terbentuk di lantai.


"Hey, kau ini siapa sih? Ikut campur masalah kami," seru Tiara kesal menatap pada Vincent yang masih berdiri Santai dengan satu tangannya memegang ujung pita tersebut dan tangannya lainnya dimasukkan ke dalam kantongnya.


Vincent berjalan mendekatinya kemudian melemparkan ujung pita tersebut ke sembarang arah. Ia berjalan melewatinya menuju Kinara yang masih menatapnya dengan tatapan bengongnya.


Vincent berdiri di samping Kinara dan melihat Tiara yang masih duduk di lantai yang terus menatap mereka dengan tatapan kesalnya.


Tiara mencoba untuk berdiri, "Jadi sekarang kamu punya banyak dukungan ya? Selain Claudia kau juga menggandeng dia rupanya." Tiara menunjuk Vincent dengan tatapannya. "Dasar pengecut kamu, Kinara."


"Dukungan? Siapa? Aku?" tunjuk Kinara pada dirinya sendiri. "Aku tak membutuhkan dukungan, aku tak pernah meminta dukungan kepada siapapun aku bisa membela diriku sendiri," ucap Kinara yang sudah mulai terpancing.


Claudia melihat beberapa orang di sana sudah menjadikan mereka sebagai tontonan, ia kemudian menghampiri mereka.


"Keluar kalian semua!" ucapnya dengan tegas membuat mereka semua langsung keluar menuruti apa yang Claudia katakan. Claudia tak ingin kejadian di belakang panggung itu menjadi semakin meluas dan menjadi bahan pembicaraan mereka nantinya.


Claudia tak ingin mereka bergosip yang tidak-tidak tentang Kinara dan juga Vincent saat kembali ke sekolah.Ia memperhatikan kedekatan antara Vincent dan juga Kinara, 'Apakah mereka sudah saling kenal? Kenapa Kinara tak pernah cerita denganku jika ia punya teman dekat diluar sekolah,' batin Claudia bertanya-tanya. Ia sangat mengagumi sosok Vincent yang begitu tampan dan terlihat berwibawa dan tegas, berbeda dari yang lainnya.


"Wah, wah, wah, buah jatuh tak jauh dari pohonnya, ternyata pepatah itu memang benar adanya, sifat ibunya pasti tak jauh berbeda dengan anaknya. Apa kau juga membuat Vincent mendukungmu dengan cara ibumu?" Sindir Tiara dengan seringainya menantang Kinara, dia merasa sangat kesal telah di kalah dan dipermalukan. Merasa kesal dengan penampilan Kinara yang mengalahkannya.


"Kau jangan bicara sembarangan, Tiara," bentak Kinara.


"Berbicara sembarangan? Aku tak pernah berbicara sembarangan apalagi tentangmu, aku bicara fakta, jika kau memang seperti itu 'kan, sama jalangnya dengan ibumu," ucapnya melihat kembali kearah Vincent yang masih tetap santai melihatnya.


"Aku tak pernah meminta Vincent untuk datang membantu, aku sendiri tak tahu kenapa dia ada di sini," ucap Kinara mengelak dan melihat kearah melihat kearah Vincent masih dengan tanpa ekspresi.


"Mengelak lah, tak ada yang akan percaya padamu, aku yakin anak-anak akan sepemikiran denganku. Kalian berdua pasti โ€ฆ ah sudahlah." Tiara merasa di atas angin melihat Kinara tak bisa menjelaskannya apa hubungannya dengan Vincent.


"Apapun hubungan kami kau tak usah tau dan jaga ucapanmu," ucap Vincent angka bicara dan menatap Tiara dengan kesal, tapi itu tak membuat Tiara takut dan menghentikan hinaanya pada Kinara.


Tiara yang sudah sangat kesal dan diliputi amarahnya terus mencibir Kinara menganggap Kinara adalah gadis yang tak jauh berbeda dari ibunya.


Disaat Tiara terus saja mencibir Kinara tiba-tiba sebuah pita kembali menamparnya.


Claudia tersentak dengan apa yang dilihatnya, Ia tak ingin ikut campur dan memilih menonton drama action yang sedang diputar di depannya. Mengagumi dalam diam sosok pemain dalam drama tersebut.


Vincent yang tak tahan mendengar hinaan dari Tiara kembali mengambil pita dan melayangkan dan tepat di pipi Tiara


membuat Tiara bungkam.


Terlihat jelas kilat kemarahan disana.


"Jangan membuatku emosi, kau sama sekali bukan tandinganku, camkan itu," ucapannya membuang peta itu ke wajah Tiara kemudian menarik Kinara keluar dari ruangan itu.


Kinara yang ditarik hanya mengikut saja, ia bingung kenapa Vincent menariknya keluar dari ruangan itu.


"Kinara kamu mau kemana? Hey kau mau membawa Kinara kemana?" teriak Claudia saat Kinara dibawa pergi dari sana.


Claudia yang melihat Kinara dibawa pergi Ingin menyusul. Namun, Vincent langsung menutup pintu di mana tempat mereka keluar.


"Hai, kalian. Buka pintunya! Mau kau bawa kemana Kinara?" teriak Claudia terus menggedor-gedor pintu tersebut dan mencoba untuk membukanya. Namun, sepertinya pintu terkunci.


"Mau ke mana lagi, tentu saja ia ingin pergi bersama dengan murid laki-laki itu, kamu itu jangan salah menilai Kinara dia itu bukan gadis baik-baik. Kinara tak sepolos itu. Terlihat di luar dia memang terlihat polos, kamu jangan sampai tertipu. Kamu lihatkan sekarang dia pergi dengan laki-laki," ucap Tiara mencoba menghasut Claudia agar menjauhi Kinara.


Plak.


"Jaga ya mulut kamu! Kinara tak seperti itu, aku lebih baik berteman dengan Kinara daripada berteman dengan orang sepertimu," ucap Claudia Pergi meninggalkan Tiara setelah memberikan sebuah tamparan di pipi Tiara.


"Aaaagr" kalian semua sialan, teriak Tiara memegang kedua pipinya yang terasa panas. Ia bermaksud ingin memisahkan Claudia dengan Kinara. Namun ia salah, Claudia malah menamparnya.


Claudia yang khawatir dengan Kinara bergegas ingin mencari Kinara, ia keluar dari pintu lainnya dan langsung ke tempat penonton.


"Kinara kemana kamu, kemana orang itu membawamu?" Claudia merasa Khawatir, ia terus mencari mereka, saat dia keluar ia tanpa sengaja mendengar bisik-bisik orang-orang disekitarnya, mengatakan bahwa Vincent adalah ketua dari SMA.


"Oh jadi dia itu Vincent ketua SMA yang selama ini dibicarakan anak-anak," gumam Claudia yang memang pernah mendengar nama Vincent, tapi ia belum pernah melihat orangnya secara Langsung. Claudia pun tenang dan tidak khawatir lagi, Ia yakin jika Kinara pasti tak apa-apa di tangan Vincent.


Di tempat lain,


Vincent terus membawa Kinara menjauhi tempat acara, Kinarai yang tak tahu akan dibawa kemana menghempaskan tangan Vincent.


"Kau ini kenapa sih? kenapa kau menarikku sejauh ini? Apa yang kau inginkan sebenarnya?" tanya Kinara dengan tatapan penuh tanya.


"Aku tidak suka mendengar orang tadi menghinamu, aku tahu dia saudara tirimu, tapi tetap saja aku tak suka mendengarnya menghinamu seperti itu."


"Aku sudah terbiasa dihina seperti itu. Aku selalu mendiamkannya , seberapapun aku membalasnya dia akan terus menghinaku, jadi biarkan saja aku sudah kebal dengan hinaannya. Sebenarnya apa tujuan mau menemuiku?" tanya Kinara menatap intens pada Vincent yang terlihat gugup.


"A-aku menemuimu ingin mengembalikan sesuatu."


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนM Anha ๐Ÿ’ฎanha5569๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน Makasih, dah mampir ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน