
Saat di mobil, Vincent terus melihat Kinara yang masih terlihat kesal, wajahnya terus saja ditekuknya sepanjang jalan.
"Apa pria tadi menyakitimu?" tanya Vincent.
"Tidak, aku mengenal dia teman sekolah ku," jawab Kinara.
"Benarkah, aku pikir dia mengganggumu, dari itu aku memberinya sedikit peringatan."
"Tak apa, ia pantas mendapatkannya. jika tadi kau tak melakukannya mungkin aku yang akan melakukannya jadi sama saja. Jika aku mungkin sudah langsung memakan tangan satunya lagi." Kinara Mulai tersenyum.
Vincent memijat tengkuknya,
"Apakan pria itu yang telah dipatahkan tangannya Kinara." Vincent Kembali teringat akan informasi yang disampaikan asistennya yang mengatakan jika Kinara pernah mematahkan tangan temannya karena berani mengganggunya.
Vincent kemudian memutuskan untuk membawa Kinara ke Kasino tempat biasa ia menghabiskan waktu saat ia membutuhkan hiburan.
Kasino itu juga merupakan tempat yang tak biasa dan hanya dikunjungi oleh orang-orang elit tentunya, tak sembarang orang yang bisa masuk ke Kasino tersebut.
Sangat berbeda dari Kasino pada umumnya, tempatnya begitu mewah dan didesain khusus agar para tamu yang nyaman saat berada di sana.
"Apa kita akan ke Kasino?" tanya Kinara menunjuk Kasino saat sang sopir memarkirkan mobilnya di parkiran Kasino tersebut.
"Iya, aku yakin kamu akan suka dengan tempat ini." Vincent turun saat sopirnya membukakan pintu untuknya. Vincent kemudian berputar dan membuka pintu untuk Kinara, mengulurkan tangannya. Kinara menyambutnya dan ikut turun.
Mereka berjalan masuk, Kinara tak asing dengan tempat itu ya sudah pernah kesana saat masih menjadi seorang agen ia pernah menyelidiki sebuah kasus di Kasino itu.
Bukan hanya satu atau dua kali ya ke tempat itu, tetapi hampir setiap hari saat sedang melakukan misinya, membuat Kinara sangat familiar dengan tempat itu. Hanya ada beberapa yang sudah berubah.
"Apa kau pernah ke tempat semacam ini sebelum?" tanya Vincent kembali menggandeng tangan Kinara.
"Tentu saja?" jawab refleks Kinara.
"Benarkah? Dengan siapa?" tanya Vincent tak percaya.
"Eh maksudku ini untuk yang pertama kalinya," ralat Kinara yang lupa jika ia sekarang masih berstatus pelajar.
Mereka masuk dan sampai di aula Kasino tersebut, pemandangan masih sama saat terakhir Kinara ke tempat ini, sangat mewah dan megah, Kinara tersenyum ia merasa bahagia, untuk pertama kalinya ia mengenal tempat semenjak ia berada di tubuh Kinara Gadis remaja yang beranjak dewasa itu. Walau ia baru akan masuk ke Sekolah menengah atas, tapi postur tubuh menyerupai gadis dewasa pada umunya.
"Kenapa berisik sekali?" tanya Kinara saat mendengar suara berisik orang-orang dan berkumpul di tengah kasino.
"Entah lah, seperti ada Bandar baru," ucap Vincent yang baru pertama melihat orang yang membuat kerusuhan itu.
"Sepertinya memang seperti itu, tempat ini memang tempat bertarung, tapi biasanya tak seheboh seperti ini," ucap Kinara.
"Biasanya?"
"Kau salah dengan, aku hanya bergumam." Kinara mencoba mengalihkan pembicaraan nya.
Kinara hanya mengangguk dia memang sangat malas dengan keramaian untuk saat ini, ia ingin menenangkan dirinya. Namun, saat mereka akan pergi Kinara tanpa sengaja mendengar jika seseorang menjadikan sebuah gelang onyx sebagai taruhan.
Kinara menghentikan langkahnya dan ikut menahan Vincent "Aku ingin melihat taruhan itu," ucap Kinara teringat akan gelang onyx yang pernah Claudia ceritakan, Kinara penasaran apakah gelang itu sama dengan yang dimaksud oleh Claudia, Kinara pun mendekati kerumunan tersebut dan benar saja melihat ternyata benar. Gelang itu sama persis dengan yang dimaksud oleh Claudia membuat Kinara menjadi penasaran dan menarik perhatiannya untuk ikut dalam taruhan tersebut.
"Ayo siapa lagi yang mau ikut dalam pertaruhan, gelang ini gelang istimewa Kalian takkan menyesal mempertaruhkan uang kalian demi Galang onyx ini. Ayo siapa lagi yang beruntung." Bandar tersebut terus mengeluh-ngeluh kan gelang yang dipegangnya.
"Peraturan permainannya sangat mudah, Kalian hanya menebak berapa angka dadu di dalam ini, jika tebakan kalain benar, kalian akan mendapatkan gelang onyx, tapi jika kalian kalah, uang taruhan kalian menjadi milik kami." Bandar tersebut terus memamerkan gelang onyx edisi terbatas di tangannya, mengangkatnya setinggi mungkin agar terlihat lebih banyak orang.
"Aku ikut, aku pasang 200.000.000 ucap seorang laki-laki tersebut yang tiba-tiba menghampiri bandar tersebut dan meletakkan uang di atas meja membuat orang-orang menjadi terkejut dengan apa yang dilakukan oleh pria itu 200000000 bagi mereka itu sangat mahal untuk hanya sebuah sebuah gelang mereka semua kasihan mereka berpikir pria itu salah dalam mengambil taruhan.
"Hai, Pak! Berpikir dulu sebelum memasang taruhan, Jangan membuat taruhan yang tidak masuk akal," ucap salah satu pengunjung memperingatkan Seorang pria yang tiba-tiba muncul dan memasang taruhan yang besar. Namun, pria tersebut tetap mempertaruhkan semua uangnya demi mendapatkan gelang onyx tersebut.
"Sepertinya kita sudah mendapatkan satu orang, apa ada penantang lain?
"Aku juga ikut," ucap Kinara berjalan menghampiri meja bandar tersebut membuat orang-orang menjadi heboh dan mempertanyakan keistimewaan gelang tersebut sehingga mereka berdua mempertaruhkan uang sebanyak itu hanya sebuah gelang
"Apa gelang itu punya keistimewaan sehingga mereka mau membayar semahal itu," batin mereka semua.
"Sebaiknya kau jangan main-main dengan taruhan ini, kalau kau tak punya uang sebaiknya kau mundur," ucap pria itu pada Kinara yang menganggap enteng Kinara. Mereka beranggapan jika Kinara hanya gadis biasa dan tak mungkin menurutnya memiliki uang lebih banyak dari taruhannya. Jika Kinara ingin ikut dalam permainan ia harus membayar di atas bayarannya Atau setidaknya setara dengannya.
Kinara tak memperhatikan teguran pria tersebut dan tetap duduk di meja bandar tersebut dan bertaruh dadunya berangka 5.
"Kau serius ingin ikut dalam taruhan ini? Jika kamu kalau kau harus membayar 200.000.000 juta. Apa kau setuju?" tanya bandar itu melihat tubuh Kinara, jika tak punya uang tubuhnya boleh juga. Pikir nya.
"Tentu saja, tapi jika aku menang gelang itu akan menjadi milikku 'kan?"
"Tentu saja," jawab Bandar tersebut.
Mendengar ucapan Kinara yang benar-benar ikut dalam pertarungan itu menarik perhatian semua langsung, semua langsung menghampiri tempat pertarungan tersebut.
Pertaruhan Kinara menarik pengunjung untuk menonton apa yang terjadi di meja bundar tersebut mereka penasaran apakah Kinara menang atau justru kalah.
Mereka semau tau jika ada yang ikut taruhan dan tak bisa membayar taruhannya tak ada yang bisa keluar dari Kasino itu dengan mudah.
πππππππππππππ
Terima kasih sudah membaca π
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan selalu memberikan like vote dan komennya π
Salam Dariku Author M Anhaβ€οΈ
ππππππππππππ