Mafia In The School

Mafia In The School
Perkenalan.



Kinara ingin mendorong pria itu. Namun, pria itu malah menarik pinggangnya dan memeluknya.


Kinara ingin melawan. Namun, pria itu langsung membawa tangan Kinara ke belakang dan menguncinya, membuat Kinara tak bisa berbuat apa-apa.


"Lepaskan aku, aku tak mengenalmu, beraninya melakukan ini," ucap Kinara terus memberontak.


"Jika kau bisa diajak bicara baik-baik aku takkan lakukan hal ini padamu. Aku hanya ingin mengajakmu ke suatu tempat, bisakah kau menurut! Jawab ya baru aku akan melepaskanmu!" Ucap pria itu.


"Ok. Iya, baiklah aku ikut. Puas, ingin mengajakku ke mana?"


"Kau ikut saja denganku, jadilah gadis penurut," ucap pria itu menarik Kinara. Bukannya lewat pintu pria itu malah kembali lewat jendela dan mengajak Kinara melompat.


Awalnya Kinara merasa kaget saat Pria itu memeluknya dan membawanya melompat dari lantai 2.


Kinara sangat terkejut dengan apa yang dilakukannya, tetapi saat sampai di bawah ternyata Asistennya sudah menyiapkan matras tebal untuk mereka, sehingga mereka tak merasakan sakit saat terjatuh.


Kinara yang masih syok hanya menatap mereka berdua, ia tak kalah tercengang saat melihat tangga yang tadi digunakan untuk naik ke jendela kamarnya.


"Ternyata kau tak sekeren yang ku bayangkan," gerutu Kinara mencoba keluar dari matras.


"Ibu itu suara apa?" tanya Tiara mendengar kegaduhan di luar.


"Entahlah. Ayo kita ke kamar, bantu ibu menutup bekas tamparan Kinara, Ibu tak mau ditertawakan malam nanti saat di pesta."


"Malam ini akan ada pesta, kita harus pergi ke sana. kita tidak boleh terlambat, ibu harus mencari cara agar luka bekas tamparan Kinara ini tak nampak. Kinara sangat keterlaluan, menampar ibu sangat keras hingga meninggalkan bekas memar seperti ini," kesal Diana melihat ada sedikit luka lebam di wajah.


"Apa Kinara juga akan ikut?"


"Tak usah, dia tinggal di rumah saja, lagian dia 'kan tak suka ke pesta."


Tiara ingin melihat ke sumber suara yang didengarnya. Namun, ibunya langsung menariknya.


"Bagaimana, aku keren 'kan?"


"Apanya yang keren. Kalau nggak ada matras dan kita jatuh ke tanah Itu baru keren," ucap Kinara.


"Benarkah, apa seharusnya tadi kita tidak memakai matras?" tanya pria itu melihat Asistennya. Asistennya menggeleng, seolah berkata jangan pernah mencobanya, Tuan muda.


Kinara naik ke mobil pria itu,


"Wah ... mobilnya keren juga. Sebenarnya kita mau kemana?" tanya Kinara begitu mobil itu mulai berjalan meninggalkan halaman rumahnya.


"Aku 'kan sudah mengatakannya, jika aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Tenang, duduk dan diamlah."


"Ini mobil atau siput?" jalannya Kenapa lambat begini," ucap Kinara protes saat mobil itu sudah melaju menyusuri macetnya ibu kota.


"Kamu bilang ini lambat? Menurutku ini sudah sangat cepat," balas pria itu.


"Iya Nona, ini sudah kecepatan maksimal," ucap bawahan pria itu yang memang mengendarai kendaraannya sudah cukup kencang! Namun, tetap santai dan masih lambat menurut Kinara.


"Ini belum ada apa-apanya dibandingkan jika aku yang membawanya," ucap Kinara menyombongkan diri.


"Benarkah, apa kau bisa membawanya lebih cepat dari ini?"


"Tentu saja, ini masih sangat lambat. Kau ingin aku menunjukkannya?"


"TIDAK!" ucap Sopir, Asisten dan pria itu secara bersamaan.


Kinara sampai tersentak kaget mendengar jawaban kompak mereka bertiga.


"Gajimu dipotong," ucap Pria itu pada supir.


Tak ada pembicaraan lagi hingga mereka sampai di tempat tujuan mereka. Pria itu membawa Kinara ke sebuah toko pakaian kelas atas dan hanya orang-orang tertentu yang menjadi pelanggan di sana.


"Kita ke toko pakaian untuk apa? Membelikanku pakaian?" tanya Kinara tak mengerti. Namun, ia tetap mengikuti pria itu berjalan masuk.


Begitu mereka masuk, mereka langsung disambut oleh beberapa karyawan toko, mereka semua membungkuk membentuk barisan, terlihat jelas jika pria yang datang bersamanya sangat dihormati di toko ini.


"Aku ingin kau memilihkan pakaian untuknya dan ubah penampilannya secantik mungkin," ucap pria itu pada beberapa pegawai yang menyambut mereka.


"Baik, Tuan muda," jawab mereka serentak.


"Kalau bukan kamu siapa lagi, Ikut bersama mereka! Aku juga akan mencoba baju di sana," tunjuknya pada bagian baju khusus pria. Dia juga harus mulai bersiap-siap.


"Mari nona ikut kami," ucap para pegawai yang sudah membawa beberapa pakaian yang akan dicoba Kinara.


Walau bingung Kinara tetap mengikuti para pegawai itu membawanya ke sebuah ruangan.


Kinara terus menolak saat mereka mulai menghias wajahnya, ia tak terbiasa seperti itu, Kinara terus berceloteh, tetapi para pegawai Itu tetap tak mendengarkannya, mereka fokus membuat Kinara menjadi lebih cantik, sesuai dengan perintah majikannya.


Setelah beberapa lama akhirnya makeup Kinara selesai. Mereka kembali membantu memilihkan gaun dan membantu Kinara mengganti pakaiannya.


Kinara pangling melihat wajahnya sendiri, ia benar-benar berubah, terlihat sangat cantik.


"Wah, ternyata anak ini cantik juga," ucapnya memutar-mutar badannya melihat gaunnya dari setiap sisi penampilannya di cermin besar yang ada di sana, ia mengagumi dirinya sendiri. Lebih tepatnya mengagumi Kinara si gadis Cupu.


Pria itu sudah lebih dulu siap dan menunggu Kinara di ruang tunggu.


"Bagaimana penampilanku?" tanya Kinara.


Pria itu mengalihkan pandangannya dari ponselnya dan melihat Kinara yang memanggilnya.


Pria itu terpesona melihat kecantikan Kinara, ia tak menyangka gadis itu terlihat sangat cantik menggunakan dress panjang dan rambut yang ditata rapi, membuatnya jauh lebih dewasa dan jauh lebih cantik dari penampilannya yang tadi. Kinara yang selalu bersikap arogan dan berpenampilan biasa-biasa saja kini terlihat sangat feminim dan mempesona.


"Cantik," hanya itu yang bisa pria itu katakan. Ia terus melihat Kinara tanpa berkedip.


"Jangan melihatku seperti itu. Nanti kamu jatuh cinta," ucap Kinara berjalan melewati pria itu sambil memainkan anak rambutnya.


Pria itu hanya menggeleng dan menggerutu kebodohannya sendiri, begitu terpananya dia sampai tak sadar ia terus memandang Kinara dan baru tersadar saat Kinara sudah melewatinya.


Kinara menghampiri mobil yang sejak tadi menunggu mereka. Asistennya langsung membuka pintu, Kinara masuk disusul oleh pria itu. Ia ikut masuk dalam mobil dan senyum sendiri mengingat tingkahnya, sesekali ia masih melirik pada Kinara yang terlihat begitu cantik di matanya.


Mereka sampai di gedung yang sangat mewah. Gedung itu adalah tempat diadakannya pesta. Kinara baru menyadari jika pria itu ternyata ingin membawanya ke pesta.


Kinara berjalan masuk sambil menggandeng pria itu, mereka berjalan memasuki gedung tempat diadakannya acara, mereka langsung menjadi pusat perhatian. Selain karena Kinara yang terlihat sangat cantik, juga siapa yang sedang digandengnya.


Kinara berjalan dengan cukup anggun mengimbangi pria yang berjalan tegap sambil menggandeng tangannya. Kinara pernah berada di situasi yang sama saat dirinya masih menjadi agen, membuat ia bisa menyesuaikan diri.


Kinara terus memasang senyumnya melihat orang-orang yang terus melihat kearah mereka.


"Mengapa mereka semua menatap kita seperti itu," bisik Kinara sambil tetap tersenyum.


"Abaikan saja mereka," jawab pria itu.


"Apa mereka terpesona dengan kecantikan ku?" Ucap Kinara dengan pedenya membuat pria itu ingin tertawa mendengar ucapan Kinara. Namun, sebisa mungkin tahannya mengingat semua mata tertuju pada mereka berdua.


"Mereka tidak berfokus padamu, tapi padaku," balasnya berbisik.


Kinara melihat pria itu, mengernyitkan keningnya, menatapnya penuh tanya.


"Kenapa, kau tak percaya dengan ucapanku?" tanya Pria itu.


"Memangnya kamu siapa, mengapa kamu mendapat perlakuan istimewa, sejak kita berada di salon dan sekarang di pesta ini?" tanya Kinara.


Pria itu membawa Kinara sedikit menjauh dari keramaian.


"Kita ke pojok sana," bisiknya.


"Ohya namaku Vincent Xander," ucapnya berjalan sambil memperkenalkan dirinya.


"Vincent Xander! Memangnya kenapa kalau nama kamu Vincent Xander ?" tanya Kinara masih belum mengerti.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏


Jangan lupa like, vote, dan Komennya 🙏


Salam dariku Author M ANHA 🤗


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖