
"Di mana Kau menemukan lencana ini?" tanya ayah Natasha saat orang suruhannya yang selama ini mengawasi Kinara membawa lencana tersebut kepadanya.
Orang itu tadinya terus mengawasi dan mengikuti kemana Kinara pergi, hingga mereka sampai di gedung X. Saat Kinara menaiki helikopter ia sudah kehilangan jejak Kinara. Dia hanya menemukan lencana tersebut yang di buang Kinara, ia menganggap mungkin saja lencana itu penting, membuat ia melaporkan tentang Kinara sekaligus membawa lencana tersebut.
"Apa kau yakin jika Vincent pergi bersamanya?" tanya lagi pada orang tersebut.
"Iya, Pak. Mereka pergi bersama dan menggunakan pakaian lengkap dan membawa beberapa senjata, mereka seperti mempunyai misi tertentu."
"Ini adalah lencana mawar hitam, Kenapa lencana ini ada bersama mereka?" tanyanya.
"Sepertinya Kinara menemukan lencana itu saat ke pulau dimana Vincent menyembunyikan Vano beberapa waktu lalu, mungkin saja Vano dibawah oleh geng tersebut. Sepertinya itu adalah salah satu bukti yang ditemukan mereka di pulau itu."
"Jika Vano dibawa geng Mawar Hitam, itu pasti menyangkut masalah urusannya dengan ayahnya."
Ayah Natasha melihat sebuah cek yang ada di dalam laci mejanya. Cek itu berjumlah milyaran rupiah yang diterimanya dari salah satu penjahat ternama.
Waktu itu ia menerima lembaran cek itu dengan syarat menghabisi seorang mafia wanita yang berasal dari gang Mawar Hitam. Ayah Natasha menyanggupinya. Namun, baru saja ia ingin melakukan aksinya, ia mendengar kabar jika orang yang telah memberikan cek tersebut telah tewas. Ayah Natasha yang merasa memiliki hutang dengan si pemilik cek akhirnya kembali menyusun rencana untuk menyerang geng mawar hitam dan menghabis mafia terkuat yang dimaksud. Namun, mereka kembali tak jadi menjalankan misinya saat mendengar kabar jika sasaran yang mereka targetkan sudah meninggal dan mereka mendengar kabar jika mafia tersebut sudah tewas di markasnya sendiri. Membuat orang kepercayaan si pemilik cek mengira jika Naga Hitam lah yang membunuh mafia terkuat itu.
Cek tersebut resmi jadi milik gang Naga Hitam.
"Siapkan segalanya, aku sendiri yang akan menyusul mereka, aku harus membawa mereka pulang sebelum terlambat," ucap Ayah Natasha mengambil sebuah koper yang berisi pakaian yang biasa dipakainya saat ia menjalankan misi sewaktu ia masih menjadi salah satu anggota mafia yang masih aktif. Ayah Natasha sangat tahu seberapa besar kekuatan mereka.
Dengan cepat orang kepercayaan Ayah Natasha langsung menyiapkan segala keperluan Bosnya, yang akan pergi menyusul Kinara dan juga Vincent yang diam-diam memasuki markas musuh tanpa persiapan menurut Ayah Natasha.
Asisten tersebut juga mengatur segala keperluan dan apa saja yang dibutuhkan untuk menuju ke pulau di mana markas Mawar Hitam berada.
"Apa sebaiknya kita mengumpulkan para anggota Kita untuk berjaga-jaga? Pergi sendiri seperti itu terlalu beresiko, Pak."
"Tidak perlu, Aku tak akan menyerang aku hanya akan membawa mereka pulang secara diam-diam, semoga saja mereka belum melakukan tindakan yang bodoh."
"Tapi bagaimana, jika Anda terlambat dan mereka sudah menyerang?"
"Aku tak akan membahayakan diriku sendiri karena penyelamatan ini. Aku hanya ingin membawa mereka kembali, jika mereka masih selamat. Anggap saja aku sedang berjalan dalam rangka bisnis, jangan buat Panik para anggota yang lainnya. Namun, Jika dalam jangka waktu 3 hari aku tak kembali, kau boleh kerahkan semua anggota kita dan menyerang ke pulau dimana geng Mawar Hitam berada.
🌹🌹 Terima kasih sudah membaca 🌹🌹