
Disaat semuanya sedang berkoar-koar menentang Kinara, Kinara sendiri hanya diri dengan tenang menatap mereka satu persatu. Bukan menatap ketakutan, tapi justru tatapan meremehkan mereka pada mereka semua,
Membuat mereka semakin geram.
Ayah Natasha dalam hati semakin mengagumi sosok Kinara, sekarang ia yakin jika Kinara bukanlah gadis yang biasa, ia memiliki banyak kemampuan melebihi gadis seusianya dan semua itu sungguh sangat membuatnya kagum.
Ayah Natasha bisa melihat jika Kinara sedang dalam kesulitan, baru saja ia berniat untuk membantunya. Sedetik kemudian ia menghentikan langkahnya, saat melihat Kinara menangkap kedua tangan orang tersebut yang tadinya Ingin melayangkan tangannya, Kinara memutarnya hingga pria tersebut menjerit dan dengan kekuatan penuh Kinara menendangnya sehingga orang tersebut tersungkur beberapa meter ke depan.
Kinara yang sedari tadi menahan emosinya melampiaskan semua kekesalannya kepada orang tersebut, ia benar-benar menghajarnya habis-habisan hingga babak belur. Semua itu disaksikan pembalap lain, tapi mereka tak ada yang berani membantu mereka hanya terdiam dan memundurkan langkahnya tak ingin ikut terkena masalah.
Mereka tak menyangka jika gadis remaja yang baru saja memenangkan pertandingan begitu kuat, hingga pria bertubuh besar itu tak berkutik sama sekali.
[BIP skor transformasi bertambah 60+70+80+100]
Ayah Natasha melihat apa yang dilakukan oleh Kinara, ia tertawa kemudian memanggilnya untuk ikut bersamanya. Barulah Kinara menghentikan pukulannya pada pria tersebut yang sudah nyaris pingsan.
"Jangan pernah menghinaku," tunjuknya pada orang tersebut sebelum meninggalkannya dan mengikuti Ayah Natasha menuju ke salah satu ruangan yang ada di paddock tersebut.
"Bagus Kinara, hari ini kau benar-benar membuatku kagum. Kau sudah memenangkan balapan ini untuk Naga hitam, selain cara balapmu aku juga bisa melihat darah mafia yang mengalir di tubuhmu, cara memukul orang tadi sungguh cara yang biasa dilakukan oleh seorang mafia, tanpa belas kasihan," ucap ayah Natasha kembali tertawa. Suara gelak tawanya mengisi ruangan itu, ia merasa sangat senang menemukan seorang Kinara.
Kinara hanya terdiam dan menatap Ayah Natasha menunggu apa keputusan Akhirnya.
Ayah Natasha sebelumnya sudah menyelidiki Kinara, mencari tahu dengan sebenar-benarnya latar belakangnya sebelum memasukkannya ke dalam gang mereka. Ia tak mau mengambil keputusan yang tergesa-gesa, memasukkan anggota lain ke dalam geng mereka.
Menurut penyelidikan orang-orangnya Kinara sesuai dan layak menjadi anggota.
"Selamat datang dan selamat bergabung dengan geng Naga Hitam. Mulai sekarang kamu akan menjadi bagian dari anggota geng kami." Mengulurkan tangannya memberikan selamat.
"Kinara mengangguk dan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan ayah Natasha, "Aku akan berusaha memberikan yang terbaik untuk Naga Hitam kedepannya," ucapnya yakin. "Kalau boleh aku tahu, Siapa pemenang juara kedua dalam lomba tadi?" tanya Kinara yang masih penasaran apakah benar dugaannya jika orang tersebut adalah Vincent.
"Masalah itu aku juga sudah mencari tahu, tapi tak ada yang tahu siapa pembalap yang mengendarai motor biru tersebut. Tapi, menurut informasi dia ketua geng dari gang Rajawali.
"Rajawali?" tanya Kinara mengerutkan keningnya, ia seperti pernah mendengar nama geng itu. Namun, entah dimana.
Setelah berusaha mengingat nama geng tersebut Kinara tetap tak juga mengingatnya. Ia memutuskan untuk keluar dari ruangan itu, tujuannya sudah tercapai, ia sudah bergabung dengan geng yang merupakan mafia terkuat saat ini.
Saat keluar ia terkejut saat melihat Natasha dan juga Claudia sudah berdiri di depan pintu ruangan tersebut.
Natasha langsung memeluk Kinara
"Oh ... Kinara Kamu hebat sekali sih, aku tak menyangka kamu bisa memenangkan perlombaan ini," ucapnya gemes sendiri, ingin rasanya Ia mencubit pipi Kinara tapi mana mungkin ia seberani itu.
"Kinara Kamu hebat sekali, aku akui kau jauh lebih hebat dariku," ucap Claudia setelah Natasha melepas pelukannya dari Kinara.
Mendengar apa yang diucapkan oleh Claudia Natasha berbalik menatap Claudia.
"Apa kau bisa mengendarai motor juga?" tanya dengan polos.
Natasha yang menyadari itu buru-buru minta maaf.
"Kamu gak marah 'kan sama aku?" tanyanya terus meminta maaf pada Claudia."
"Natasha tak ada maksud untuk mempermalukannya," Sahut Kinara.
"Kamu bisa nggak sih menjaga mulutmu," ucap Claudia mulai kesal dengan Natasha.
"Sudah, jangan marah. Nanti aku ajarin kamu naik motor, sampai bisa sebisa mungkin," ucap Kinara langsung merangkul tahu Claudia dan ingin pergi dari sana.
Claudia masih kesal dengan Natasha, Kinara terus mencoba untuk membujuknya agar bersikap lebih tenang dan memaafkan Natasha.
"Dia juga tak bermaksud menghinamu, dia hanya bertanya. Kenapa kau marah-marah seperti itu?" ucap Kinara mencoba menenangkan Claudia.
Mereka terus mencoba untuk saling berbaikan namun tiba-tiba segerombolan penonton mendatangi mereka.
"Hai, kau kan yang memenangkan perlombaan tadi, Apa aku boleh minta tanda tanganmu?" Tanya salah satu orang tersebut kembali menyodorkan bukunya begitu pula dengan beberapa penggemar lainnya yang meminta tanda tangan Kinara. Kinara yang terkejut hanya terus mundur dan mencoba memberikan apa yang mereka minta.
Saat sedang sibuk memberikan tanda tangan kepada mereka semua, terdengar suara teriakan dari belakang, terdengar suara keras meminta agar mereka semua menyingkir dari jalannya.
Kinara menghentikan apa yang dikerjakannya dan melihat siapa yang melakukan semua itu.
Begitu orang itu berjalan mendekat semua membuka jalan, memberi jalan kepada orang yang tadi agar mendekat pada Kinara.
Kinara bisa melihat jika orang yang membuat Onar itu adalah pria botak dengan membawa 5 sampai 6 orang pria bertubuh besar di belakangnya, mereka semua menatap Kinara dengan tatapan kemarahannya.
"Apa kau orangnya yang telah memukulnya?" tunjuk orang tersebut pada salah satu temannya yang duduk di kursi roda dengan beberapa perban di tubuhnya.
Kinara tak menjawab, justru ia hampir saja keceplosan tertawa saat melihat kondisi orang yang tadi dipukulnya, sangat mirip dengan mumi, bagaimana tidak, perban ada di mana-mana menempel pada tubuhnya.
Melihat sikap Kinara membuat si kepala botak itu semakin marah.
"Kau, apa dia yang memukulmu hingga seperti itu?" tanya pada mumi yang sedang duduk di kursi roda.
"Iya, dia yang memukulku," Tunjuknya pada Kinara.
"Ada apa? kau mencariku? Dia benar aku yang membuatnya menjadi seperti itu! tadinya aku ingin menghabisi nyawanya. Namun, aku sedang ada urusan lain yang lebih penting. Apa kau ingin aku juga membuatmu seperti dia?" tanya Kinara menunjuk pria mumi yang terlihat ketakutan saat melihat tatapan mata Kinara.
"Kau jangan besar mulut, kau belum tahu ya Siapa kami?" ucapnya mulai terpancing emosi.
"Kalian adalah pecundang yang tak tahu malu yang beraninya hanya menghina wanita," ucap Kinara menatap geram pada mereka semua.
🌹🌹 Terima kasih 🌹🌹🌹Ig: anha5569🌹🌹