
"Coba jelaskan apa yang sebenarnya terjadi," ucap ayah duduk di sofa dan meletakkan tas kantor, melepaskan dasinya dan membuka dua kancing di bagian lehernya serta membuka kancing di kedua pergelangan tangannya.
Ibu ingin berdiri. Namun, Kinara lebih dulu berdiri dan mendekat kepada ayahnya.
"Ayah, aku hanya melakukan semua itu untuk membela diriku dan Ibu telah menghinaku dan menghina almarhum ibu.
Merekalah yang lebih dulu menggangguku."
"Diana. Apa benar apa yang Kinara katakan?" tanya ayah melihat pada istrinya.
"Apa ayah percaya pada Kinara. Mana mungkin ibu melakukan semua itu tanpa sebab. Ibu melakukan semua itu hanya untuk mendidik Kinara, Ibu tak pernah melakukan apa yang dituduhkan nya," elak ibu.
"Ibu hanya ingin Kinara seperti Tiara, selama ini Tiara sangat aktif di sekolahnya. Memenangkan berbagai lomba dan membanggakan kita. Namun, tidak dengan Kinara. Ia terus bermalas-malasan dan tak serius dalam pelajarannya. Masalah kamar itu Tiara juga tak tahu apa-apa. Semua tuduhan Kinara itu yang tak beralasan. selama ini Tiara beristirahat di rumah, karena ia kelelahan habis berlari dan baru ke sekolah hari ini.
"Benarkah itu Kinara, Kau tak serius dalam pelajaran mu?" tanya ayah
"Ibu salah, Ayah. Selama ini aku sudah belajar dan mendapat nilai yang baik." ucap Kinara yang ingin menyampaikan hasil ujiannya. Namun, langsung dipotong oleh ibu.
"Ibu hanya kesal dan menasehatinya saja karena selama ini Kinara hanya bermalas-malasan di kelasnya dia juga selama ini telah membohongi kita tentang nilainya." tambah ibu.
"Apa maksud ibu jika Kinara berbohong, nilai apa?" tanya ayah.
"Iya yah, selama ini dia selalu bolos dalam pelajaran dan mengatakan dia sering masuk. Bahkan menurut yang ibu dengar, Kinara melakukan kecurangan pada ujian terakhirnya," ucap ibu yang mendengar berita itu dari Tiara.
Mendengar hal itu Ayah Kinara menjadi serius dan bertanya pada Kinara tentang apa yang baru saja dikatakan oleh ibunya.
"Apakah benar Kinara, selama ini tidak serius dalam belajar dan selalu berbohong kepada ibu. Apa kau bisa menjelaskannya?"
Kinara yang ditanya hanya diam dan memandang pada Tiara dan ibunya. Dalam hatinya ia tertawa dan berpikir alasan itu sungguh tidak masuk akal.
"Apa tak ada alasan lain untuk menutupi kebusukan kalian," batin Kinara.
"Semua itu bohong ayah, aku tak pernah bolos dan aku selalu belajar. Aku tak sekalipun menyontek saat ujian akhir. Kalau ayah tak percaya pada ku, ayah bisa menanyakan itu pada Wali kelasku," ucap Kinara
"Sudahlah jangan dibahas lagi mulai sekarang kalian harus mulai belajar akur, sebentar lagi kalian akan akan masuk ke SMA. kalian ini saudara jangan seperti ini cobalah untuk saling mengerti dan akur," ucap ayah.
"Sekarang ayah sedang banyak pikiran, jangan menambah beban ayah. Ayah juga ingin istirahat saat pulang kerumah."
Mereka berdua hanya diam dan meraka sepakat tak membahas lagi masalah kamar dan koleksi ibu yang sudah dipecahkan oleh Kinara.
Ayah sudah berjanji akan mengganti semua yang Kinara hancurkan, membuat mereka tenang dan mulai menghentikan aktingnya.
"Ohya Ibu, ke mana uang 22 miliar, untuk apa Ibu menarik uang sebanyak itu," ucap Ayah yang baru memeriksa notifikasinya penarikan uangnya.
"Ibu gunakan untuk apa uang itu?" tanya Ayah menatap ibu meminta jawaban.
"Uang 22 miliar itu dipakai Tiara," ucap ibu membuat Tiara langsung melihat ke arah ibu.
"Tiara terpaksa mengambil kredit untuk berinvestasi sebesar 22 miliar dalam proyek Revan," jawab ibu asal.
Tiara sangat kesal saat ibu menyebut namanya dan mengatakan kalau uang 22 miliar itu digunakan untuk investasi, karena itu hanyalah alasan untuk mengumpulkan uang 22 miliar yang akan diberikan kepada Kinara.
"Investasi? investasi apa yang kau ikuti sehingga membayar uang sebesar itu
" tanya ayah pada Tiara dan Tiara hanya menunduk.
"Tiara jawab ayah! investasi apa sehingga kau berani memberikan uang sebanyak itu?" bentak Ayah.
"Aku juga tidak tahu, Ayah" jawab Tiara yang memang tak tahu investasi apa, karena itu hanya alasannya saja.
Mendengar hal itu Ayah sangat marah, mana mungkin Tiara seberani itu menginvestasikan uang sebesar 22 miliar untuk sesuatu yang tak pasti, Ayah tak percaya jika Tiara mau menginvestasikan uang sebesar itu tanpa tahu apa-apa dan sangat percaya keluarga Revan.
"Investasi macam apa ?" tanya Ayah sekali lagi, ia masih terkejut dengan jumlah uang dan investasi yang tak jelas.
Tiara terus mendapatkan marah dari ayahnya mengenai uang 22 miliar itu, tetapi ia teguh tak mau mengakui yang sebenarnya, jika ia sudah kalah dalam pelajaran dan uang itu untuk taruhannya dengan kinara.
Sedangkan Kinara hanya menyaksikan perdebatan mereka. Setelah di anggap cukup, ia sudah cukup puas melihat adik tirinya itu mendapat amarah ayahnya Kinara baru angkat bicara.
"Ayah, Semua Itu bohong. Tiara tidak menginvestasikan uangnya pada keluarga Revan, tapi ia kalah taruhan denganku," ucap kinara ingin membongkar kebohongan mereka berdua.
"Taruhan apa yang kamu maksud, jangan membuat ayah semakin pusing dengan ulah kalian!"
"Uang itu ada padaku," ucap Kinara.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca 🙏
Jangan lupa like, vote, dan Komennya 🙏
Salam dariku Author M ANHA 🤗
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖