Mafia In The School

Mafia In The School
Peringatan Ayah.



Kinara terus membeberkan apa yang selama ini Tiara dan ibunya lakukan padanya, ia bercerita sambil terus menangis tak tahu mengapa air matanya terus saja menetes. Ia bahkan menggerutu sendiri memaki dirinya yang terlalu cengeng, itu bukanlah dirinya.


Selama ini sebesar apapun masalahnya Kinara tak pernah menangis. Namun, kali ini ia benar-benar tak bisa menahan rasa sakit di dadanya, hanya dengan berderai air mata rasa sakit itu bisa sedikit berkurang. ya, itu bukanlah rasa sakit yang ia rasakan, tapi rasa sakit yang dirasakan oleh sosok Kinara remaja. Mendapat perlakuan tak baik di rumah dan di sekolah, tak ada tempat ia mengadu, ibu yang seharusnya menggantikan posisi ibu kandung justru menambah kesedihan nya.


Ayah menatap marah pada istrinya,


"Apa benar apa yang dikatakan Kinara? Apa kau melakukannya selama ini?" tanya ayah.


"Aku melakukan semua itu bukan tanpa alasan, aku melakukannya karena memang kinara pantas untuk mendapat hukuman, aku hanya mendidik dan mengajari nya lebih baik lagi," jawab ibu berkilah.


"Lalu kenapa Kinara bisa mengatakan itu semua."


"Itu hanya akal-akalannya saja, aku selama ini tak pernah membeda-bedakan nya. Jika memang aku membedakannya itu karena karena Kinara melakukan kesalahan," jawab ibu terus berkilah tak ingin di salah.


Ayah marah tapi ia tetap menahan emosinya, agar tak Melawati batasan.


"Tiara cobalah untuk mencontoh kakakmu, dia tidak pernah bersikap manja sepertimu, selalu mandiri. cobalah belajar untuk bekerja lebih keras lagi agar kau bisa mencapai apa yang kau inginkan Jangan selalu bergantung pada ibumu. jika kamu bisa menyelesaikan taruhan kalian tanpa melibatkan ibumu bukannya itu lebih baik, untung saja 22 Milyar ini kalian berikan pada Kinara."


"Jika Kinara bisa menjadi juara kamu juga pasti bisa, kalian bisa saling membantu mulai sekarang. Ayah tak ingin ada lagi perkelahian diantara Kalian, tak ada lagi taruhan dan untuk kamu Diana," ucap Ayah melihat pada istrinya.


"Aku tak ingin kau membeda-bedakan mereka. Mereka adalah anak-anak mu juga," ucap ayah.


Selama ini Ayah selalu mempercayakan Kinara pada Diana karena melihat istrinya itu menyayangi Kinara sama seperti menyayangi Tiara, dia tak pernah menyangka jika selama ini Kinara diperlakukan secara tak adil dan dibeda-bedakan.


"Kinara mulai sekarang jika ada yang mengganggumu termasuk ibumu jangan diam saja katakan pada Ayah, Ayah tak ingin ada kesenjangan di rumah ini, kita semua adalah keluarga," ucap ayah.


"Lalu bagaimana uang 22 miliar itu," ucap ibu yang masih terus mengungkit uang yang ada pada Kinara.


"Sudahlah biarkan itu menjadi milik Kinara, selama uang itu masih ada di dalam keluarga, Ayah rasa itu tak masalah," ucap Ayah yang tahu kelakuan istrinya dan Tiara.


Ayah mengambil tasnya lalu berjalan menuju ke atas, ia sangat lelah dan membutuhkan istirahat.


Ibu ikut menyusul Ayah ke kamar dengan pandangan yang masih saja menatap Kinara dengan tatapan tak senang.


Namun, Kinara tak menganggapnya.


"Awas ya kamu Kinara Aku akan membalasmu, aku tak terima kamu memperlakukanku seperti ini," ucap Tiara menghentakkan kakinya lalu menuju ke kamarnya.


"Aku tunggu pembalasan mu," teriak Kinara yang semakin membuat Tiara kesal, Ia hanya berbalik menatap Kinara dan melanjutkan langkahnya.


"Kinara, Kinara, kamu seperti apa sih, dirimu sampai selemah ini," ucapnya menghapus air mata yang mana yang masih tergenang di pelupuk matanya lalu berjalan naik ke kamarnya.


Kamar Kinara sudah bersih dan sudah sangat layak untuk ditinggali, bibi benar membersihkannya hingga nyaris tak ada debu sedikitpun.


Kinara menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur, hari ini sungguh sangat melelahkan. "Hari pertama di rumah aku sudah disambut dengan semua ini, sambutan yang sangat luar biasa," gumamnya memejamkan matanya.


Claudia mengirimkan sebuah foto gelang onyx edisi terbatas.


"Gelang, ini gelang apa? Kenapa Claudia mengirimkan ini padaku," gumam Kinara memperhatikan gelang itu.


"Mengapa Claudia mengirimkan ini," Kinara tak tahu apa maksud dari Claudia mengirimkannya gelang itu. Mungkin ia hanya sekedar meminta pendapat atau ingin membelikannya untukku," pikir Kinara.


"Gelangnya memang cantik, tapi ini bukan tipeku," ucap Kinara kembali menyimpan ponsel nya.


"Kenapa Claudia selama ini selalu mendukungku, apa dia memang anaknya baik, tapi jika ia memang baik kenapa bukan dari dulu dia mau berteman denganku kenapa di saat aku sudah berada di dalam tubuh anak ini, apa dia kagum padaku karena perubahan ku dan mau berteman denganku!" ucap Kinara bertanya-tanya.


"Tapi, sudahlah Sepertinya dia memang tulus berteman denganku, menambah satu teman aku rasa tak apa. Claudia juga selama ini banyak membantuku," gumam Kinara menarik selimut dan bersiap untuk tidur.


"Walau kamar ini tak sebagus dengan punya Tiara. Namun, setidaknya ini lebih nyaman daripada punyaku di asrama," Kinara memperbaiki posisi tidurnya, ia benar-benar nyaman tidur di kasur kamarnya ini.


Di sebuah villa tampak seorang pria berbaju hitam sedang melaporkan bahwa temperamen Kinara akhir-akhir ini terus mengalami perubahan, seolah Kinara terlahir kembali sebagai orang lain.


"Benarkah! perubahan apa yang dialaminya?" tanya pria itu pada asistennya yang baru saja melaporkan tentang Kinara.


"Iya tuan, dia akhir-akhir ini berbeda dari sebelumnya. Kinara menjadi sangat kuat dan berani, Ia akan membalas perlakuan buruk teman-teman."


"Sepertinya apa? Sekuat apa gadis yang bernama Kinara itu," tanyanya penasaran pada sosok yang di maksud asisten nya.


Asisten tersebut menceritakan semua yang ia ketahui tentang perubahan Kinara, selama ini ia meminta seseorang untuk mengawasi setiap pergerakan Kinara.


Asisten itu menceritakan bagaimana cara Kinara menghukum teman-teman Saat memenangkan hasil ujiannya akhir sekolah Juga bagaimana Kinara mematahkan tangan Revan yang mengganggunya.


Membuat adik tirinya berlari keliling lapangan hingga pingsan.


Kinara dulunya hanya gadis yang tak dianggap di sekolahnya, ia dikenal karena sering menjadi bahan bully an temannya, tapi sekarang Kinara dikenal karena menjadi juara umum di sekolah nya dan ditakuti oleh teman-temannya.


Pria itu mendengar semua penjelasan asisten nya tentang perubahan Kinara dan ia mulai kagum pada Kinara.


Asisten itu dengan sengaja menceritakan hal-hal menarik tentang Kinara agar bosnya itu tertarik pada sosok Kinara.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏


Jangan lupa like, vote, dan Komennya 🙏


Salam dariku Author M ANHA 🤗


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖