Mafia In The School

Mafia In The School
Kemenangan Kinara.



"Berhenti!" teriak Kinara saat telah sampai di tempat kejadian, dugaannya benar, Kinara bisa melihat mobil Natasha terparkir tak jauh dari tempat kejadian, Kinara juga bisa melihat sopirnya yang sedang dipukuli oleh beberapa orang.


Mendengar teriakan Kinara mereka benar-benar menghentikan aksinya memukuli sopir tersebut kemudian melihat ke arah Kinara.


"Hay kau, Jangan ikut campur urusan kami. Pergi dari sini!" ucap salah satu dari mereka dengan memperlihatkan senjata yang dipegangnya.


Mereka salah jika menakuti Kinara dengan senjata. Kinara tak takut sedikitpun ia justru semakin mendekat ke arah mereka memasang kuda-kudanya dan bersiap untuk menghadapi mereka, mengarahkan tinjunya dan menatap mereka semua senyum sinisnya.


Beberapa dari orang 6 orang tersebut tertawa melihat tingkat Kinara yang menurut mereka sangat lucu, seorang gadis ingin melawan mereka, yang benar saja. Pikir mereka.


Namun, melihat kesungguhan Kinara membuat pemimpin dari kelompok tersebut memberi kode pada salah satu bawahan untuk mencoba menjajal kemampuan Kinara.


Awalnya hanya satu orang yang maju, mereka terlihat jelas meremehkan kemampuan Kinara.


Natasha yang ada di dalam mobil membekap mulutnya melihat Kinara yang menantang mereka. Ia ingin menelepon meminta bantuan, tapi ponselnya tak bisa diaktifkan.


Pria bertubuh besar itu mendekati Kinara membuat Natasha semakin panik dan ingin keluar, dengan tangan bergetar Natasha mencoba membuka kunci pintu. Baru saja ia ingin keluar, ia melihat Kinara sudah melawan pria bertubuh besar itu.


Kinara dengan cepat mengalahkannya hingga orang tersebut tersungkur tak sadarkan diri dengan hanya beberapa pukulannya.


Kinara kembali melihat yang lainnya, tersenyum meremehkan kepada kelima orang yang masih melihat Kinara dengan tatapan heran.


Bagaimana mungkin teman mereka bisa dikalahkan secepat itu oleh seorang gadis seperti Kinara.


Mereka kemudian langsung menyerang Kinara secara bersamaan, perkelahian terjadi. Namun, mereka berlima bukanlah tandingan Kinara, dengan cepat Kinara kembali mampu mengalahkan mereka semua.


Begitulah Kinara ia tak ingin membuang-buang waktu dengan melayani mereka, ia langsung menyerang titik mati pada musuh-musuhnya.


[Bip Skor transformasi 50+60+70+80+90+ 100].


Mendengar Skor yang semakin bertambah kita semakin menjadi-jadi memberi pelajaran kepada mereka semua hingga para pembuat onar itu bertekuk lutut pada Kinara dan meminta agar membebaskan mereka dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.


"Kalian beraninya mengeroyok. Apa kalian tak malu dengan diri kalian sendiri? Badan kalian saja yang besar, otak kalian kosong. Pergi dari sini! Kali ini aku mengampuni kalian, tapi kalau aku melihat kalian melakukan hal yang sama lagi aku tak akan menyisakan nyawa kalian," ucap Kinara membuat mereka semua langsung pergi dari sana, menyeret satu teman yang sudah tak sadarkan diri, mereka segera melajukan mobilnya dengan cepat meninggalkan tempat itu.


Sopir tersebut seperti mengenali Kinara, ia menggeleng untuk memperjelas penglihatannya. Orang-orang tadi sungguh memukulinya habis-habisan.


'Bukankah itu wanita yang dikasino malam itu?' batin sang sopir saat penglihatannya mulai jelas dan bisa melihat jika orang yang baru saja mengalahkan preman-preman tadi adalah gadis yang pernah memenangkan gelang onyx di kasino beberapa waktu yang lalu.


Sang sopir yang kesadarannya sudah mulai pulih mencoba untuk berdiri dan menghampiri Kinara.


"Terima kasih atas bantuannya. Aku tak tau jika tak ada kamu mungkin mereka akan melukai nona Natasha. Ilmu bela dirimu sangat hebat aku salut dan mengagumi caramu mengalahkan mereka."


Kinara sejenak kembali mengingat jika seperti pernah melihat sopir tersebut.


"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Kinara.


"Iya, aku ada di kasino saat kamu juga mengalah bener orang di sana, senang bisa bertemu lagi denganmu."


"Apa yang Anda lakukan di kasino itu?"


"Bukan apa-apa, saya hanya mampir saja. Kalau boleh tau kamu ini siapa?" tanya sang supir yang penasaran dengan identitas Kinara.


Kinara ingin menjawab, tapi Natasha langsung keluar dari mobil.


"Kinara," teriak Natasha sambil terisak kemudian berlari menuju Kinara. Natasha memeluk Kinara dengan sangat erat dan terus mengucapkan terima kasih di sela-sela Isak tangisnya.


"Iya, sama-sama. Aku tak sengaja mendengar bunyi senjata tadi, jadi aku ingin mencari tahu. Memangnya siap mereka? Kenapa mereka ingin menyakitimu?"


"Aku juga tak tau."


'Apa? Nona Natasha mengenali gadis ini? Dari mana ia bisa mengenalinya?' batin sang sopir bertanya-tanya. Namun, sesaat kemudian Ia baru menyadari jika teman yang tadi menemani Natasha disekolah adalah gadis ini.


Sang Sopir baru menyadari jika teman Natasha di sekolah tadi dan gadis di kasino waktu itu adalah orang yang Sama.


Pertama bertemu ia tak mengenali Kinara penampilan dan ekspektasi keduanya sangat berbeda. Namun, setelah melihat aksi Kinara yang mengalahkan mereka semua. ingatannya langsung kembali pada gadis si pemilik gelang onyx dari Kasino.


Begitu sudah lebih tenang, Natasha baru melepaskan pelukannya.


"Pak, kenalkan ini teman saya , Kinara," ucap Natasha memperkenalkan Kinara pada sopirnya.


"Sekali lagi terima kasih ya, Dek," ucap Sang Sopir berusaha untuk tersenyum, walau menahan rasa sakit di wajahnya..


"Sama-sama, Pak."


"Kau telah menyelamatkan Nona Natasha dari Preman tadi, maka kami akan memberikanmu Hadiah, dan hadiahnya akan kami kirim besok," ucap sopir.


"Baiklah, aku tunggu hadiahnya," jawab Kinara santai, ia tak terlalu berminat pada hadiah.


Kinara kemudian membukakan pintu untuk Natasha. Ayo non sebaiknya kita pulang sekarang, tidak baik untuk tetap ada disini," ucap sopir dengan terburu-buru.


"Kinara, sekali lagi terima kasih ya aku pulang dulu," ucap Natasha yang dijawab anggukan oleh Kinara .


"Tunggu, Pak. Apa aku boleh minta hadiahku hari ini juga?" tanya Kinara pada sang sopir.


"Hari ini?" tanya sang sopir terkejut.


"Iya hari ini dan Apa aku boleh memilih hadiahku sendiri?"


"Baiklah tentu saja, katakan apa yang kau inginkan, kami akan berusaha untuk mengabulkannya," ucap sopir penuh hormat kepada Kinara.


"Natasha, bolehkan aku ke rumahmu dan bertemu dengan ayahmu?"


"Tidak," ucap sang sopir dan langsung dipotong oleh Kinara


"Aku ingin meminta itu sebagai hadiahku.


Aku rasa itu sebanding dengan apa yang sudah kulakukan. Bagaimana?" tanya Kinara melihat pada sopir Natasha.


Kinara berharap keinginannya untuk bertemu dengan wakil kota sekaligus ayah Natasha, dikabulkan. ini kesempatan yang langka, ia harus memanfaatkan situasinya agar dia bisa bertemu dengan ayah Natasha. kecurigaannya semakin mendalam semakin banyak saat mengetahui banyak orang-orang aneh yang ada di sekitar Natasha dan aksi penculikan Tadi.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏


salam dariku Author M Anha


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖