
Claudia pulang dengan perasaannya gembira, ia sangat senang akan pergi bersama Kinara dalam pertandingan balap tersebut.
Ini untuk pertama kalinya Claudia pergi ke lomba balapan tersebut membuat ia antusias. Pergi ke sana merupakan mimpinya sejak dulu. Namun, batas usia baru mengizinkan ia ikut dalam pertandingan tahun ini.
Ponselnya berdering dan itu pesan salah satu informan yang memberikan informasi tentang pertandingan tersebut.
"Ada apa?" tanya Claudia mengangkat panggilannya.
"Pertandingannya dibatalkan malam ini, dan di diadakan besok jam 10 pagi," ucap informan tersebut.
"Ya sudah, terima kasih informasinya jika ada perubahan lain cepat hubungi aku ya," ucap Claudia belum mematikan panggilannya.
Claudia langsung menelpon Kinara dan mengabarkan apa yang telah didengarnya, jika pertandingan akan diadakan jam 10 pagi besok, itu berarti malam ini mereka membatalkan janji.
"Memangnya pertandingannya akan dilaksanakan di mana?" tanya Kinara yang bisa mendengar suara antusias dari Claudia.
"Kamu ikut saja, aku sudah tahu tempatnya. Aku yakin kau Pasti sangat suka dengan pertandingan itu.Aku tidak tahu pasti Seperti apa pertandingan balap itu, tapi yang jelasnya balap itu adalah pertandingan yang diadakan oleh kekuatan hitam maka bisa dipastikan akan diikuti banyak pembalap yang memiliki skill yang tinggi," ucap Claudia menerangkan pada Kinara Seperti apa pertandingan yang akan mereka datangi nantinya.
"Maksudmu diadakan sebuah game hitam?" tanya Kinara memastikan ucapan Claudia.
"Ya, mungkin bisa disebut seperti itu, kamu tetap jadi ikut 'kan?" tanyanya lagi.
"Tentu saja, aku akan ikut," jawab Kinara cepat.
"Ya sudah, kalau begitu aku jemput kamu jam 9 pagi ya," ucap Claudia sebelum mematikan panggilannya.
Seminggu yang lalu Kinara mengetahui jika akan diadakan sebuah balap yang akan banyak dihadiri oleh beberapa golongan mafia dan sepertinya balapan itu yang dimaksud oleh Claudia, yang akan mereka datangi besok.
"Aku yakin, Ayah Natasha pasti juga akan menjadi salah satu yang akan hadir di balapan tersebut. Terima kasih Claudia kau sudah mengingatkanku, aku hampir saja melupakannya. Walau kau tau mengajakku, aku pasti dan akan hadir di balapan tersebut," guman Kinara melihat ponselnya yang tertera nama Claudia.
Berteman dengan Claudia membuat ia sedikit mendapat beberapa kemudahan dalam menjalani misinya, Walau hal-hal kecil. Namun itu sangat berarti buat Kinara dan ia yakin jika Claudia memang pantas untuk dijadikan seorang teman.
Keesokan paginya Claudia menjemput Kinara di asramanya Kinara Sudah dari tadi menunggu kedatangan Claudia.
"Kamu kok lama banget sih, ini sudah jam berapa kita bisa telat," Kinara menggerutu Ia ingin pergi lebih dulu dan meninggalkan Claudia. Namun, Ia juga tak enak karena sudah membuat janji kepada sahabatnya itu. Membuat Kinara mau tak mau harus menunggu Claudia dengan tak sabar.
"Iya, Maaf tadi aku sibuk mempersiapkan penampilanku. Bagaimana penampilanku keren 'kan?" ucapnya memperlihatkan penampilannya yang memakai jaket dan celana jeans yang dipadupadankan dengan kaos di dalamnya, serta memakai topi sebagai pelengkap penampilannya. Claudia sangat jauh dari kata feminim yang seperti biasa ia pakai.
Stylishnya hari ini lebih menyerupai pakaian yang sering dipakai oleh Kinara.
"Iya juga sih, memakai sepatu kets lebih nyaman untuk berlari," ucapnya berlari mengejar Kinara yang sudah masuk lebih dulu ke dalam mobil. Mereka pun berangkat ke tempat pertandingan diantar oleh sopir.
"Oh ya, aku sudah membeli tiket untuk kita. Untung saja aku masih kebagian, aku mendapatkannya dengan susah payah," ucpa Claudia mengeluarkan 2 tiket dan memberikannya kepada Kinara satu tiket tersebut.
"Wah, kamu memang hebat dalam mencari sesuatu, apalagi lagi ini," tunjuknya pada tiket yang sudah ada di tangannya. Aku yakin kamu pasti menggunakan kekuatan uangmu 'kan?" sindir Kinara.
"Tentu saja. Aku membelinya hampir 10 kali lipat dari harga biasanya, tapi tak masalah yang penting kita bisa masuk dan itu Sama sekali tak masalah buatku. Ayahku memberikan banyaknya tanpa kuminta, aku punya banyak uang," ucapnya menyombongkan harta kekayaan kedua orang tuanya. Claudia mengibas-ngibaskan black card miliknya memamerkannya kepada Kinara, membuat Kinara tertawa melihat tingkah sahabatnya itu. Ia sama sekali tak iri dengan kartu yang dimiliki oleh Claudia Ia juga pernah memiliki uang yang lebih banyak lagi. Namun, sekarang uang tak berarti lagi buatnya. Ia hanya membutuhkan uang untuk memperlancarkan aksi balas dendamnya dan itu akan terwujud sebentar lagi jalannya untuk menuju kesana semakin terbuka lebar.
Mereka sampai ke tempat acara 10 menit sebelum acara dimulai Claudia yang penasaran dengan tempat itu langsung melihat-lihat tempat tersebut dan mengagumi tempat akan berlangsungnya acara. Kinara membiarkan Claudia melakukan apa yang diinginkannya.
"Claudia, aku kesana sebentar ya," ucap Kinara menunjuk ke arah yang berlawanan dengan dituju oleh Claudia.
"Iya, nanti kita duduk di bangku itu." Claudia menunjuk 2 bangku kosong tempat mereka.
"Iya, aku kesana cama sebentar, aku hanya ingin memastikan sesuatu," ucapnya kemudian dia berjalan menuju ke arah berlawanan dari Claudia.
Kinara hari ini terlihat sangat keren dengan outfit yang dipakainya.
Kinara mendatangi tempat dimana para pembalap telah bersiap-siap untuk melakukan balapannya.
"Hai, kau tak boleh masuk ke sini! Pergi dari sini!" Seru salah satu kru balap tersebut saat melihat Kinara memasuki area para peserta.
Kinara tak mendengarkan larangan orang tersebut dan terus berjalan.
Melihat Kinara semakin mendekat dan tak menghiraukan ucapannya, orang tersebut berjalan ke arah Kinara.
"Berhenti disitu!" Bentaknya.
Kinara memasukkan kedua tangannya ke dalam kantong jaketnya dan terus berjalan kearah orang yang membentaknya.
"Aku hanya ingin melihat-lihat persiapan balapan kalian, apa itu saja tak boleh?" tanya kinara terlihat tanpa rasa takut sedikitpun Saat orang tadi kembali membentaknya
"Tentu saja, selain peserta dan kru-nya, tak boleh memasuki area ini, area ini hanya diperuntukkan untuk tim, cepat pergi dari sini!" ucap orang tersebut untuk kesekian kalinya meminta Kinara meninggal area terlarang bagi penonton seperti Kinara.
Orang-orang disana juga mulai menyuruh Kinara pergi, berdebat Kinara dengan mereka juga menjadi pusat perhatian beberapa peserta.
🌹🌹 Terima kasih sudah membaca 🌹🌹