
Kinara kembali ke apartemennya setelah misinya selesai.
Ia berjalan dengan gontai sambil memijat punggung yang terasa pegal. Setelah sekian lama Ia akhirnya kembali memegang senjata dan itu membuatnya sedikit memerlukan penyesuaian diri.
"Apa kau puas?" tanya Vincent yang sedari tadi menunggu Kinara di ruang tengah apartemen tersebut.
"Sejak kapan kamu disitu? walaupun ini apartemen mu, saat ini aku yang menjadi penghuninya kau harus izin dengan ku sebelum masuk!"
"Apartemen ini milik ku dan kau juga milikku, aku tak pernah izin untuk itu," jawabnya masih memutar-mutar senjata di tangannya.
"Bagaimana dengan Vano?" tanya Kinara mengabaikan ucapan Vincent.
"Aku sudah memastikan mereka akan baik-baik saja, mengapa kau begitu khawatir dengannya? Apa hubungan kalian?" tanya Vincent tanpa melihat kinara, kini Vincent mengarahkan senjatanya kearah Kinara.
"Itu bukan urusanmu!" sahut Kinara ingin berjalan masuk.
Dorrrr
Vincent menembak vas bunga yang berada Beberapa cm di depan Kinara membuat kenal langsung menghentikan langkahnya.
"Apa dia itu sangat penting bagimu hingga kau hampir saja mengorbankan misimu untuk menyalamatkan nya?" tanya Vincent yang kini berdiri menatap Kinara. semalam Kinara memintanya untuk datang ke lokasi misinya, Vincent berpikir Kinara memanggil karena membutuhkan bantuan nya, ternyata ia hanya di tugaskan menyelamatkan Vano, yang Vincent tau jika Vano juga menyukai Kinara.
"Misi gagal sama saja dengan kematian bagi para anggota yang ikut dalam misi tersebut." Tambah Vincent yang tau betul bagaimana geng Naga Hitam.
"Aku tahu beberapa geng mafia yang akan langsung menghabis orang-orangnya yang gagal dalam misi, tapi sepertinya itu tidak akan terjadi pada ayah Natasha. ia tak sejahat itu," bela Kinara.
Vincent tertawa mendengar ucapan Kinara yang membela Ayah Natasha.
"Kau belum tahu saja seperti apa sifat aslinya, dia memperlihatkan sikap baiknya Padamu karena kau sudah mengenali wajahnya dan kau juga salah satu teman Putrinya. Suatu saat kau akan melihat siapa dia sebenarnya setelah lama bekerja dengannya."
"Sepertinya aku tak akan tau seperti seperti apa sifat aslinya, karena aku tak akan lama. Aku hanya menginginkan sesuatu darinya, setelah mendapatkannya aku akan pergi."
"Jika kau sudah bergabung dengan mereka kau tak akan bisa pergi"
"Benarkah? tapi aku tetep akan pergi. bagaimana dengan kau sendiri? Bukannya kau sendiri sudah keluar dan membentuk geng sendiri? Kenapa kau masih hidup?"
"Jika kau tahu siapa dia Kau pasti ingin menghabisinya dengan tanganmu sendiri ," ucap nya sebelum keluar.
"Satu lagi, aku tak suka kau dekat dengan Vano ini untuk yang pertama dan terakhir kalinya aku menolong Vano dan ini yang terakhir kalinya kau berkomunikasi dengannya, jika kau masih melakukannya akan ku habisi dia," tambah Vincent dan ia pun keluar dari apartemen itu.
Kinara hanya melihat pintu yang sudah ditutup, "Mengapa dia bersikap seperti itu, jangan bilang dia cemburu pada Vano. Memangnya kita ada hubungan apa, aneh," Kinara masuk ke dalam kamarnya, ia sangat lelah dan membutuhkan istirahat. Masih banyak misi yang harus diselesaikannya ia harus bisa mengambil kepercayaan Ayah Natasha dan memulai misinya sendiri.
Keesokan harinya semua kembali berkumpul di markas Naga Hitam kali ini Vincent juga ikut bergabung dengan mereka.
"Karena Yoona sudah tewas dalam misi kemarin, hari ini aku menuju Kinara sebagai penggantinya. Mulai sekarang Kinara yang akan memimpin setiap misi yang akan kita jalankan," ucap Ayah Natasha menunjuk pada Kinara.
Kinara memperhatikan Ayah Natasha.
"Apakah yang dimaksud dengan Vincent memiliki banyak geng lainnya itu berhubungan dengan ayah Natasha yang selalu memakai topeng saat bertemu dengan anggotanya, Apa tujuannya menutupi identitasnya." Kinara menggeleng, itu bukan urusannya, yang terpenting adalah balasan dendamnya.
Setelah mengumumkan Kinara sebagai pengganti Yoona, ayah Natasha menghampiri mereka, Kinara berdiri di samping Vincent.
"Kalian berdua ikut ke ruanganku," ucapnya kemudian mereka pun mengikuti Ayah Natasha.
"Aku tak tahu apa tujuan kalian menyelamatkan anak itu. Namun dia akan terus dalam pengawasanku. Aku takkan membiarkan dia menjadi penghalang dalam kesuksesanku, aku masih menyisakan nyawanya karena aku masih menghargai kalian," ucap ayah Natasha yang ternyata ia mengetahui jika Yoona tertembak oleh peluru Kinara dan bukan hanya itu ia juga tahu jika Kinara dan Vincent bekerjasama membebaskan Vano membuat Ayah Natasha mengirim seseorang untuk terus mengawasi Vano di pulau yang dipersiapkan oleh Vincent.
Kinara dan Vincent saling melirik, dari mana Ayah Natasha mengetahui rencananya perasaan dia hanya memberitahu rencana tersebut kepada Vincent. pikir Kinara, "Apakah Vincent menghianatinya juga."
"Misi berikutnya kau yang akan memimpinnya, tunjukkan kemampuanmu," tunjuk Ayah Natasha pada Kinara, " Aku tak ingin ada kegagalan," ucapnya lagi setelah itu ia pun membuka topengnya dan pergi dari gedung tersebut.
Di ruangan itu hanya tinggal Vincent dan Kinara.
"Mengapa dia sering memakai topeng ini?" Kinara mengambil topeng yang baru saja diletakkan Ayah Natasha di meja yang ada di hadapannya.
"Tentu saja itu untuk menutupi identitasnya, jika ada yang tahu pemimpin mereka ternyata Seorang walikota itu akan berbahaya baginya. Hanya orang tertentu saja yang tau wajah aslinya, dia begitu cerdik kita Bahkan tak tahu apa yang ada dalam pikirannya, saat ini dia akan baik padamu tak menutup kemungkinan besok ia akan membunuhmu, berhati-hatilah." ucap Vincent berjalan keluar di susul Kinara.
🌹🌹 Terima kasih sudah membaca 🌹🌹