Mafia In The School

Mafia In The School
Malam Gala Seni.



Beberapa malam lagi, pesta gala seni akan diadakan. Hana selaku koordinasi mewakili sekolahnya untuk acara tersebut mendatangi kelas untuk memastikan siapa-siapa yang akan ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.


Hana sudah mendatangi beberapa kelas lainnya dan yang terakhir adalah kelas Kinara.


"Baiklah ini adalah hari terakhir pendaftaran jika ada dari kalian yang ingin mendaftar silahkan daftar kepadaku," ucapan kepada teman-teman Kinara.


Hanya ada beberapa orang yang ikut mendaftarkan namanya untuk acara tersebut.


Tiara orang pertama yang mendaftar lebih dulu, ia ingin semua orang memujinya dengan penampilannya malam gala seni nanti, selain itu dia juga mempunyai niat untuk mempermalukan Kinara saat pesta pertunjukan nanti.


Selain Tiara, Claudia juga ikut mendaftarkan dirinya.


Pesta gala seni kali ini dihadiri dari berbagai sekolah bukan hanya dari sekolah menengah pertama (SMP). Namun, juga berbagai peserta dari sekolah menengah atas(SMA) dan bisa dipastikan acaranya akan sangat meriah mereka akan bertemu dengan berbagai teman-teman baru dan saling bersaing wakili sekolah mereka masing-masing.


Begitu Hana keluar kelas karena tak ada lagi yang mendaftar dirinya, kelas langsung menjadi heboh dengan perbincangan pesta gala seni yang akan diadakan beberapa hari lagi. Mereka semua sudah saling kompak akan pergi bersama dan menyaksikan orang-orang yang tampil dan memberikan dukungan pada sekolah mereka.


"Pasti malam gala semi nanti akan banyak yang tampil dan pasti keren-keren."


"Iya, aku sudah tidak sabar untuk menyaksikan gala seni, apa lagi yang mewakili sekolah menengah atas pasti mereka akan terlihat sangat keren dan tampan," ucap yang lainnya.


"Pasti banyak murid laki-laki tampan yang juga akan datang secara mereka kan pasti akan menyaksikan sekolah mereka," ucap yang lainnya yang langsung mendapat sorakan dari beberapa teman yang mendengar ucapannya.


"Kamu itu mau pergi lihat murid laki-laki apa ingin melihat pertunjukannya?"


"Lihat dua-duanya dong," ucapnya lagi semakin membuat teman-temannya tertawa.


"Kalau kau ingin dipuji oleh murid laki-laki dari sekolah lain, Kenapa kau tidak mendaftarkan diri saja tadi, jangan begitu penonton saja, Kau pasti banyak yang memuji jika jadi peserta."


"Iya, aku akan dipuji jika bakat yang ditampilkan bagus, tapi …," ucapnya menggantung tak ingin meneruskan kata-katanya.


"Tapi, kamu nggak punya bakat kan?" ucap salah satu teman menyambung ucapannya membuat mereka semakin terpingkal-pingkal tertawa, gaduh di dalam kelas terus terjadi.


"Kok tebakan kamu benar," sahudnya membuat mereka semua kembali tertawa . Kinara yang jarang tertawa pun ikut tertawa dibuatnya.


Kinara terus tersenyum mendengar teman-temannya itu saling berceloteh tak jelas. Masa-masa yang paling diingatnya saat sekolah yaitu masa-masa di mana mereka bercanda dengan teman sekelas.


"Kinara, kenapa kamu nggak ikut mendaftar juga?" tanya Claudia yang kini duduk di samping Kinara.


"Aku mau daftar untuk menunjukkan pertunjukan apa? Aku tak punya bakat," ucapnya cuek masih asyik mendengar celotehan teman-temannya.


"Ya udah, kamu jangan lupa nonton aku aja, kamu semangatin aku ya!" Pinta Claudia dengan raut wajah senangnya.


"Iya pasti, aku akan menyemangatimu." jawab Kinara.


Mereka Terus berbincang-bincang mengenai pesta gala seni tersebut, Kinara tak tahu banyak tentang pertunjukan itu, ia fokus mendengarkan penjelasan Claudia.


"Kinara temenin aku ya nanti, untuk mencari kostum untuk pertunjukanku dan beberapa persiapan lainnya ya? kamu mau 'kan?" tanya Claudia.


"Boleh, lagian aku juga malas di asrama Aku ingin jalan-jalan sesekali. Ya udah, kita perginya sehabis sekolah saja gimana?" tanya Claudia.


"Tentu saja, terserah kamu!"


"Baiklah kita perginya sepulang sekolah," ucap Claudia menjabat tangan Kinara kemudian mereka pun duduk dengan rapi saat guru mata pelajaran untuk hari ini sudah datang.


Sepulang sekolah Kinara dan Claudia langsung menuju ke pusat perbelanjaan, ia ingin menyediakan beberapa peralatan untuk menunjang penampilannya saat malam gala senianti.


Begitu selesai memilih barang yang dibutuhkan, mereka berniat untuk membayar belanjaan mereka. Ternyata Claudia lupa membawa dompetnya.


"Aduh bagaimana ini, aku seperti lupa membawa dompetku, kenapa aku bisa seperti ini," gumam Claudia.


"Kamu kenapa?" tanyanya


"Kinara gimana ini sepertinya dompetku ketinggalan di rumah," ujarnya terus merogoh beberapa sakunya.


Mereka terus berjalan maju semakin mendekati ke arah kasir.


"Coba kamu periksa lagi mungkin ada di kantong Yang lainnya," ucap Kinara menunjuk ke beberapa kantong yang belum diperiksa oleh Claudia.


"Nggak ada, aku sudah periksa semua," ucap Claudia kembali memeriksa tasnya.


Mereka sudah di depan kasir, Kinara mulai meletakkan belanjaan mereka di depan kasir dan mulai menghitungnya.


"Nggak jadi Mbak, aku lupa bawa dompet," ucap Claudia tersenyum malu pada kasir.


"Berapa jumlahnya?" tanya Kinara, tak disangka kinara langsung bayar semua belanjaan Claudia.


"Kinara nggak usah, kita nggak jadi beli aja, aku nggak enak dibayarin sama kamu."


"Kalau kamu nggak enak di bayarin sama aku yaudah kamu ganti uangku lain kali, anggap aja aku menitipkan uangku kepadamu." Kinara berjalan meninggalkan Claudia setelah membayar belanjaan dan menenteng belanjaan Claudia.


Kinara langsung mengarah ke sebuah kafe yang ada di pusat perbelanjaan tersebut. Claudia merasa ragu untuk masuk, pasalnya ia tak memiliki uang ia tak berharap jika Kinara kembali akan membayar makanan untuknya.


"Sudah masuk aja, aku tahu kenapa kamu gak masuk. Kali ini biar aku yang bayar," ucap Kinara menarik Claudia untuk masuk.


"Apa kau akan meminjamkan lagi uang untukku?"


"Hmmm," Jawab Kinara dan mulai memesan makanan.


"Terima kasih ya? Aku akan mengembalikannya sesegera mungkin begitu aku kembali menemukan dompetku," ucapnya baru bernafas lega dan ikut memesan makanan.


"Udah nggak, itu buat kamu aja," ucap itu buat kamu aja. Ga usah di ganti, aku hanya bercanda tadi.


Claudia sangat senang, Kinara semakin hari semakin baik padanya. Kinara teman pertama yang mentraktirnya, selama ini hanya dia yang selalu mentraktir teman-temannya.


Keesokan harinya mereka kembali sarapan bersama di depan sekolah, kali ini Claudia yang membayarnya.


Setelah itu mereka pun masuk ke kelas dan memulai pelajaran.


Malam ini adalah malam diadakannya malam pesta gala seni.


Claudia kembali meminta Kinara untuk membantunya mempersiapkan segala keperluannya.


Tempat melaksanakan gala seni sudah semakin ramai oleh para peserta dan para pendukung dari masing-masing sekolah baik dari Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP).


Claudia menarik Kinara untuk ruang gantinya membuat Tiara menjadi semakin kesal melihat kedekatan mereka, Tiara pernah mencoba untuk mendekati Claudia, mencoba untuk meminta berteman dengannya. Namun, bukannya menerima pertemanannya Claudia malah memarahi Tiara karena terus saja berada di sekitarnya.


Tiara memandang Kinara dan bertanya-tanya dalam hati, apa yang dilakukan Kinara sehingga Claudia bisa sedekat Itu dengannya.


Begitu Kinara sampai di ruang ganti Claudia, Kinara dibuat tercengang melihat beberapa gaun yang tergantung di sana. Gaun itu jauh berbeda dari apa yang mereka beli kemarin. Ternyata Ayah Claudia sudah menyiapkan semuanya untuk putrinya dan itu semua merupakan pakaian mewah yang bisa dibilang harganya mungkin tak sebanding dengan apa yang mereka beli kemarin.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏


Salam dariku Author M Anha 🌹 Ig anha5569


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖