
Tadinya Keyla ingin mempermalukan Kinara dengan Foto itu. Tapi ia tak menyangka jika justru dialah yang dibuat ketakutan.
Keyla tak ingin dianggap lemah dan terus
berusaha mengimbangi Kinara.
"Aku tidak pernah mencari masalah denganmu," teriak Keyla yang sudah merasa tersudut dengan tatapan Kinara.
"Apa Kau pikir aku ini bodoh yang tak tahu jika kaulah yang menyebarkan foto-foto itu. Kau menanyakannya padaku seolah-olah kau tak tau apa yang terjadi di perpustakaan malam itu. Kau sendiri tahu jawaban dari pertanyaan bodoh mu itu, jika tak terjadi apa-apa di sana, iya kan?" Kinara berjalan semakin mendekat pada Keyla.
"Aku? Maksudmu aku yang melakukannya?" Keyla menunjuk dirinya dan tertawa. "Untuk apa juga aku melakukan itu semua, aku sama sekali tidak tahu apa yang kau maksud," ucap Keyla balik menantang Kinara.
"Apa kau yakin kau tak tau apa yang ku maksud?" Kinara terus melangkah semakin maju dengan perlahan dan gaya santai nya, membuat Keyla sedikit memundurkan langkahnya.
"Jangan sembarangan menuduhku hanya untuk menutupi rumor mu."
"Aku acungkan jempol untuk keberanian mu, tapi sayang, kau salah orang. kau salah jika kau menantangku. Sebaiknya kau mengaku saja jika kau yang menyebarkan semua itu. Jika kau mengakui kesalahanmu mungkin aku akan mengurangi hukumanmu."
"Kau yang salah meremehkanku, apa kau punya bukti jika aku yang mengambil fotomu dan Vano?" Tentang Keyla.
Kinara langsung nampar Keyla dengan begitu keras, "Itu adalah bukti ku, apa kau masih ingin bukti lainnya? Kinara mengeraskan rahangnya menatap tajam pada Keyla yang terlihat anggun walau sudah terbukti bersalah.
Keyla memegangi pipinya dan menatap tajam pada Kinara, 'Apa dia sudah tahu jika aku yang melakukan semua itu? nggak dia pasti hanya menduga-duga,' batinnya yang masih memegang pipinya yang terasa panas bahkan ia merasakan ada cairan di sudut bibirnya.
'Sial, keras sekali kinara menamparku,' batinnya saat melihat cairan merah yang diambil dari sudut bibirnya.
"Bagaimana? Apakah sekarang sudah mau mengakui kesalahan?" bentak Kinara menarik kerah baju Keyla memaksanya untuk mengakui kesalahannya.
Keyla yang melihat Fano berjalan ke arah mereka langsung mengeraskan suara Isak tangisnya, dan berpura-pura tertindas oleh Kinara. Keyla berharap Vano akan membelanya dan Kinara pasti akan melepaskan cengkraman tangannya. Namun ia salah, Kinara tak melepas tangannya justru semakin mengencangkan genggamannya membuat ia kesulitan untuk bernafas.
"Kinara lepaskan! Apa yang kau lakukan?" ucapan Vano mempercepat langkahnya mencoba melepaskan cengkraman tangan Kinara dari kerah baju Keyla yang terlihat jelas hampir kehabisan nafasnya.
"Vano tolong aku," ucap Keyla dengan suara tercekik, ia semakin menambah aktingnya agar Vano simpati kepadanya dan membelanya dari Kinara.
"Kinara lepaskan! Kau menyakitinya." Vano berusaha melepaskan cengkraman tangan Kinara dengan paksa.
"Apa-apaan kamu ini? Mengapa kau melakukan semua itu?" ucap Vano membantu Keyla yang terbatuk-batuk mengatur nafasnya.
Keyla tersenyum dalam hati, berpikir pasti Kinara akan mencari alasan untuk membela dirinya dari Vano. Namun, dia kali ini juga salah, Kinara langsung mengatakan jika ia sengaja melakukan semua itu pada Keyla.
"Vano Kau dengar sendiri kan? Tadi dia juga menamparku," adu Keyla memperlihatkan pipinya.
Vano melihat pada Kinara,
"Iya, aku yang menamparnya. Aku menamparnya seperti ini," ucap Kinara kembali menampar Keyla sebanyak 2 kali."
"Kinara!" bentak Vano.
"Kau lihat, begitulah tadi aku menamparnya. Bagaimana rasanya? Aku harap sakitnya juga sama dengan yang tadi?" Kinara menyeringai menatap Keyla yang kini semakin ketakutan menatapnya.
Keyla semakin takut bahkan tubuhnya bergetar, 'Seperti Kinara memang sudah tahu jika aku adalah pelakunya,' batinnya, Kali ini ia lagi-lagi melakukan kesalahan yang sama dengan memancing kemarahan Kinara.
Keyla tak menyangka jika Kinara akan mengetahui secepat ini jika dialah dalang di balik penyebaran rumor foto itu, dia sudah melakukannya dengan sangat hati-hati.
Vano yang tadinya merasa kasihan kepada Keyla karena mendapat perlakuan seperti itu dari Kinara jadi bertanya-tanya Siapa yang salah di antara mereka.
"Keyla? Apa benar kamu yang mengambil dan menyebarkan foto-foto tak pantas itu?" tanya Vano.
Keyla tak menjawab ia hanya terus memegang pipinya penuh ketakutan.
"Keyla sebaiknya kau menjawab pertanyaan kami! Kamu 'kan yang menyebarkannya? Jangan membuat kami jadi mencurigai orang lain atas perbuatanmu, mengaku saja!" seru Kinara dengan wajah seramnya.
"Iya, kalian benar, aku yang melakukannya. Aku melakukan semua itu Karena aku benci kamu Kinara, Aku membenci kebersamaan kalian berdua, Aku tak suka melihat melihat semua terus saja menyanjungmu." teriak Keyla pada Kinara..Aku melakukannya karena iri." ucapnya dengan berapi-api.
"Lihatkan karena kecerobohanmu sendiri kamu kembali mempermalukan dirimu. Dari itu jika kamu ingin melakukan sesuatu pikirkan terlebih dahulu. Jangan hanya mengikuti hawa nafsumu, ingin membalas dendam pada aku tanpa mengetahui seberapa kuat diriku. Aku membiarkan lolos hari itu bukan berarti aku baik padamu, aku hanya tak ingin memperpanjang situasi yang tak penting bagiku.
Namun sesaat kemudian ia langsung menyatukan kedua tangannya meminta maaf pada Kinara dengan mata yang berkaca-kaca,
"Kinara aku mohon maafkan, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi, aku hanya tak suka melihatmu dekat dengan Vano, aku menyukai Vano," ucap kembali mengakui alasan sebenarnya.
Kinara tertawa yang terus mendekati Keyla, dia melakukannya agar Keyla takut padanya.
Tujuannya berhasil, Keyla benar merasa takut pada Kinara.
[Tit ,skor serangan balik 20+30+ 50.]
Kinara merasa sangat senang saat mendengar sistem menyebutkan bahwa dia telah mendapat serangan balik sebesar 100 poin.
Keyla yang ketakutan terus berjalan mundur dan membuat langkahnya tak seimbang kemudian ia terjatuh ke danau.
Danau itu lumayan dalam, "Kinara tolong aku," teriaknya sambil terus berusaha menyelamatkan diri dari danau itu.
Kinara hanya diam tak berniat untuk menolongnya.
Vano bingung apakah ia harus menolongnya atau tidak, Keyla terus saja meminta tolong sampai tak ada pergerakan lagi di dalam air. Tak ada lagi ombak di danau itu.
Kinara langsung berbalik dan pergi meninggalkan Vano. Vano pun mengejar Kinara dan ia mengatakan jika ia tak tahu kalau Keyla lah yang mengambil Vota mereka berdua saat di perpustakaan.
"Iya, Aku tahu. sepertinya Keyla datang ke perpustakaan itu jauh sebelum kau datang. Ia sudah merencanakan semuanya.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca 🙏
Salam dariku Author M Anha 🥰🥰
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖