Mafia In The School

Mafia In The School
Hukuman Keyla.



Vano terus mengikuti Kinara yang mengabaikannya,


"Kinara tunggu," teriak Vano mengejar Kinara dan menghalangi jalannya.


"Minggir! Aku mau kembali ke kelas." Kinara masih terbawa emosi dengan pertengkaran tadi nafas masih memburu.


"Lalu bagaimana dengan Keyla? Bukankah kita harus menolongnya?" ucap Vano masih berdiri di depan Kinara untuk menghalangi jalannya.


"Aku tak peduli dengannya, aku masih punya pekerjaan lain daripada mengurusi orang yang selalu berbuat onar seperti Keyla. Semoga saja semua itu membuatnya bisa berfikir sebelum bertindak."


Kinara ingin berjalan, tapi Vano terus menghalangi jalannya.


Kinara melipat tangannya didada melihat Vano dengan jengah. Vani seperti sedang ingin bermain-main dengan kesabarannya.


"Kalau kau berpikir jika dia harus diselamatkan, lalu kenapa kau tak menyelamatkannya? Kenapa kau malah mengikutiku?" Seru Kinara dengan garam lalu berjalan menabrak bahu Vano, membuat Vano mau tak mau menyingkir dari jalannya.


Karena merasa kasihan dengan Keyla Vano tak mengikuti Kinara lagi.


Vano berpikir dia harus menolong Keyla, ia melihat Kinara yang sudah berjalan cepat menjauhinya.


"Sepertinya aku harus melakukan strategi lain agar Kinara mau bersikap baik padaku," gumam Vano.


Begitu Kinara pergi dari danau itu seseorang tiba-tiba menghampiri danau dan melakukan sesuatu seperti sihir di danau itu, membuat Keyla yang tadinya sudah tenggelam kembali ke permukaan dan membawanya ke pinggir danau. Setelah melakukan semua itu pria itu pun pergi.


Tak lama kemudian seorang siswa yang baru selesai makan di restoran juga berniat untuk kembali ke sekolahnya, ia berjalan melewati Danau tersebut ia sangat terkejut saat melihat seseorang berada di tepi danau dan sepertinya itu adalah murid dari sekolahnya.


Ia pun dengan cepat mendekati dan dugaannya benar, itu adalah murid dari sekolahnya dan murid tersebut sudah tak sadarkan diri.


"Apa dia sudah mati? Apa yang dilakukannya di Danau, apa dia mencoba mengakhiri hidupnya?" ucap murid tersebut masih dengan keterkejutannya.


Dengan cepat Ia membuat keributan memanggil beberapa orang dan mengatakan jika ada seseorang di tepi Danau.


Teriakan murid itu memancing orang-orang untuk berkumpul dan melihat murid tersebut.


Seorang murid langsung turun dan membantunya Keyla, semua langsung membawa Keyla ke UKS dan mendatangkan Dokter untuk memeriksa Keyla.


Semua menjadi heboh bertanya-tanya apa yang menyebabkan murid tersebut terjatuh ke danau, semua saling mencari informasi.


Ada yang menyatakan bahwa beberapa saat sebelum ditemukan oleh murid yang membuat keributan, ada seorang pria yang sepertinya melakukan pertolongan pertama pada murid itu namun dia langsung pergi dan tak ada yang mengenalinya.


Berita itu menjadi topik hangat di sekolah keesokan harinya. Semua bertanya-tanya siapa orang yang telah menolongnya terlebih dahulu.


Berita itu juga menjadi heboh di kelas Kinara.


Claudia menghampiri Kinara.


"Apa kau dengar gosip yang beredar? Dia itu orang yang pernah mencari masalah denganmu, apa kau masih ingat?" tanya Claudia berbisik.


Kinara tak menjawab ia hanya melihat pada Claudia.


"Ternyata murid yang tenggelam itu namanya Keyla, dia murid yang pernah mencari masalah denganmu beberapa bulan yang lalu di restoran, yang waktu itu kau memasukkan sesuatu ke mulutnya," ucap Claudia tak ingin menyebutkan hewan apa yang dimasukkan Kinara kedalam mulut Keyla, mengingatnya saja membuat Claudia jadi merinding dan terasa ada sesuatu yang berjalan-jalan di dalam perutnya.


"Iya, kemarin sepulang dari restoran dia kembali membuat masalah denganku," ucap Kinara santai sambil melihat beberapa temannya yang serius bergosip mengenai kejadian tenggelamnya Keyla di danau dan pria misterius yang menolongnya.


Claudia memindahkan bangkunya ke samping Kinara, ia mendekat pada Kinara dan berbisik, "Jangan bilang jika kau yang menyebabkan Keyla tenggelam."


"Tentu saja bukan aku, dia terjatuh sendiri karena kecerobohannya, jadi jangan menuduhku jika aku yang membuatnya menjadi seperti itu."


"Kamu yakin bukan kamu yang mendorongnya?"


"Iya, aku tahu Kau pasti takkan dorongnya. Memangnya apa yang terjadi di danau itu kemarin?" jiwa kepo Claudia kini menggebu-gebu, iya penasaran apa yang menyebabkan Keyla menjadi topik pembicaraan di sekolah.


"Apa kamu tahu siapa yang menyebarkan foto itu?" tanya Kinara.


"Apakah Keyla?" tebak cepat Claudia.


Kinara memukul meja yang ada di depannya dan mengacungkan jempol pada Claudia.


Claudia yang melihat jempol Kinara yang membenarkan ucapannya membekap mulutnya kemudian menatap penuh curiga pada Kinara.


Kinara memberi kode pada Claudia dengan jari telunjuknya agar Claudia lebih mendekat padanya.


Claudia menuruti apa yang diinginkan oleh Kinara. Dia sedikit memajukan tubuhnya agar lebih dekat ke arah Kinara.


"Bukan aku yang mendorongnya, dia terjatuh sendiri kalau kau tak percaya kau bisa menanyakan langsung pada Vano. Vano juga ada di sana kemari."


Claudia mengerjapkan matanya masih menatap Kinara dengan kedua tangannya masih membekap mulutnya.


Kinara mengangguk, juga menatap penuh yakin pada Claudia.


Claudia yang masih membekap mulutnya ikut mengganggu, sekarang ia percaya jika memang bukan Kinara yang melakukannya, mungkin saja ia terjatuh sendiri. pikir Claudia.


Claudia dan Kinara menghentikan pembahasan masalah Keyla, mereka hanya mendengar apa yang temannya bicarakan.


Tiba-tiba Claudia teringat tentang pria berkepala plontos yang mengikuti Natasha malam itu di Mall.


"Oh ya, Kinara aku sudah mencari tahu tentang pria yang waktu itu mengikuti Natasya, ternyata dia bukan orang jahat, tapi dia adalah bawahan dari Ayahnya Natasha yang diperintahkan untuk mengawasinya. Untuk menjaga Natasha," ucap Claudia yang sudah memastikannya sendiri, jika pria berkepala plontos itu adalah orang suruhan dari walikota untuk menjaga Natasha.


"Oh jadi orang itu adalah suruhan ayah Natasha ya?" tanya Kinara yang juga mengingatkan kembali kejadian itu.


Kinara pun berpikir jika orang itu adalah suruhan ayah Natasha, berarti ayah Natasha bukanlah orang sembarangan, dia bukan hanya Seorang walikota, tapi mungkin juga memiliki profesi lain.


Kinara yakin pria berkepala plontos adalah salah satu orang yang menyerangnya di kasino malam itu.


"Apa Ayah Natasha ada hubungannya dengan orang-orang yang menyerangku, orang-orang yang juga menginginkan gelang onyx itu." Kinara terus menyambung-nyambungkan pemikirannya membuat ia mengabaikan Claudia.


Claudia menjentikkan jarinya di depan mata Kinara yang terlihat seperti melamun.


"Kau melamun atau memikirkan sesuatu? Kenapa kamu mengabaikanku? Bukannya hari itu kau sangat penasaran dengan orang yang mengintai Natasha." kesal Claudia.


"Aku tidak mengabaikanmu, aku hanya memikirkan sesuatu tentang Natasha dan orang itu."


"Apalagi yang harus dipikirkan, orang itu mengikuti Natasha karena suruhan dari ayahnya untuk mengawasi Natasha, apanya yang aneh?" tanya Claudia mengedikkan bahunya, ia tak mengerti apa yang sedang Kinara katakan.


Kinara melihat pada Claudia, percuma saja ia menjelaskannya, Claudia tak akan mengerti apa yang ada dalam pikirannya.


Saat ini tujuan Kinara untuk mencari tahu lebih dalam tentang sosok walikota yang tak lain adalah Ayah dari Natasha.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏


Salam dariku Author M Anha 🤗


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖