
Pagi hari Kinara sedang berjalan-jalan di sekitaran kompleksnya, tiba-tiba ada seorang yang menghampirinya dan mengatakan jika ada seseorang yang ingin bertemu dengannya.
"Siapa?" tanya Kinara yang tak mengenal orang yang menghampirinya.
Orang tersebut menunjuk pada mobil yang terparkir tak jauh dari mereka.
Kinara melihat mobil tersebut, samar terlihat jelas ada seseorang yang duduk di jok belakang.
"Maaf ya Pak, saya sedang sibuk! permisi," ucap Kinara melanjutkan berjalan-jalan menikmati udara pagi..
Mobil itu terus mengikutinya dari belakang membuat Kinara semakin jengah, ia berbalik dan menantang orang itu, bertolak pinggang dan menatapnya.
Lagi-lagi orang yang tadi turun dari mobil dan mengatakan jika tuan mudanya ingin bertemu dengannya.
"Tuan muda? Memangnya siapa sih tuan muda mu itu. Ada perlu apa ia ingin bertemu denganku?" tanya Kinara dengan raut wajah kesalnya.
"Saya juga kurang tau nona, sebaiknya Anda bertemu dengannya saja," ucapnya mempersilahkan Kinara menuju ke mobil yang terparkir tak jauh dibelakangnya mereka.
Kinara berjalan menghampiri mobil tersebut dengan masih bertolak pinggang.
Mengetuk kaca jendela mobil penasaran siapa yang sejak tadi mengganggunya.
Kaca jendela terbuka, Kinara berjongkok dan melihat siapa sebenarnya yang pagi-pagi sudah mengganggu moodnya.
"Ada apa, apa aku mengenal anda?" tanya Kinara pada orang yang memakai jaket Hoodie dan memakai topi yang tengah duduk sambil bermain gadget, earphone terpasang di telinganya.
"Hay kau? Sebenarnya apa yang kau inginkan?
Orang tersebut menutup gadgetnya dan menyimpannya.
"Aku hanya ingin berkenalan dan berbicara denganmu, kalau kau tak keberatan kamu bisa masuk yang kita mencari tempat yang lebih baik untuk mengobrol" ajak pria itu.
"Maaf ya, aku sedang sibuk dan aku tak ingin diganggu. Aku juga tak ingin berkenalan denganmu, permisi," ucap Kinara berdiri dan ingin melangkah. Namun, ia kembali berbalik dan melihat orang yang ada dalam mobil tadi.
"Aku tak suka diganggu, jadi jangan memancing amarahku," ucap Kinara memperingatkannya kemudian pergi dari sana.
Pria yang ada dalam mobil hanya tersenyum mendengar ucapan Kinara,
"Menarik," ucapnya.
"Bagaimana Tuan muda? Apakah kita masih harus mengikutinya?" tanya asisten yang selama ini mengurus sebua keperluannya .
"Sekarang kita pulang, Aku masih ada pekerjaan," ucap pria itu kembali memakai kembali kaca matanya terus menatap Kinara yang kini berlari menjauh.
Sore hari Kinara berjalan di taman, ia sangat malas tinggal di rumahnya. lagi-lagi kejadian yang sama terulang kembali, mobil itu terus saja mengikuti langkahnya dan sesekali membunyikan klaksonnya.
Kinara berbalik badan menatap mobil yang sama, yang pagi tadi mengikutinya.
"Sebenarnya apa sih maunya orang ini," gumam kinara melipat tangannya didada berjalan menghampiri mobil itu.
Jika pagi tadi Kinara hanya mengetuk kaca jendela mobil dan berbicara dari luar, kali ini Kinara membuka pintu dan duduk di samping pria tersebut.
"Apa sebenarnya yang kamu inginkan, asal kau tau kamu itu sangat mengganggu," ucap Kinara penuh penekanan di setiap kata-kata nya, Kinara berusaha mengontrol emosinya.
"Aku kan sudah bilang. Aku hanya ingin berkenalan denganmu! Bagaimana kalau kita ke rumahku, aku akan mengenalkanmu kepada keluargaku!" ucap pria itu.
"Apa … mengenalkanku pada keluargamu?" pekik Kinara terkejut mendengar ucapan pria tersebut.
"Iya, ada apa? Aku hanya mengajakmu berkunjung ke rumah ku, apa ada masalah?"
"Dasar pria gila," umpat Kinara kemudian keluar dari mobil itu, menutup pintu mobil dengan kasar hingga terdengar bunyi yang cukup nyaring.
"Denger ya sekali lagi kamu mengikutiku, Aku akan menghancurkan mobilmu ini, aku tak main-main," ucap Kinara dan sebelum pergi ia menendang ban mobil tersebut dan berjalan menjauh.
Pria itu bukannya takut dengan ancaman Kinara, ia justru tertawa terbahak-bahak setelah kinara pergi menjauh.
"Sungguh gadis yang unik," ucapnya masih berusaha menguasai tawanya.
Asistennya hanya melirik dan ikut tersenyum melihat tingkah tuan mudanya itu kemudian melajukan mobilnya meninggalkan taman itu. sudah cukup hari Ini mereka mengganggu Kinara.
Keesokan harinya,
Kinara ingin keluar, tapi dia juga malas jika harus berurusan lagi dengan orang yang kemarin.
Pintu kamar Kinara diketuk,
"Masuk," ucap Kinara.
Bibi pun membuka pintu dan menghampiri Kinara yang sedang berbaring di kasurnya.
"Ada apa, Bi?" tanya Kinara.
"Di bawah ada seseorang yang ingin bertemu dengan nona," ucap bibi.
"Bertemu denganku, siapa?" tanyanya pada bibi.
"Maaf non, Bibi juga tidak tahu dia siapa, Bibi baru melihatnya datang ke rumah ini, ia hanya mengatakan jika ingin bertemu dengan Nona," ucap Bibi menjelaskan.
"Apa dia Claudia?" tanya Kinara yang menebak jika orang yang menemuinya mungkin saja Claudia, pasalnya hanya Claudia lah yang selama ini selalu menemaninya, yang mau berteman dengannya.
"Sepertinya bukan, Non! Dia seorang pria!"
"Pria, Bi?" tanya Kinara mengernyitkan keningnya. "Siapa yang menemuiku, apakah Revan!" Tebak Kinara. Kinara yang penasaran siapa yang mencarinya kemudian Ia pun turun ke bawah.
Kinara melihat dua orang yang yang ada di ruang tamu, meraka orang yang ditemui si taman, Kinara terkejut tamu yang mencarinya itu adalah orang yang dihindarinya.
"Benar, mereka orang yang sama yang kemarin yang mengajak bertemu dengan keluarganya, orang gila ini kenapa dia datang kemari, dari mana dia tahu alamatku," batin Kinara.
"Ada apa kamu kemari?" tanya Kinara.
"Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat," ucap pria itu langsung pada tujuannya.
"Maaf, aku benar-benar sibuk. Aku tak tertarik untuk mengikutimu."
"Bibi, tolong antar mereka keluar aku sedang sibuk tak ingin diganggu," ucap Kinara kembali ke kamarnya.
"Memangnya siapa mereka, seenaknya saja," gerutu Kinara.
Kinara masuk ke kamarnya dengan terus bergumam tak jelas dan mengunci pintu kamarnya. Begitu ia berbalik, Pria itu sudah ada di dalam kamarnya, duduk di samping jendela kamar Kinara sambil menatap.
"Kenapa dia bisa ada di kamarku, dari mana dia masuk," batin Kinara menatap pria itu yang begitu lancang masuk ke kamarnya.
Ekspresi yang ditunjukkan Kinara semakin membuat pria itu penasaran, Ia pun berjalan menuju Kinara.
"Apa kau tahu siapa aku," ucap Pria tersebut.
"Siapapun kamu, bagiku kamu pria kurang ajar yang masuk ke kamarku tanpa izin."
Tadinya Pria itu ingin memperkenalkan dirinya. Namun, menurutnya tak ada gunanya jika Kinara mengetahui identitasnya. Pria itu tertarik pada Kinara, dia adalah wanita pertama yang berbicara seperti itu padanya.
Pria itu berada tepat di hadapan Kinara, ia mengulurkan tangannya mencoba menyentuh rambut Kinara yang tergerai.
"Jika kau tak ingin mati ditanganku, Jangan lakukan itu," ucap Kinara lirik pada tangan pria itu yang sudah semakin dekat dengan rambutnya.
Pria itu menghentikan tangannya. Namun, ia mendekatkan wajahnya pada wajah Kinara dengan sedikit menunduk agar wajah mereka setara.
Kinara baru menyadari jika pria itu ada pria yang pernah diselamatkannya beberapa waktu yang lalu.
"Aku ingin membawamu ke sebuah tempat," ucap pria itu menarik Kinara.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca 🙏
Jangan lupa like, vote, dan Komennya 🙏
Salam dariku Author M ANHA 🤗
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖