
Saat pulang sekolah mereka semua melihat ke arah danau, di sana sudah dipasang papan pengumuman agar semua murid yang melewati Danau tersebut berhati-hati dan juga memperingatkan jika sudah memakan korban.
Kinara dan Claudia berjalan melewati papan pengumuman tersebut, mereka berhenti sejenak melihat papan tersebut ingatan mereka tertuju pada saat-saat terakhir Kayla tersenyum sangat manis dan terus melayani mereka. Sepertinya itu adalah ucapan maaf dan sekaligus ucapan selamat tinggal dari Kayla.
"Jika ia menceritakan masalahnya kepada kita, aku yakin semua ini tak akan terjadi. Kita bisa saja membantunya," ucap Claudia yang sudah tahu penyebab kematian Kayla.
"Kau benar, jika ia menceritakan masalahnya kepada kita mungkin dia masih bisa berkumpul bersama kita. Tak mengakhiri hidup untuk keluar dari masalah, ia memilih jalan terbodoh. Masih banyak cara lain yang bisa digunakannya selain mengakhiri hidupnya Salah satunya dengan menceritakan kepada orang lain." Kinara hanya bisa memandang Papan pengumuman tersebut, semua sudah terjadi.
"Apa jika dia menceritakan masalahnya kepadamu Kau akan membantunya?" tanya Claudia menghadap Kinara.
"Jika ia menceritakan kepadaku aku akan menghabisi kedua orang tuanya dan seluruh para rentenir itu, aku lebih suka mereka yang tewas daripada Kayla yang tak tahu apa-apa dan hanya menjadi korban keserakahan kedua orang tuanya."
Claudia menghela nafas dan kembali melihat papan pengumuman tersebut.
"Kayla hanyalah satu dari ribuan orang yang merasa putus asa dan memilih mengakhiri hidupnya."
"Sudahlah, nggak usah membahas masalah itu. Aku ingin kembali dan beristirahat menyiapkan diri untuk ujian besok," ucap Kinara berjalan lebih dulu meninggalkan Claudia yang masih termenung menatap papan pengumuman tersebut, kemudian menatap danau dimana Kayla tenggelam. Iya seperti melihat bayangan Kayla yang tersenyum kepadanya. Claudia pun tersenyum membalas senyuman yang dilihatnya, Claudia melambaikan tangan, "Beristirahatlah dengan tenang, Kinara sudah memberikan pelajaran pada orang-orang yang yang membuatmu melakukan keputusan bodoh itu," ucap Claudia kemudian berbalik melihat Kinara yang sudah berjalan sangat jauh. Ia pun berlari menghampiri Kinara merangkul bahunya dan berjalan bersama.
"Kinara Malam ini aku menginap di asrama mu lagi ya?" ucap Claudia masih terus merangkul bahu Kinara, mereka berjalan menuju asrama.
"Terserah kamu, mau menginap di asrama atau mau tinggal bersamaku. Lagian sebentar lagi aku tidak akan tinggal di asrama."
"Kau akan kembali ke rumahmu?"
"Itu pilihan terakhir," ucap Kinara memandang lurus kedepan.
Claudia menghalangi langkah kinara.
"Apa rencanamu?" tanya Claudia penuh selidik.
Kinara tak menjawab, ia menyingkirkan Claudia dari jalannya.
"Kau sendiri pasti akan ke luar negeri kan?"
"Hmmm, Kau benar. Ayah berencana menyekolahkanku ke luar negeri. Mungkin setelah ujian nanti kita akan jarang bertemu lagi," ucap Claudia merasa sedih. Ia sudah sangat nyaman berteman dengan Kinara.
"Kenapa kamu harus bersedih?" kita kan masih bisa berkomunikasi via telepon atau bisa bertemu lagi saat libur sekolah," ucap Kinara santai walaupun ia sendiri tak tahu akankah mereka akan bertemu lagi saat sudah keluar dari sekolah itu.
Kinara menghentikan langkahnya saat mendengarkan suara sistem.
[Bip selamat. Anda mendapatkan 3000 skor serangan balik, naik level ke-2 peningkatan kemampuan sistem aktif].
"Peningkatan fungsi ruang penyimpanan. Anda aktif. Anda bisa meminta apa saja barang-barang yang Anda butuhkan dan ruang penyimpanan akan menyediakannya.
Kinara tercengang mendengar apa yang baru saja sistem katakan, "Apakah sistem berubah menjadi kantong Doraemon" batinnya ingin tertawa. Namun, dia juga merasa senang.
"Kamu kenapa?" tanya Claudia melihat Kinara tiba-tiba terlihat begitu senang.
"Nggak apa-apa. 'Aku tak sabar ingin cepat-cepat ikuti ujian fisik besok." Kinara mempercepat langkahnya menuju ke asrama, sudah tak sabar ia ingin membuktikan apakah keistimewaan dari peningkatan sistem ruang penyimpanan.
"Kinara Kamu mau ke mana sih? cepet banget jalannya, tungguin aku dong," teriak Claudia.
Claudia menghentikan langkahnya, dengan ekspresi cemberut, menyentakkan kakinya dengan penuh kesal.
"Katanya aku bisa tinggal di asrama mu kenapa sekarang aku tak boleh menginap di sana? kamu udah janjian sama siapa," teriaknya pada Kinara yang sudah semakin jauh.
"Rahasia," jawab Kinara balas meneriaki Claudia.
"Apa jangan-jangan dia janjian dengan Vincent ya, dahlah seperti mereka memang merahasiakan sesuatu dariku." gumam kinsds
Claudia pun belok ke arah mobilnya Lagian dia juga belum meminta izin kepada kedua orang tuanya untuk menginap di asrama Kinara. Claudia memutuskan untuk kembali ke rumahnya dan seperti yang diucapkan Kinara ia akan menginap di asrama besok malam.
Sesampainya di asrama Kinara benar-benar menguji keistimewaan sistem tersebut ia meminta beberapa senjata dari ruang penyimpanan dan benar saja ruang penyimpanan menyediakan apa yang dibutuhkan mulai dari senapan biasa hingga senapan yang selama ini belum pernah dicoba nya.
"Wah … Ruang penyimpanan ini sungguh sangat berguna. Aku akan menggunakannya semaksimal mungkin," ucapnya menyimpan kembali semua yang sudah dikeluarkannya tadi.
Sekarang dia sudah memiliki persediaan senjata, memiliki geng yang dapat diandalkannya sekarang dia hanya menunggu waktu kapan ia memulai balas dendamnya.
"Untuk sekarang sebaiknya fokus pada ujian akhir ini, aku harus mendapat nilai yang terbaik," gumam Kinara memilih untuk beristirahat. Besok adalah ujian fisik harus mempersiapkan fisiknya.
Keesokan harinya jam 10 kelas Kinara adalah kelas kedua yang melakukan ujian fisika sedangkan kelas Vano adalah kelas yang pertama.
Saat Vano keluar dia berpapasan dengan Kinara, Vano memberi semangat kepada Kinara membuat semua yang mendengarnya langsung bergosip menggunjingnya bahwa mereka memiliki hubungan.
Kinara bisa mendengar desas-desus mereka. Namun, ia tak ambil pusing selagi mereka tak merugikannya. Kinara memilih untuk membiarkannya.
Ujian tes fisik terbagi mejadi lompat tinggi, lompat jauh, lari 100m , sit-up, push-up.
Semua mengikuti tes sesuai dengan nomor urutan mereka, skor terakhir adalah hasil yang akumulasikan dari semua skor mereka.
Guru meneriakkan nama peserta pertama.
Jenika,Tiara dan Natasha, mereka akan lari 100 m. Lomba dimulai, semua mengeluarkan kemampuan masing-masing, ini adalah untuk ujian kelulusan mereka.
Hasilnya Jenika keluar sebagai juara pertama disusul Tiara dan Natasha.
Natasha memang tidak hari dalam olahraga. "Namun, Kinara terheran melihat Tiara ia mampu lolos dalam ujian tersebut.
Guru kembali memanggil Kinara, Claudia, Tiara dan Jenika untuk lompat jauh.
Jenika menghampiri Kinara dan memintanya untuk berhati-hati.
Sedangkan Tiara menyindir Kirana sebagai pembunuh. Mereka menggoda Kinara dengan mengatakan hal-hal yang bisa menjatuhkan mentalnya. Namun, Kinara tetap semangat.
Kinara menghampiri mereka berdua.
"Aku akan memperlihatkan kepada kalian kemenangan yang sesungguhnya," ucapnya meninggalkan mereka berdua.
🌹🌹 Terima kasih sudah membaca 🌹🌹