
Kinara memandang ke kiri dan ke kanan, sepanjang mata memandang hanya ada kegelapan tak ada sedikitpun cahaya, tempat itu betul-betul jauh dari keramaian kota.
"Ayo kita masuk!" seru Ayah Natasha pada Kinara dan juga sopir sekaligus orang kepercayaannya. Mereka masuk ke dalam gedung tua itu.
Ayah Natasha menekan sebuah tombol yang ada di salah satu dinding, kemudian sebuah jalan terbuka. Walau sedikit terkejut Kinara tetap mencoba untuk bersikap tenang, ia sadar sekarang ia sedang bersama geng Mafia. kejadian seperti itu bisa saja terjadi.
Kinara ikut jalan di belakang mereka, Kinara bisa melihat jika ayah Natasha mengambil sebuah topeng dan memakainya.
Kinara masih mengikuti hanya mengikuti dan memperhatikan mereka saat ayah Natasha kembali menekan sebuah tombol dan sebuah pintu yang lebih besar kini terbuka, ia bisa melihat cahaya terang dari ruangan tersebut.
Mereka masuk dalam ruangan yang lebih besar dan pastinya lebih terang dari ruangan sebelumnya. Ruangan itu sangat mewah, Kinara tak menyangka jika ada ruang.
Ruangan yang sangat indah, sangat luas dan megah, Kinara sangat takjub dan ia masih terus berusaha bersikap tenang dan terus mengikuti kemana ayah Natasha dan supir pribadi itu pergi.
"Ini memang terlihat seperti gedung tua dari luar. Namun, ini adalah markas kita, markas geng Naga Hitam," jelas Ayah Natasha. "Tak sembarang orang yang bisa masuk ke sini, hanya orang-orang tertentu dan yang mendapat izin dari anggota tim yang sudah diberi tugas menjaga tempat ini yang boleh masuk," tambahnya.
Kinara hanya mengganggu, ia mengerti apa yang terjadi, satu yang tak dimengerti dan membuat ia menjadi penasaran, mengapa ayah Natasha menggunakan topeng. 'Apakah beberapa dari anggota geng Naga Hitam tak mengenal wajah aslinya, apa hanya orang-orang tertentu yang tau jika pemimpin geng mereka adalah seorang walikota," batinnya terus bertanya-tanya, ia tak ingin mengambil pusing, Ia terus mengikuti kemana mereka membawanya.
Ayah Natasha masuk ke dalam sebuah ruangan di ruangan itu terlihat beberapa orang sudah menunggunya, begitu ia datang semua langsung tunduk hormat padanya dan menyapa bosnya itu.
Diantara begitu banyak orang yang menunggu ada 1 wanita yang terlihat begitu mencolok, wanita yang sangat cantik dan seksi. Perhatian Kinara terus tertuju pada wanita tersebut.
Ayah Natasha masuk dan menyapa mereka,
"Ini adalah Kinara, ia akan bergabung dengan geng kita mulai hari ini. Mulai saat ini Kinara akan menjadi bagian dari Naga Hitam. Aku harap kalian mau bekerja sama dengannya," ucapnya memperkenalkan Kinara kepada seluruh anggota gengnya.
"Apa Anda tidak salah membawa orang? Anda yakin ingin memasukkan dia ke dalam geng kita? Bukan memasukkannya ke asrama sekolah," ucap Yoona.
Ucapan Yoona membuat mereka semua tertawa terbahak-bahak.
Apa yang Yoona katakan adalah benar mereka melihat Kinara hanyalah seorang gadis kecil yang tak pantas masuk ke dalam geng mereka.
Kinara tersenyum sinis mendengar ucapan Yoona, yang memprovokasi yang lainnya untuk ikut meremehkannya. Kinara tahu jika Yoona adalah rangking ke 5 pembunuh Internasional, ayah Natasha juga memperkenalkan Yoona sebagai penanggung jawab dari game tersebut.
"Kalian Jangan meremehkannya dia bukan orang yang seperti kalian pikirkan, dia bukan hanya seorang gadis kecil biasa."
Kinara mengerti jika ia akan di uji malam ini, melakukan tes selanjutnya, untuk masuk ke dalam gamenya. Kinara bisa melihat ring tinju disana.
"Kita Sudah lama tak melihat pertunjukan, Bagaimana jika kita melakukan sedikit pertunjukan malam ini untuk menyambut tamu baru kita ini," ucap Yoona mendorong salah satu pria yang ada di belakangnya.
Yoona duduk di salah satu meja yang ada di sana,
"Jangan terlalu kasar padanya, dia hanya gadis kecil," ucapnya pada pria yang kini berada di tengah-tengah mereka, Semua yang ada di sana kembali tertawa mendengar ucapan Yoona.
Pria tadi melakukan pemanasan, meregangkan ototnya, melakukan beberapa penasaran kemudian menunjuk ke arah Kinara.
Ayah Natasha mempersilakan Kinara untuk turun dengan memberi kode dengan tangannya.
"Jika ada yang cedera atau bahkan perkelahian ini menyebabkan kematian Anda tak akan menyalahkanku 'kan?" tanyanya Sebelum turun.
Ayah Natasha sedikit terkejut mendengar apa yang baru saja diucapkan Kinara namun ia mengangguk dan kembali mempersilahkannya turun.
Yoona yang mendengar ucapan Kinara tertawa, Ia hanya menganggap Kinara itu seorang yang bermulut besar.
Kinara dengan santainya turun dan berdiri tegak menatap orang yang kini bersiap-siap menyerangnya.
"Kau telah salah memilih lawan mu" ucapnya pada orang tersebut, membuat orang itu langsung menyerang Kinara dengan sangat cepat. Namun, belum juga ia sampai pada Kinara, Kinara lebih dulu sampai padanya dan langsung menendangnya sehingga orang tersebut tersungkur jatuh ke lantai. Terlempar beberapa meter.
Beberapa orang yang tadi meremehkannya tersentak kaget dengan apa yang baru mereka lihat.
Orang tersebut semakin marah kemudian Langsung kembali menyerang Kinara dengan cepat.
Namun, kecepatan tangannya kalah cepat dengan Kinara. Kinara memberinya beberapa pukulan dan kembali menendangnya hingga terhuyung ke belakang.
Orang tersebut mengeluarkan pisau dari kantong belakangnya.
Kinara tak tinggal diam, ia juga mengeluarkan sebuah jarum perak yang berukuran sedang dari ruang penyimpanan, semua mengira jika tadinya Kinara menyimpan jarum perak itu di dalam saku jaketnya.
Orang tersebut kembali menyerang Kinara dengan membawa pisaunya. Kinara dengan kecepatan tangannya langsung menusuk jarum perak itu ke kepala orang itu, ia tak ingin berlama-lama melayaninya, Kinara merobeknya hingga membuat isi kepalanya bisa terlihat jelas. Pria tersebut tumbang. Membuat semua langsung terkejut termasuk Yoona dan juga Ayah Natasha.
"Dia memang pantas menjadi seorang Mafia. " Ayah Natasha merasa kagum dengan caranya menghabisi bawahannya, Dia sangat puas dengan apa yang dilihatnya.
Yoona bangkit dari duduknya, dia mulai tertarik dengan Kinara dan menganggap serius akan kehadiran kinara dalam gengnya.
"Sepertinya dia memang bukan gadis sembarangan," ucapnya kemudian ingin menjajal sendiri kemampuan dari seorang Kinara.
Yoona mengambil alih dan langsung melayangkan tendangan andalannya, tapi Kinara dengan cepat menghindar.
Perkelahian di antara keduanya cukup sengit, mereka semua fokus pada perkelahian tersebut terlihat jelas jika Yoona sedikit kewalahan mengalahkan Kinara yang masih terlihat santai menghindari serangan-serangan Yoona, ia belum melakukan serangan apapun.
"Apa hanya itu kemampuanmu? Aku pikir kau lebih hebat dari mereka, ternyata dugaanku salah. Kamu sama payahnya dengannya," ucap Kinara menunjuk
Ke arah orang yang tadi dikalahkannya.
Semua itu membuat Yoona sangat marah Ia pun kembali menyerang Kinara.
💖💖💖 Terima kasih sudah membaca 💖💖