
'Apa benar Kinara ikut dalam perlombaan ini? Kenapa dia tidak bilang padaku, aku kan bisa mempersiapkan pakaian untuknya," ucap Claudia mencoba untuk turun dari panggung dan mencari Kinara.
Claudia masih bertanya-tanya dalam hatinya sambil terus turun dari panggung. 'Apa benar Kinara mendaftarkan sendiri dirinya atau meminta kepada orang lain untuk mendaftarkannya atau kemungkinan terakhir Kinara didaftarkan oleh orang lain tanpa sepengetahuannya,' batin Claudia sambil melihat kekiri dan kekanan.
"Itu dia Anaknya," ucap Claudia menghampiri Kinara yang sedang asyik bermain dengan ponselnya, duduk di sudut ruangan. Ia tak terlalu memperdulikan malam galak seni tersebut Kinara hadir hanya untuk menemani Claudia.
Claudia yang melihat Kinara tak terlalu mementingkan malam gala seni semakin yakin kalau ada yang tak beres di sini. Jika Kinara mendaftarkan diri tak mungkin ia hanya duduk dan bersantai seperti itu, tak ada persiapan sama sekali.
"Kinara, kamu jawab dengan jujur. Kamu ikut lomba ini? Lalu kenapa tak memberitahuku?" tanya Claudia sedikit marah kepada Kinara, ia merasa Kinara merahasiakan itu semua darinya.
Kinara hanya mengedikkan bahunya. Dia masih bingung dengan apa yang terjadi membuat Claudia menyimpulkan jika Kinara tak mendaftarkan dirinya.
"Kinara sepertinya semua ini adalah ulah Tiara deh, dia pasti yang mendaftar kan mu dalam lomba ini. Dia pasti bertujuan untuk mempermalukanmu," ucap Claudia yang memperhatikan Tiara dengan emosinya. Melihat Tiara yang ada di sudut ruangan dan menatap mereka dengan tatapan penuh dengan kepuasan.
"Kamu kenapa sih? marah-marah begitu?" tanya Kinara membuka earphone di telinganya,
"Bukannya pertunjukan kamu sudah bagus? Apalagi yang membuatmu kesal?" tanya Kinara.
"Iya, pertunjukanku sudah bagus, tapi kamu. Apa kamu tak dengar namamu dipanggil oleh pemandu acara, kamu itu terdaftar menjadi salah satu peserta lomba ini, dan aku yakin semua ini pasti ulah Tiara," ucap Claudia menunjuk Tiara dengan lagunya yang berdiri meremehkan mereka berdua.
Kinara yang melihat Claudia sangat kesal pada Tiara menghentikannya saat ingin menghampiri Tiara.
"Sudah, kamu duduk saja bukan Tiara yang mendaftarkanku, aku sendiri yang ingin tampil," ucap Kinara.
"Kamu serius ingin tampil? dengan penampilan seperti ini?"
"Emangnya kenapa dengan penampilanku? bukankah kamu tadi yang memilihnya. Ini sudah bagus, ini saja," ucap Kinara kemudian naik ke atas panggung.
Tiara yang melihat Kinara naik merasa heran. "Apa? Kinara benar-benar akan tampil dan mempermalukan dirinya sendiri?" Tiara pun bergegas pergi ke belakang panggung, ingin menyaksikan penampilan Kinara dan bagaimana saat- ia dipermalukan.
Claudia tak ingin ketinggalan Ia juga ikut menyaksikan penampilan Kinara.
Kinara berjalan menghampiri pemanduan acara, "Kamu Kinara?" tanya pemandu acara tersebut.
"Iya, saya Kinara."
"Kamu sudah siap?"
"Iya, kak. Saya siap."
Setelah pemandu acara mendengarkan jawaban dari Kinara, dia pun meminta Kinara untuk ke tengah panggung.
Pakaian Kinara biasa-biasa saja karena dia memang tak ada persiapan untuk tampil, membuat beberapa penonton meremehkannya bahkan tertawa saat Kinara naik.
"Baiklah kita sudah dari tadi menunggunya sebaiknya kita saksikan saja penampilan dari Kinara," ucap pemandu acara tersebut mempersilahkan Kinara memulai penampilannya.
Kinara juga menampilkan tarian, ia membawa tarian jazz. Awalnya tak ada memperhatikan tarian Kinara. Namun, Setelah beberapa saat mereka yang awalnya meremehkan Kinara terpaku melihat penampilan Kinara yang begitu indah.
Semua mata tertuju pada gerakan-gerakan Kinara yang sangat sempurna.
Tiara dengan gemetar mencengkram gaunnya, ia lagi-lagi terkecoh oleh kemampuan Kinara. Tadinya ia ingin mempermalukannya dengan mendaftarkan namanya secara diam-diam, tapi apa yang dilihatnya sekarang penampilan Kinara bahkan jauh lebih baik darinya. Tiara tidak menyangka jika Kinara bisa melakukan semua itu.
Claudia yang tadinya merasa cemas kini ikut tak percaya melihat apa yang dilihatnya. Dia sangat kagum dengan kemampuan kejutan dari Kinara kali ini.
Tepukan sangat keras memberi selamat atas penampilannya Kinara, semua memberi tepuk selamat untuknya.
Kinara membungkuk dan memberi hormat pada mereka semua, melambaikan tangannya saat suara tepukan semakin bergemuruh bahkan teriakan namanya juga terdengar di sana.
Claudia langsung menghampiri Kinara dan memeluknya.
"Wah … Kinara penampilan kamu sangat bagus, sangat keren." Claudia tak henti-hentinya memeluk Kinara saking senangnya.
"Sudah, ayo kita turun. Masih ada penampilan yang lainnya," ucap Kinara membantu Claudia untuk turun dari panggung, Claudia bahkan melupakan rasa sakit di kakinya saking senangnya melihat penampilan Kinara.
Di sisi lain gedung di area VIP Vincent tak kalah terpukau melihat penampilan Kinara, matanya tak pernah berhenti tertuju pada Kinara. semenjak Kinara naik ke atas panggung ia bahkan terkejut saat mendengar nama Kinara dipanggil, awalnya ia tak menyangka Kinara yang akan tampil adalah Kinara yang dikenalnya. Namun, setelah melihat Kinara naik ke atas panggung barulah ia percaya.
Vincent juga dibuat terkejut saat Kinara mulai melakukan tariannya, Vincent yang pernah melihat Kinara membantai musuh-musuhnya dengan kekuatannya kini menampilkan ke tarian yang sangat indah di atas panggung, sungguh sangat jauh berbeda dari apa yang pernah dilihatnya.
Kinara sudah turun dari panggung. Namun, Vincent masih tetap menatap kearah panggung tersebut, bayangan Kinara masih terlihat jelas di sana sedang menari dan melihat ke arahnya. Terus menatap ke arah panggung membuat asistennya mencoba menyadarkan Vincent dari lamunannya.
"Tuan muda, ini penampilan yang terakhir, apa Anda ingin pulang sekarang?" tanya asisten tersebut. Namun, Vincent terus saja melihat ke arah panggung seolah tak memperdulikan ucapan asistennya. Pikirannya hanya tertuju pada Kinara.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca 🙏
Salam dariku Author M Anha 🥰 Ig : anha5569.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖