Mafia In The School

Mafia In The School
Membalikkan keadaan



Setelah mendapatkan hinaan dan tatapan kesal dari teman-temannya, Tiara memilih untuk tinggal di kelas, ia merasa sangat kesal dengan kelakuan Kinara hari ini, karenanya semua teman-temannya memandangnya dengan pandangan yang buruk, mereka semua tak ada lagi yang percaya padanya.


Saat akan masuk jam pelajaran terakhir semua murid- murid kembali masuk ke kelas.


Salah satu murid berlari masuk dan membuat keributan.


"Hai, dengar. Aku dapat kabar dari pembawa acara malam gala seni, ternyata dia tak mengenali Siapa yang mendaftarkan Kinara, tapi dia mengatakan jika yang mendaftarkan Kinara adalah gadis yang tinggi dan cantik," ucap murid tersebut langsung melihat ke arah Tiara.


Semua yang ada di kelas juga langsung melihat ke arah Tiara. Tiara berpostur tubuh tinggi dan sudah pasti cantik.


"Kenapa kalian melihat ke arahku? Aku sudah bilang, bukan aku yang melakukannya. Kenapa kalian terus menuduhku?" ucap Tiara membentak mereka semua. Namun, dalam hatinya merasa sangat cemas. Malam itu ia meminta seseorang untuk mendaftarkan Kinara, tetapi mengapa pembawa acara tersebut mengatakan hal itu. Ciri-ciri yang disebutkan jauh berbeda dari orang yang dimintanya mendaftarkan Kinara. Apakah pembawa acara tersebut tahu jika dialah yang meminta orang itu untuk mendaftarkannya," batinnya terus bertanya-tanya dan menatap pada teman-teman yang juga menatapnya.


"Tiara, jika memang kau yang mendaftarkanku mengapa kau terus saja mengelak? Apa harus aku membuktikannya secara jelas? Aku ini sudah terlalu baik padamu aku selalu memberikan pakaianku untuk kau pakai, makananku untuk kau makan, tapi tetap saja kau tak punya rasa Terimakasih padaku. Kau tak suka melihatku bahagia ya?" ucap Kinara memasuki tangannya ke saku jaketnya. Semua orang kembali melihat Tiara dengan tatapan yang emosi, "Oh ya, aku juga baru dengar jika bukan ibuku yang menggoda Ayah lebih dulu, tapi semua itu campur tangan ibumu 'kan? dia sengaja menjebak ibuku sampai ibuku meninggal dengan membawa nama baik yang dihancurkan oleh ibumu." Kinara semakin mengeras 'kan suaranya, terlebih lagi saat melihat wajah Tiara yang semakin ketakutan dan sudah semakin malu dibuatnya.


"Jadi, selama ini cerita bahwa ibumu lah yang mencoba menggoda ayahnya terlebih dahulu itu salah, selama ini kami selalu dihasut oleh Tiara dengan kata-kata itu, bahkan orang tua kami meminta agar menjauhimu," ucap salah satu temannya.


"Bukan hanya itu, Tiara juga meminta kamu menjauhimu dan memusuhimu, dia akan menindas kami jika melanggar perintahnya, itulah sebabnya selama ini kami lebih baik menghindari daripada memusuhimu," ucap salah satu teman Kinara yang lainnya.


Semua teman-teman mengatakan jika perbuatan mereka di masa lalu adalah paksaan Tiara, mereka sudah mengeluh selama ini Tiara terus saja menghasut mereka, Tiara semakin terpojok dibuatnya.


Tiba-tiba Claudia berdiri dan menghampiri Tiara.


"Jika dulu kamu mampu menggiring semua orang untuk membenci Kinara. Namun, tidak untuk sekarang. Jangan coba melakukannya lagi, jika kau coba melakukannya kau akan berhadapan langsung dengan ku," ucap Claudia.


Mendengar ancaman Claudia, Tiara merasa takut. Namun, dia tetap memasang dadanya seolah-olah dia takut dengan ancaman tersebut.


Mereka masih berdebat dan Tiara makin terpojok, hingga guru mata pelajaran terakhir masuk ke ruang kelas, mereka semua dan kembali duduk di bangku masing-masing.


Sepanjang pelajaran, Tiara tak konsentrasi, ia terus memperhatikan semua teman-temannya dan juga Kinara, sekarang semua teman-temannya kini berpaling ke arah Kinara semua menghormatinya. Apa yang diucapkan Kinara akan didengarkan mereka.


Sepulang sekolah saat jam makan siang Kinara dan juga Claudia pergi ke kantin untuk makan. Tanpa sengaja bertemu dengan gadis yang dulu jatuh di dalam Danau buatan.


Ya, saat di kantin ia bertemu dengan Kayla dan Kayla pun menghampiri mereka membuat Claudia dan Kinara bertanya-tanya. Mengapa Kayla mendekati mereka dan menatap mereka dengan tatapan yang sulit diartikannya seolah ingin bergabung dengan mereka. Namun, Ia juga terlihat sangat sedih.


"Apa kalian butuh sesuatu?" tanya Kayla begitu menghampiri mereka.


Kinara dan juga Claudia saling pandang mereka bingung dengan apa Kayla lakukan.


"Aku rasa Kayla benar-benar amnesia, tingkahnya semakin aneh," sahut Claudia.


"Kau benar, seharusnya dia marah padaku kenapa malah melayani kita."


Tak lama kemudian Kayla pun kembali menghampiri mereka dengan minuman yang telah mereka pesan dan di meletakkannya di meja didepan Kinara dan juga Claudia.


"Kayla Kamu itu kenapa? Apa kau baik-baik saja?" tanya Claudia yang sudah tak tahan melihat tingkah Keyla. Tingkahnya sangat berbeda dari sebelumnya.


"Aku baik-baik saja ko, apa ada lagi yang kau inginkan? Akan aku ambilkan," ucapnya dengan senyum yang terus diperlihatkannya


"Tak usah, tak seharusnya kau melayani kami, kau juga pelanggan kan disini? Ada yang akan melayani kami."


"Kinara, Aku hanya ingin minta maaf kepadamu atas semua yang telah aku lakukan selama ini,"ucap Keyla.


Kinara hanya mengerutkan keningnya dan mengangguk, ia benar-benar tak mengerti mengapa Kayla seperti itu.


"Kinara, apa kau mau memaafkan ku?" tanyanya lagi saat tak mendapat jawaban dari kinara.


"Tentu saja, tak usah dibahas lagi," jawab Kinara dengan senyum canggung nya.


Mendengar jika Kinara sudah memaafkannya Kayla merasa sangat senang.


"Kinara, Kamu mau makan apa? Biar aku ambilkan?" tanya kemudian melihat Claudia dan Kinara belum memesan makanan.


"Tidak usah. Kami akan memesan sendiri, kamu tak bisa melayani kami kamu bukan karyawan di kantin ini," sahut Claudia.


"Tak apa, bilang saja kamu makan apa? biar aku yang melayanimu, aku mohon," ucap Kayla dengan tatapan memohonnya.


"Ya sudah, kau ambilkan kami makan. Tadi kami sudah memesannya."


"Baiklah, aku akan mengeceknya." Kayla langsung pergi mengecek pesanan mereka.


Kinara dan Claudia saling pandang dan mengangkat bahunya bersamaan.


🌹 Terima kasih sudah membaca 🌹