
Semua sudah berkumpul melihat apakah yang akan terjadi selanjutnya dengan taruhan tersebut. Mereka tahu terkadang di beberapa kesempatan Dealer selalu melakukan kecurangan pada peserta yang ikut bertaruh terlebih lagi seperti Kinara yang terlihat masih polos dan sepertinya ini pertama kalinya ia datang ke tempat ini. Semua penasaran apakah Kinara bisa menang atua justru menjadi korban mereka.
"Sebaiknya kau pikirkan dulu sebelum melanjutkan ikut dalam pertaruhan ini, ini bukan pertaruhan main-main jika kamu kalah dan tak mampu membayar kau tak akan keluar dengan utuh dari tempat ini," peringat seorang pengunjung pada Kinara, ia kasian melihatnya, takut jika Kinara akan kalah dalam pertaruhan tersebut.
"Tidak, aku menginginkan gelang itu dan aku akan bertaruh dan mendapatkannya," jawab Kinara masih terus menatap gelang yang ada di tangan Daeler tersebut yang menjadi bahan taruhan mereka kali ini.
"Oke, baiklah kita mulai." Dealer meletakkan tangannya di atas penutup dadu tersebut,
"Nona cantik kita ini mengatakan jika semua dadu berangka 5, jika salah satu saja di antaranya berangka empat atau yang lainnya berarti kamu kalah dan harus membayar sesuai dengan taruhan tertinggi. Bagaimana kita lanjutkan?" tanya Dealer tersebut menatap penuh minat pada Kinara.
"Lanjutkan saja," ucap Kinara dengan tenangnya seolah tak kan terjadi apa-apa padanya dalam permainan itu, ia seolah sudah tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Ayo buka, kenapa lama sekali," teriak yang lainnya saat Dealer tersebut terus mengulur waktu untuk membuka penutup dari dadu penentu permainan tersebut.
"Iya cepet buka, kami ingin tahu siapa pemenangnya," tambah yang lainnya.
Mereka semua semakin penasaran dengan angka dadunya.
"Baiklah kita kan bukan, apakah kalian siap." Semua menegang, saat Dealer tersebut bersiap untuk membuka penutup dadu yang ada di tengah meja semua mata fokus pada satu titik yaitu pada titik dimana dadu itu berada, dan begitu ia membukanya semua tersentak kaget melihat angka dadu yang tertera di sana, bukan hanya orang yang berkumpul menonton pertarungan itu. Namun, pemilik gelang juga terbelalak melihat hasilnya. Semua dadu berangka 5 dan bisa dipastikan Kinara lah yang jadi pemenangnya.
Dealer tersebut melihat Kinara, Kinara tetap tenang seolah semua yang terjadi sudah berada di bawah kontrol nya.
Semua penonton bertepuk tangan karena Kinara bisa memenangkan pertarungan tersebut, semua bersorak gembira. Namun tidak dengan pemilik gelang tersebut. ia menatap Kinara tak percaya mana mungkin ia bisa menebak dalam sekali percobaan.
Dealer tersebut langsung melihat beberapa bawahannya, memberikan kode menyusun rencana mereka. Mereka tak menyangka jika Kinara akan memenangkan pertaruhan tersebut.
"Bagaimana semua dadu berangkat 5 berarti aku pemenangnya," ucap Kinara mengulurkan tangannya untuk mengambil gelang onyx yang menjadi taruhan mereka.
Tapi, Pemilik gelang tersebut menjauhkan gelang itu dari Kinara.
"Bukankah aku sudah memenangkannya berarti gelang itu milikku sekarang," ucap Kinara melihat sinis pada pemilik gelang tersebut.
Pemilik gelang tersebut awalnya hanya menjadikan gelang itu sebagai umpan agar orang-orang mau ikut memasang taruhan, ia tak mungkin benar-benar menjadikannya sebagai taruhan dan diberikan kepada orang lain, gelang itu bukan gelang sembarangan itu sangat berharga dan istimewa.
Pemilik Galang tak menyangka jika Kinara bisa memenangkan tantangan tersebut, selama ini tak satupun orang yang bisa menebak angka dadunya dan mereka selalu menang.
"Bagaimana kalau kita mengganti hadiahnya dengan yang lebih menarik, aku bisa memberikanmu apa saja yang kau inginkan asalkan kamu mau menemaniku, gelang ini tak ada harganya sama sekali dibanding apa yang bisa kau dapatkan dari diriku." Pemilik gelang tersebut mendekati Kinara dan berusaha menggodanya.
"Maaf tuan, aku tidak tertarik. Berikan gelangnya itu milikku sekarang," ucap Kinara menunjuk galang yang ada di tangan pemilik gelang itu dengan tatapannya.
"Gelang itu sudah menjadi milikku sekarang Tuan jadi berikan padaku, Jangan membuatku melakukan hal yang buruk padamu." Kinara mencoba mengambil gelang itu dari tangan pemiliknya, begitu kinara ingin mengambilnya ia kembali menjauhkannya, mencoba bermain-main dengan Kinara.
"Tapi, aku punya tawaran yang lebih besar, lebih menarik dari gelang ini, kau pikirkan saja dulu aku jamin kau tak akan menyesal dengan tawaran ku itu, Cantik."
"Aku mengikuti taruhan ini untuk mendapatkan gelang itu, jadi berikan gelang ku, atau...." Kinara kembali ingin mengambilnya. Namun, lagi dan lagi pemilik gelang itu menjauhkannya tersebut dari jangkauan Kinara. Kinara yang kesal langsung membanting pemilik gelang tersebut ke meja tempat dimana dadu-dadu itu berada, membuat dadu berserakan di lantai.
Semua terkejut melihat apa yang dilakukan Kinara, ia yang melakukannya dengan sangat cepat. Baru saja pemilik gelang itu masih berdiri dan bermain-main dengan Kinara, berdiri di sampingnya sekarang ia sudah ada di atas meja, meringis kesakitan akibat Kinara yang membantingnya dengan sangat kuat, melihat Kinara yang terlihat anggun dan begitu cantik, tak ada yang menyangka ia bisa melakukan itu semua.
Terlihat jelas Kinara mengeluarkan ekspresi yang sangat marah, menatap pemilik gelang tersebut. Semua mundur takut, tak ingin membuat Kinara ikut marah pada mereka.
Kinara dengan gaun merahnya naik ke atas meja dimana memiliki gelang itu masih berbaring kesakitan di sana, Kinara menginjak tangan pemilik gelang yang masih memegang gelangnya.
"Gelang itu milikku sekarang Tuan, jadi jangan coba-coba bermain-main dengan ku, berikan gelangnya atau kupatahkan tangan mu ini," ancam Kinara membuat pemilik gelang itu ketakutan dan langsung memberikan gelang yang dipegangnya dengan suka rela pada Kinara. Kirana mengambilnya dan kembali turun.
Walaupun memakai gaun, tak membuat Kinara menjadi tak bisa bergerak dengan leluasa.
[Bip, skor transformasi bertambah 20]
[Bip, skor transformasi bertambah 30]
Kinara memegang gelang tersebut dan memperlihatkan kepada pemilik gelang yang sudah ikut turun dibantu beberapa bawahannya. Pria itu terlihat sangat tak suka dengan apa yang Kinara lakukan padanya.
"Jika Anda bekerja sama, semua ini tak akan terjadi, Anda tak akan terluka dan aku tak usah mengeluarkan tenagaku. Bukankah sejak awal kita melakukan taruhan ini, kita lakukan ketahuan untuk mendapatkan gelang ini 'kan aku pemenangnya jadi gelang ini milikku. Aku paling tidak suka orang yang tidak menepati janjinya yang tidak mau bisa memegang kata-katanya," ucap Kinara membuat orang-orang disana menjadi terkagum-kagum padanya, mereka kagum melihat aksi Kinara yang begitu lincah dan berhasil merebut gelang tersebut dan cara Kinara memperingatkan pemilik gelang tersebut, menurut mereka itu sangat menakjubkan.
Kinara tersenyum melihat gelang yang sudah ada di tangannya, semakin senang saat mengetahui skornya ternyata bertambah karena apa yang baru saja dilakukannya.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca 🙏
Salam dariku Author M Anha ❤️🤗
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Mampir kak ke karya temanku