
Tiara yang sudah selesai mengganti pakaiannya langsung menuju ke belakang panggung, panitia sudah memintanya untuk bersiap-siap. Setelah penampilan yang sedang berlangsung selesai adalah gilirannya.
Peserta yang lainnya turun dan pemandu acara memanggil nama Tiara sebagai penampil berikutnya.
Mendengar namanya dipanggil dan suara penonton yang bersahut-sahutan menyebut namanya, Tiara langsung naik ke atas panggung.
Tiara dengan pedenya naik ke atas panggung sambil menyapa semua yang mendukungnya.
Tiara sangat terkenal di sekolahnya maupun di sekolah lain membuat ia memiliki banyak pendukung, suara gemuruh langsung terdengar memenuhi gedung tempat dilaksanakannya acara..
"Wah … meriah sekali, ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya," ucap Tiara sambil terus melambaikan tangannya.
Ia semakin bersemangat saat melihat orang-orang yang terlihat begitu tak sabar untuk menyaksikan penampilannya.
Suara gemuruh kembali sunyi Saat terdengar alunan musik yang akan mengiringi penampilan Tiara.
Tiara bersiap di tengah panggung, lampu juga telah dimatikan dan hanya menyorot Tiara. Ia menampilkan tarian yang sangat indah, membuat semua terpaku dengan penampilannya, semua larut dalam tariannya.
Suara Kembali memenuhi seluruh gedung saat penampilan Tiara selesai. Hampir semua yang ada disana berdiri memberikan tepuk tangan sebagai penghargaan atas penampilan Tiara yang begitu memukau dan mempesona.
"Terima kasih semua, Terima kasih," ucap Tiara melambaikan tangannya membungkuk hormat kepada mereka semua yang mendukungnya, senyuman terus terpancar di bibirnya.
Pemandu acara juga memuji penampilan Tiara yang sangat memabukkan.
Tiara tersenyum malu-malu saat dipuji oleh pemandu acara sekaligus artis terkenal.
Sekali lagi ia membungkuk hormat sebelum turun dari panggung.
Tiara sangat puas dengan penampilannya dan dengan dukungan yang diterimanya sebanyak itu, membuat ia berjalan turun panggung dengan sangat pedenya. Merasa bangga pada diri dan kemampuannya.
'Sudah dipastikan akulah yang akan menjadi pemenangnya,' batin Tiara meremehkan peserta lainnya.
Di antara semua penampilan yang telah selesai, dirinyalah yang mendapat sorakan paling meriah dan bisa dipastikan karena penampilannya lah yang paling memukau diantara penampilan yang telah tampil sebelumnya.
Namanya masih dieluhkan oleh beberapa penggemarnya saat Tiara bahkan sudah turun dari panggung pertunjukan.
Tiara melewati Claudia dan juga Kinara dengan senyum kebanggaannya, mereka juga sudah bersiap di belakang panggung menantikan giliran mereka untuk tampil.
Setelah dua penampil selesai, tibalah giliran Claudia.
"Apa kamu bisa naik ke panggung atau Aku meminta seseorang untuk membantumu?" tanya Kinara saat Claudia masih meringis merasa sakit di pergelangan kakinya. Kinara khawatir jika Claudia memaksakan untuk naik ke tangga panggung kakinya akan semakin sakit.
"Nggak apa-apa kok, Aku bisa. Tolong Papah aku aja," ucap Claudia yang minta Kinara untuk membantunya naik ke panggung.
Kinara menuruti permintaan Claudia dan membantunya, kemudian ia berjalan sendiri ke tengah panggung.
Kinara sudah meminta kepada panitia untuk memberikan Claudia kursi agar ia bisa duduk, sudah tak memungkinkan Claudia seperti yang telah ia latihan beberapa hari yang lalu.
Claudia tak kalah terkenalnya, dia juga mendapatkan sorakan walau tak sebanyak Tiara.
'Semoga saja penampilanku tak mengecewakan mereka.' batin Claudia melihat kursi yang di bawah panitia acara untuknya.
Kinara menyarankan Claudia untuk duduk saja, dan tak memaksakan dirinya.
Claudia duduk di kursi yang telah disiapkan oleh panitia, ia kemudian mulai mengambil gitar dan mengalungkannya di lehernya.
Tadinya Claudia akan menyanyi sambil melakukan beberapa tarian, namun semua gagal sudah.
Suara Claudia yang merdu juga mampu membius para penonton yang ada di sana, mereka larut dalam nyanyian Claudia. Bahkan mereka ikut bernyanyi bersama. Suara petikan gitarnya begitu membuai bagi mereka yang mendengarnya. Claudia merasa senang mendapat respon dari penonton, ia merubah pilihan lagunya, memilih lagu itu di detik terakhir sebelum ia naik. Secara dadakan tanpa latihan Sebelumnya.
Semua terpukau hingga suara petikan gitar terakhir dari Claudia.
Suara gitar Claudia berakhir diganti dengan suara gemuruh seluruh penonton yang sangat puas dengan penampilannya. Mereka sangat terharu dengan lagu yang dibawakan oleh Claudia.
Claudia juga memberi hormat sebelum turun.
Tiara yang menyaksikan penampilan Claudia merasa kesal, rencana gagal, Claudia masih menjadi pesaing terberatnya.
"Sial, Kenapa Claudia bisa tampil sebaik itu, aku bahkan sudah mengorbankan gaunku untuk menggagalkan penampilannya, tapi tetap saja ia mendapat dukungan yang banyak dari para penonton."
"Beri tepuk tangan kepada si gadis cantik kita ini, penampilannya sangat memukau, suaranya masih terngiang-ngiang di telinga, iya 'kan?" ucap pemandu acara tersebut mengarahkan mikrofonnya kepada para penonton.
"Iya," jawab mereka semua serentak.
"Baiklah, kita tinggal sejenak peserta yang tadi dan kita beralih ke tampilan berikutnya. Sekarang kita sambut penampilan berikutnya, masih dari sekolah yang sama beri sambutan kalian semua, kita sambut bersama-sama penampilan berikutnya atas nama Kinara," ucap pemandu acara tersebut membuat Claudia yang tadinya ingin turun tersentak kaget dan menghentikan langkahnya.
"Apa? Kinara?" ucap Claudia tak percaya dengan apa yang didengarnya. Kemudian mencoba berjalan dengan tertatih-tatih menuju ke pemandu acara tersebut.
"Maaf, tapi sepertinya Anda salah. Kinara tak mendaftarkan diri dalam perlombaan ini," ucap Claudia saat berada di depan pemandu acara tersebut.
"Benarkah? Tapi, disini tertulis nama Kinara sebagai peserta berikutnya, sepertinya seseorang memasukkannya saat-saat terakhir tadi," ucap pemandu acara tersebut terus memandang Claudia. Dia terpesona dengan kecantikan yang dimiliki oleh Claudia.
Pemandu acara tersebut dengan susah menelan air liurnya,
"Kenapa gadis ini begitu cantik saat dilihat dari dekat," batinnya, jantungnya berdetak sangat kencang dan berusaha mengatur nafasnya.
"Apa kau yakin kau tak salah lihat? namanya benar-benar Kinara 'kan?" tanya Claudia lagi memastikan jika Pemandu acara tersebut tak salah dalam menyebutkan nama.
"Iya, namanya Kinara," ucap pemandu tersebut hanya mengangguk dan matanya masih menatap pada Claudia.
Claudia yang tak puas dengan jawaban pemandu acara tersebut mengambil kertas yang ada di tangannya dan melihat sendiri nama yang tertera di sana. Claudia melebarkan matanya saat melihat itu benar adalah nama Kinara dari sekolahnya dan dari kelasnya.
"Apa benar Kinara mendaftarkan dirinya, tapi kenapa ia tak mengatakannya," gumam Claudia memiringkan kepalanya menatap kertas yang ada di tangan, kembali mengulangi membaca nama Kinara.
Pemandu acara yang melihat Claudia semakin cantik dengan ekspresi bingung yang dikeluarkannya kini sudah menekan dadanya, jantungnya seakan mau melompat keluar melihat pemandangan yang begitu indah di hadapannya.
"Ya sudah, aku akan menanyakan langsung pada orangnya," ucap Claudia memberikan kertas itu pada pemandu acara, yang tak segan-segan memperlihatkan keterpesonaannya pada Claudia.
Claudia kemudian bergegas turun dari panggung dan menghampiri Kinara yang setia menunggunya di belakang panggung.
Pemandu acara yang sudah tersadar dari keterpesonaannya saat Claudia sudah turun di menghilang dari pandangannya kembali memanggil Kinara sebagai peserta berikutnya saat Kinara yang dipanggil belum juga naik ke atas panggung.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca 🙏
Salam dariku Author M Anha.
[Bip. follow Ig: anha5569🙈]
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖