
Kinara terus aja membela Claudia, membuat Tiara yang mendengarnya menjadi semakin kesal, rencananya untuk menjatuhkan Claudia di mata teman-temannya sudah akan berhasil, namun karena ulah kinara bisa saja ia akan balik disalahkan atas apa yang terjadi.
Tiara melihat semua teman-temannya, mereka terlihat bingung antara ingin memihak dirinya atau Claudia dan semua itu karena ulah Kinara.
"Tiara, semakin kamu mengelak semakin
jelas terlihat jika memang kaulah yang lebih dulu mengganggu Claudia, membuatnya celaka dan seolah-olah membuat jika Claudia lah yang bersalah dalam insiden ini."
"Tutup mulut kamu kinara, ini bukan urusanmu. Jangan ikut campur urusanku dengan Claudia. Kamu itu siapa sih, selalu saja mencampuri urusan orang lain, kamu jangan sok berkuasa. Aku tau, kau sengaja 'kan menjilat Claudia agar dia mau berteman denganmu, dasar penjilat," ucap Tiara masih menatap kesal pada Kinara.
Mendengar ocehan Tiara yang sudah semakin di luar batas, Kinara melangkah maju dan langsung merobek sisi lain baju Tiara, semua orang yang di sana tercengang melihat apa yang dilakukan oleh Kinara pada gaun cantik dan mahal milik Tiara.
"Apa yang kamu lakukan? Hentikan!" Tiara mencoba menghentikan tangan Kinara dari gaunnya.
Tiara sangat marah saat melihat gaunnya yang benar-benar sudah hancur, sudah tak bisa dipakai untuk penampilannya di atas panggung.
[Bep skor transformasi 20 + 30+ 40]
Kinara merasa sangat puas, ia tak menyangka tindakannya malam ini juga mendapat skor serangan balik. Poinnya bertambah.
Saat dia melakukan sesuatu hal untuk menaikkan poinnya, tindakannya itu justru tak terbaca oleh sistem dan tak menambah poin, namun setiap kali ini ia tak sengaja, tindakannya justru membawa banyak poin. Contohnya sekarang, niatnya hanya ingin membantu Claudia, tapi poinnya bertambah.
Kinara semakin maju dan Tiara semakin memundurkan langkahnya, malam ini Tiara terlihat menantang Kinara, namun dalam hatinya sedikit takut melihat tatapan Kinara.
Kinara menarik leher gaun tiara, "Dengar ya Tiara, aku masih menganggapmu sebagai adik tiriku, selama ini aku membiarkanmu melakukan hal-hal yang kau suka, tapi ingat batasanmu. Jangan menghinaku dan jangan sekali-kali kau menyakiti orang yang ada di sekitarku, jika kau melakukan itu, kau akan berhadapan denganku," ucap Kinara sedikit mendorong tubuh Tiara saat melepas cengkraman tangannya pada Tiara.
"Claudia, sebaiknya kau bersiap-siap. Biar aku bantu," ucap Kinara mencoba memapah Claudia, mereka meninggalkan Tiara yang masih terlihat kesal kepada mereka berdua.
Tiara melihat Claudia dan juga Kinara yang semakin menjauh, ia mengapa tangannya. "Kinara, aku akan membalas semua apa yang kau lakukan pada, aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri. Lihat dan tunggu pembalasanku," ucapnya dengan berapa-api.
Tiara masih berdiri di tempatnya, menatap Claudia dan Kinara masuk ruang ganti, tiba-tiba sebuah ide muncul di kepalanya untuk membalas Kinara.
Semua teman-temannya yang tadi mengelilinginya perlahan mulai membubarkan diri, sebagian dari mereka percaya pada apa yang dikatakan oleh Kinara jika dalam insiden itu Tiara lah yang bersalah, Tiara yang sengaja mencelakakan Claudia.
Teman-teman dekat Tiara langsung menghampirinya.
"Tiara, bagaimana dengan gaunmu? Kamu tak mungkin tampil dengan gaun yang sudah robek seperti ini 'kan?" tanya Jenika melihat gaun mahal Tiara.
"Apa kau pikir aku sudah tak waras memakai pakaian yang sudah sobet seperti ini di depan banyak orang, tentu saja aku harus menggantinya. Untung saja aku membawa cadangan," jawab Tiara masih menatap kesal ke arah ruang ganti Claudia, kemudian ia pun berjalan dengan kesal untuk mengganti pakaiannya.
Mereka masuk ke ruangan ganti pribadi Claudia.
"Duduk di situ, biar aku obat lukamu," ucap Kinara menunjuk salah satu kursi yang ada di sana, dengan menurut Claudia duduk.
Kinara mengeluarkan kotak p3k dari ruang penyimpanannya dan mulai mengobati Claudia.
"Kinara, dari mana kau mengambil kotak itu?" tanya Claudia heran, ia sudah lama berada di ruangan itu, namun ia tak pernah sekalipun melihat kotak itu ada di sana.
"Aku ambil di sana," tunjuknya asal.
"Masa sih, aku ga pernah lihat."
"Kamu terlalu fokus pada pakaian yang ada di sini, kotak ini sudah disana sejak kita pertama kali datang. Mungkin saja ayahmu sengaja menyimpannya untuk berjaga-jaga," ucap Kinara asal, tapi itu bisa membuat Claudia percaya apa yang dikatakannya.
"Apa kau yakin tadi itu Tiara sengaja melakukannya?" tanya Claudia yang masih berfikir memang dia lah yang salah, dia yang berjalan kurang hati-hati sehingga terjatuh dan merobek gaun Tiara.
"Tentu saja, aku melihat sendiri dia menarik ujung kain itu, sehingga membuatmu jatuh. Tiara itu sangat licik, aku rasa dia takut tersaingi olehmu makanya ia melakukan itu semua," jelas Kinara yang membuat Claudia ikut kesal pada Tiara.
Claudia merasa tak punya masalah pada Tiara, tapi sepertinya Tiara yang mulai mencari masalah denganya.
Claudia kesal, karena ulah Tiara dia mendapat luka yang cukup perih dan penampilannya terancam gagal.
"Bagaimana dengan kakimu?" tanya Kinara.
"Entahlah, kakiku masih sakit. Aku tak tahu apakah aku bisa tampil dalam pertunjukan. Aku berjalan saja tak bisa," ucap Claudia memijat kakinya yang masih terasa sakit.
"Bersiap-siaplah! Aku akan membantumu," ucap kemudian mengambil gaun panjang yang tadi sudah disiapkan oleh Claudia
dan membantunya untuk bersiap-siap.
Sebentar lagi giliran Claudia, Kinara tak ingin rencana Tiara berhasil. Rencana menggagalkan penampilan Claudia yang merupakan pesaing terberatnya.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca 🙏
Salam dariku Author M Anha [ Ig: anha5569]
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖