Mafia In The School

Mafia In The School
Waktu Beraksi.



Beberapa anggota geng Mawar Hitam yang berada di ruangan senjata langsung mencoba mencari tahu apa yang terjadi di ruangan tersebut, mereka memeriksa beberapa orang yang ada di sana dan ternyata mereka semua sudah tak bernyawa lagi.


"Cepat! Cari di seluruh ruangan ini, mungkin saja mereka masih ada di sekitaran sini. Jika kalian menemukannya langsung tembak saja mereka," ucap salah satu dari mereka yang merupakan pemimpin komplotan tersebut.


Mereka semua langsung bergegas cepat menyusuri Semua ruangan sambil memegang senjata mereka masing-masing, bersiap menembak jika ada orang asing yang ada di ruang tersebut sesuai dengan perintah Bos mereka.


"Sepertinya sudah saatnya kita beraksi," ucap Vincent menyiapkan senjatanya menantikan parah anggota geng tersebut menemukan persembunyian mereka.


Brakk...


Pintu dibuka dengan paksa, ya itu adalah Ayah Natasha yang membuka pintu tersebut dengan satu tendangannya, semua yang ada di sana sontak melihat kearah pintu termasuk Kinara dan juga Vincent yang sejak tadi mengintip dari balik tirai orang-orang yang sedang mencari mereka.


Vincent dan Kinara sangat terkejut melihat Siapa yang baru saja masuk. Tanpa membuang waktu Ayah Natasha langsung menarik pelatuknya pada orang-orang yang ada di dalam ruangan tersebut, tak membiarkan mereka membalas tembakannya. Melihat hal itu Vincent Kinara juga keluar dari persembunyiannya dan juga menembaki musuh yang di sisakan ayah Natasha. Membidik satu demi satu para bawahan anggota geng Mawar Hitam, dengan senjata yang sudah mereka beri peredam sebelumnya.


Para anggota tim Mawar Hitam tewas tanpa perlawanan, tak terdengar suara tembakan satu pun, mereka Semua tak sempat mengeluarkan peluru mereka. Peluru Kinara, Vincent dan juga Ayah Natasha sudah bersarang di tubuh mereka semua.


"Apa yang Anda lakukan di sini?" tanya Vincent pada ayah Natasha.


"Pertanyaan itu seharusnya aku lah yang menanyakan, kepada kalian berdua apa yang kalian lakukan di markas Mawar Hitam? Mengapa Kalian pergi ke tempat berbahaya seperti ini tanpa seizinku, kalian benar-benar tak menghormatiku sebagai pemimpin geng kalian," ucapnya menunjuk ke arah kinara dengan senjatanya. "Vincent walaupun kau sudah memiliki geng lainnya bukan berarti kau bukan lagi anggota geng Naga Hitam," serunya.


"Aku ke sini hanya ingin menyelamatkan Vano, tamanku," jawab Kinara santai.


"Kau yakin? Kau ke sini hanya untuk menyelamatkannya, aku rasa Kau terlalu mengambil resiko untuk hal itu."


Kinara tak menjawab, Dia langsung kembali mengambil beberapa senjata dan juga beberapa peluru dan dimasukkan ke dalam ranselnya.


"Ini bukan saatnya kita tanya jawab, sebentar lagi mereka pasti akan kembali mengecek ruangan ini, sebaiknya kita keluar dari ruangan ini secepatnya," ucap Kinara meninggalkan Ayah Natasha dan Vincent yang hanya melihatnya keluar.


Vincent mengambil ransel yang juga tadi sudah diisi beberapa persiapan tempurnya dan menyusul Kinara. Ayah Natasha melihat apa yang mereka lakukan, Ia pun mengambil salah satu ransel yang ada disana dan mengikut mengisi persenjataan dan juga peluru. Ia tak ingin mengambil resiko hanya dengan membawa satu senjata saja melawan para musuhnya yang jumlahnya ratusan orang.


Mereka semua berjalan melihat situasi dan kondisi di markas tersebut.


"Sebaiknya kita selamatkan dulu temanmu itu sebelum mengambil tindakan, tadi aku tak sengaja melihatnya di salah satu ruangan di lantai atas," ucap Ayah Natasha berjalan melewati mereka.


Kinara, Vincent hanya mengikuti apa yang ayah Natasha katakan, mereka mengikuti ketua geng mereka itu.


Mereka membantai satu demi satu para musuh yang kebetulan bertemu dengan mereka saat menuju ke ruangan penyekapan. Namun, kali ini mereka membiarkan saja tubuh orang-orangn yang telah tewas tadi tergeletak di sepanjang jalan, mereka sudah siap untuk melakukan pertempuran.


Mereka sampai di ruangan penyakapan Vano, Ayah Natasha kembali menendang pintu ruang penyalapan tersebut, ternyata di ruangan itu banyak anggota lain yang sedang berkumpul membuat mereka harus saling tembak.


Saling balas serangan pun terjadi, suara tembakan bersahut-sahutan membuat beberapa orang yang sedang bersenang-senang di ruangan tengah markas tersebut terkejut dan langsung berlarian menuju ke sumber suara dengan senjata di tangan mereka.


Walaupun memakan waktu yang lumayan, Namun, ketiganya mampu melumpuhkan mereka semua. Kinara yang melihat Vano sedang diikat di salah satu kursi dengan cepat membebaskannya.


Vincent yang melihat Kinara kesulitan melepas ikatan menghampiri mereka dan langsung mengambil alih, ia ngambil pisau yang ada di sakunya dan memotong tali yang mengikat Vano.


"Kau tak apa-apa?" tanya Kinara setelah berhasil membuka lakban yang menutup mulut Vano.


"Iya, aku tidak apa-apa. Terima kasih sudah menolongku," ucapnya terlihat begitu lemas.


"Cepat! Kita ke atas," ucap Ayah Natasha setelah ia melihat ke arah bawah puluhan anggota Mawar Hitam berlari menuju ke arah mereka.


Ayah Natasha mengambil alih Vano dari Kinara mereka harus cepat menuju ke atas agar bisa menghindari para musuh yang sedang menuju ke arah mereka.


Mereka berlari dengan cepat menuju ke atas dan menyembunyikan Vano di salah satu tempat, keadaan Vano yang sangat lemah membuat mereka tak mungkin membawa Vano untuk menjalankan misi mereka.


"Kau tunggulah di sini! Kami akan mencoba mencari cara untuk keluar dari sini, kau tenang saja kami tak akan meninggalkanmu," ucap Ayah Natasha memberikan satu senjata kepada Vano untuk berjaga-jaga, ."Tetaplah diam, gunakan senjata ini jika diperlukan," ucapnya lagi. Vano hanya mengangguk mengerti apa yang Ayah Natasha katakan, dalam hati yang merasa bingung kenapa ayah Natasha yang tak lain adalah walikota yang ia kenal berpenampilan seperti saat ini. Selama ini ia melihat sosok yang ada di depannya itu dengan penampilan rapi dengan dasinya. Namun, sekarang Ayah Natasha terlihat sangat menakutkan dengan beberapa senjata yang di bawahnya dan juga pakaian serba hitam.


Sementara itu Vincent dan Kinara terus mengawasi musuh mereka.


Vincent bersiul membuat Kinara melihat ke arahnya.


Vincent menutup matanya kemudian membuang bom granat ke beberapa kumpulan mawar hitam yang sedang berlari menuju ke arah.


Dwarrrrrr.


Bom tersebut meledak dan menewaskan langsung puluhan orang yang berlari ke arah mereka.


Kinara membelalakkan matanya. Apakah itu artinya Vincent sudah menang dalam taruhan mereka.


Vincent mengedipkan matanya membuat pertanyaan Kinara terjawab sudah, Vincent sengaja melakukan hal itu untuk memenangkan pertarungan mereka.


Ayah Natasha juga terkejut dan langsung menghampiri mereka.


"Apa yang kau lakukan?" tanya ayah Natasha.


"Aku hanya menghabisi beberapa orang saja," jawab Vincent.


Sebaiknya kita pergi dari sini, biarkan Vano bersembunyi di sini. kita hadapi mereka," ucap ayah Natasha menyiapkan senjatanya dan bergerak maju menuju ke kawanan geng Mawar Hitam dan mulai menembak mereka satu demi satu diikuti oleh Vincent dan Kinara di belakangnya yang juga sudah mulai beraksi menembakkan peluru satu demi satu ke para anggota geng Mawar Hitam yang ada di depan mereka.


Semakin banyak yang mereka tembaki semakin banyak pula para musuh terus berdatangan menghampiri mereka. Mereka saling membelakangi melindungi bagian belakang masing-masing, saat tiba-tiba mereka terkepung, mereka diserang dari segala penjuru.


Suara tembakan berhenti seketika saat sudah tak ada lagi musuh yang berdatangan.


"Kita cari posisi yang strategis, sebelum yang lainnya kembali datang," seru Kinara langsung mengambil posisi yang tepat, begitu juga dengan Vincent dan Ayah Natasha. Mereka menunggu para musuh masuk ke ruangan tersebut dan begitu musuh mulai masuk mereka kembali menghujani mereka dengan pelurunya.


Mereka terus berdatangan entah sudah berapa orang yang menjadi santapan peluru mereka. Namun, tetap saja para musuh semakin banyak yang datang. Beberapa dari mereka bahkan melakukan serangan dari jarak Jauh.


Vincent mengubah jarak posisinya ia berlindung di sebuah tembok agar bisa melihat posisi di luar gedung tersebut, ia bisa melihat beberapa anggota yang lain berlari kearah mereka. Vincent memberi kode kepada ayah Natasha jika orang yang datang lebih banyak.


Juga memberikan kode pada Kinara di arah mana saja penembakan jitu berada.


Kinara mengeluarkan senjata jarak jauh yang di bawanya dan membelas mereka.


🌹🌹 Selamat membaca 🌹🌹