
Sang supir sangat terkejut saat mendengar permintaan Kirana yang meminta untuk bertemu dengan ayah Natasha, dengan cepat ia menolak. Namun, Kinara beralih pada Natasha.
"Boleh ya, Natasha? Aku hanya main ke rumahmu aku juga ingin menyapa ayahmu," ucap Kinara mengabaikan perkataan sopir yang melarangnya.
"Tetap tidak boleh, ada beberapa persyaratan untuk masuk kesana dan hanya orang lama dan orang yang memiliki keperluan penting yang boleh masuk."
"Aku sudah menyalamatkan nyaman kalian berdua, apa Semua itu tak berarti apa-apa, apa majikanmu itu tak mau berterima kasih padaku karena menyelamatkan Putri?" ucap Kinara mengungkit apa yang telah mereka lakukan, walau mengungkit kebaikan yang telah di lakukannya bukannya gaya Kinara, tapi dia tak ada pilihan lain. Kinara harus bisa bertemu dengan ayah Natasha secepatnya.
"Iya, Pak. Ayah pasti setuju, biar aku yang bicara ke Ayah jika Aku yang mengizinkan Kinara Ikut bersamaku." ucap Natasha melihat supirnya dengan pandangaan di buat sememelas mingkin.
"Tetap tidak bisa. Kami akan mengantarkanmu pulang," ucap Sang supir.
"Tidak, aku bisa pulang sendiri. Natasha apa aku beneran ga boleh main kerumah? Aku sangat ingin melihat rumah. Sekalian aja, boleh ya," mohon ya," ucap Kinara terus mencoba, ia tak ingin melepaskan kesempatan emas ini begitu saja, ia tak ingin membuang waktu lagi.
Sebenarnya Natasha senang banget jika Kinara mau datang ke rumahnya, tapi dia juga sadar ada banyak peraturan yang ditetapkan di rumahnya yang harus di patuhinya, salah satunya harus izin jika mau membawa Teman dan akan di periksa terlebih dahulu.
Sopirnya adalah salah satu orang kepercayaan Ayah, mendapat izin darinya bisa dibilang mendapatkan izin juga dari ayahnya.
"Pak, boleh ya?" Natasha ikit memohon aga di perbolehkan m
"Tapi, nona kita tidak boleh membawa orang sembarangan masuk ke rumah," ucap sang supir menegaskan.
"Kinara ini bukan orang lain dia di temanku, nggak apa-apa ya, Pak?"
"Tetap saja tidak boleh Nona. Kinara silahkan minta keinginan yang lainnya, kamu akan memberikan apapun yang kamu inginkan!" ucap sang sopir tetap bersikeras tak mengijinkan Kinara untuk bertemu dengan ayah Natasha dan ikut pulang dengan mereka.
"Tidak, aku tidak ingin apa-apa. Aku hanya ingin bertemu dengan walikota, aku tak akan melakukan sesuatu yang buruk, aku janji," ucap Kinara kembali memohon.
'Ini adalah kesempatan yang sangat bagus, aku tak mungkin dapat memiliki kesempatan lain untuk bisa bertemu dengan ayah Natasha,' batin Kinara. Semakin mereka mempersulitnya semakin ia merasa penasaran seperti apa Sosok Ayah Natasha dan ia yakin selain walikota ia juga memiliki hubungan dengan penyerang Di kasino, Kinara yakin mereka juga menginginkan gelang onyx yang ada di padanya saat ini.
Saat sopir tetap kekeh tak mau mengizinkan Kinara untuk ikut dengannya mereka, Natasha menggunakan jurus terakhirnya yaitu dengan rayuan, ia memohon-mohon dengan penuh manja pada sopirnya, Supir itu sudah menjadi supir yang di percayakan oleh ayah Natasha untuk menjadi putrinya sejak taman kanak-kanak, sopir yang luluh akhirnya mengizinkan Kinara untuk ikut bersama dengan mereka. Namun, Kinara harus menyetujui beberapa persyaratan salah satunya ia tak boleh bertingkah saat sudah sampai di sana.
"Baiklah. Kamu boleh ikut tapi jangan macam-macam, Jangan bertindak yang aneh-aneh," ucapnya yang dijawab anggukan oleh mereka berdua secara kompak. Natasha bersorak kegirangan, sejenak ia melupakan ketegangan yang tadindi rasakannya.
Kinara ikut masuk ke dalam mobil, mereka menuju ke rumah Natasha.
"Ini sudah malam, apa kamu tak Izin dulu? bagaimana jika orang tua kamu menunggumu?" tanya supir melihat Kinara melalui kaca spion.
"Tenang saja, Pak. Walau aku tak pulang sekalipun tak akan ada yang mencariku, aku juga tinggal di asrama sekolah. Jadi tak perlu izin. Aku izin pun mereka tak akan memperdulikan ku," jelas Kinara.
Supir hanya mengangguk, dari cara Kinara menjalankannya ia bisa menebak jika Kinara tak dia anggap di keluarha.
Kinara tertawa mendengar ucapan Natasha.
"Jangan pernah mau berada di posisi ku, mereka melarang dan membatasimu karena mareka menyayangimu, itu bentuk kasih sayang mereka. Berbeda dengan ku, walau aku tak kembali selamanya mereka tak akan mencariku, mereka akan menganggap aku ada saat membutuhkanku. Jangan membahasnya lagi."
Mereka mengalikan ke topik lain, Kinara tak ingin membahas tentang kehidupannya dan Natasha mengerti.
"Kamu kok, bisa mengalahkan mereka? Kamu itu hebat sekali Kinara. Kau tau, tadi itu aku sangat takut mereka bahkan hampir saja menembakku."
Sepanjang perjalanan menuju ke rumah Natasha terus aja menanyakan beberapa pertanyaan kepada Kinara, Kinara hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya ia tak tau harus menjawab apa.
Natasha sangat senang Kinara mau ke rumahnya, dia sangat antusias. Ia terus berceloteh, Kinara hanya menjawabnya sesekali. Hanya menjawab apa yang Natasha ditanyakan diluar kemampuannya.
Sopir terus mengawasi mereka dari balik spion, diam-diam ia melaporkan pada ayah Natasha apa yang baru saja mereka alami dan mengabarkan jika ada teman Natasha yang menyelamatkan mereka ingin bertemu dengannya.
Begitu memasuki gerbang, Kinara dibuat terkagum-kagum dengan kemewahan rumah Natasha. Rumah yang sangat megah, deretan pilar-pilar menghiasi bagian depan rumah. Jarak antara gerbang dan rumah utama saja terbilang cukup jauh. Kinara bisa melihat beberapa penjaga berlalu-lalang mengawasi keamanan disekitar rumah.
'Sepertinya ayah Natasha bukanlah orang sembarang, ini adalah kesempatan emasku, aku harus memanfaatkannya sebaiknya mungkin' batin Kinara masih terus memperhatikan begitu intens sekitar rumah itu.
Begitu mereka sampai beberapa pelayan langsung menyambut kedatangan mereka membungkuk dengan penuh hormat.
Kinara turun dengan ragu, merasa situasinya sangat canggung.
"Ayo kita masuk," ajak Natasha dengan santainya tak menggubris beberapa pelayan yang menyambut mereka.
'Pantas saja Natasha selalu dikawal saat keluar, apa posisi walikota sepenting ini. Aku merasa ada di sebuah kerajaan.' batin Kinara hanya bisa mengikuti Natasha, sesekali ia membalas para pelayang yang mereka lewati dan membungkuk memberi hormat pada mereka.
Sebelum benar-benar masuk ke dalam rumah utama Kinara kembali diberi beberapa pertanyaan, dia juga disuruh menyentuh sesuatu dengan tangannya, Kinara baru menyadari jika semua itu mereka lakukan untuk mencari identitasnya, sepertinya mereka sedang menyelidikinya sebelum ia bertemu dengan ayah Natasha. Menyelidiki identitas dirinya melalui sidik jari dan dari pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan.
Ayah Natasha tidak sembarangan memasukkan orang ke dalam rumahnya, yang bisa masuk hanya orang-orang tertentu dan orang-orang yang telah dicari tahu latar belakangnya dan dinyatakan tak berbahaya. Membuat ini untuk pertama kalinya ada teman dari Natasha yang berani datang ke rumahnya.
'Cari tahu saja latar belakang anak ini, aku yakin anak seperti ini takkan memiliki riwayat yang buruk, ia hanya gadis biasa yang lemah," batin Kinara tertawa dalam hati dia semakin yakin jika malam ini dia pasti bisa bertemu dengan ayah Kinara.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca 🙏
Salam dariku Author M Anha 🥰🤗
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖